Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 April 2012

Aya Sofia Simbol Kemenangan Islam Di Tanah Eropa




Kini namanya Museum Aya Sofia. Sebelum menjadi museum, bangunan ini dulunya adalah masjid. Dan sebelum menjadi masjid, ia adalah gereja yang bernama Haghia Sopia.

Usia bangunan ini sudah sangat tua, sekitar lima abad. Bangunan ini merupakan kebanggaan masyarakat Muslim di Istanbul, Turki. Keindahan arsitekturnya begitu mengagumkan para pengunjung. Karenanya, jika berkunjung ke Istanbul, belum lengkap tanpa melihat kemegahan Aya Sofia.

Tampak dari luar, pengunjung disuguhkan ukuran kubah yang begitu besar dan tinggi. Ukuran tengahnya 30 meter, tinggi dan fundamennya 54 meter. Ketika memasuki area bangunan, pengunjung dibuai oleh keindahan interior yang dihiasi mosaik dan fresko. Tiang-tiangnya terbuat dari pualam warna-warni. Sementara dindingnya dihiasi beraneka ragam ukiran.

Selain keindahan interior, daya tarik bangunan ini juga didapat dari nilai sejarahnya. Di sinilah simbol pertarungan antara Islam dan non-Islam, termasuk di dalamnya nilai-nilai sekuler pascaruntuhnya Kekhalifahan Turki Usmani.

Gereja
Sebelum diubah menjadi masjid, Aya Sofia adalah sebuah gereja bernama Hagia Sophia yang dibangun pada masa Kaisar Justinianus (penguasa Bizantium), tahun 558 M. Arsitek Gereja Hagia Sophia ini adalah Anthemios dari Tralles dan Isidorus dari Miletus.

Berkat tangan Anthemios dan Isidorus, bangunan Hagia Sophia muncul sebagai simbol puncak ketinggian arsitektur Bizantium. Kedua arsitek ini membangun Gereja Hagia Sophia dengan konsep baru. Hal ini dilakukan setelah orang-orang Bizantium mengenal bentuk kubah dalam arsitektur Islam, terutama dari kawasan Suriah dan Persia. Keuntungan praktis bentuk kubah yang dikembangkan dalam arsitektur Islam ini, terbuat dari batu bata yang lebih ringan daripada langit-langit kubah orang-orang Nasrani di Roma, yang terbuat dari beton tebal dan berat, serta mahal biayanya.

Oleh keduanya, konsep kubah dalam arsitektur Islam ini dikombinasikan dengan bentuk bangunan gereja yang memanjang. Dari situ kemudian muncullah bentuk kubah yang berbeda secara struktur, antara kubah Romawi dan kubah Bizantium. Pada arsitektur Romawi, kubah dibangun di atas denah yang sudah harus berbentuk lingkaran, dan struktur kubahnya ada di dalam tembok menjulang tinggi, sehingga kubah itu sendiri hampir tidak kelihatan. Sedangkan kubah dalam arsitektur Bizantium dibangun di atas pendentive--struktur berbentuk segitiga melengkung yang menahan kubah dari keempat sisi denah persegi--yang memungkinkan bangunan kubah tersebut terlihat secara jelas.

Bangunan gereja ini sempat hancur beberapa kali karena gempa, kemudian dibangun lagi. Pada 7 Mei 558 M, di masa Kaisar Justinianus, kubah sebelah timur runtuh terkena gempa. Pada 26 Oktober 986 M, pada masa pemerintahan Kaisar Basil II (958-1025), kembali terkena gempa. Akhirnya, renovasi besar-besaran dilakukan agar tak terkena gempa di awal abad ke-14.

Pengembangan Turki Usmani
Pada 27 Mei 1453, Konstantinopel takluk oleh tentara Islam di bawah pimpinan Muhammad II bin Murad II atau yang terkenal dengan nama Al-Fatih yang artinya sang penakluk. Saat berhasil menaklukkan kota besar Nasrani itu, Al-Fatih turun dari kudanya dan melakukan sujud syukur.

Ia pergi menuju Gereja Hagia Sophia. Saat itu juga, bangunan gereja Hagia Sophia diubah fungsinya menjadi masjid yang diberi nama Aya Sofia. Pada hari Jumatnya, atau tiga hari setelah penaklukan, Aya Sofia langsung digunakan untuk shalat Jumat berjamaah.

Sepanjang kekhalifahan Turki Usmani, beberapa renovasi dan perubahan dilakukan terhadap bangunan bekas gereja Hagia Sophia tersebut agar sesuai dengan corak dan gaya bangunan masjid.

Dalam sejarah arsitektur Islam, orang-orang Turki dikenal sebagai bangsa yang banyak memiliki andil dalam pengembangan arsitektur Islam ke negara-negara lainnya. Sementara dalam masalah keagamaan, orang-orang Turki terkenal sangat bijak, sebab mereka tidak memaksakan penduduk daerah taklukannya untuk masuk Islam, meskipun mereka berani berperang untuk membela Islam.

Karena orang-orang Turki yang beragama Islam cukup arif, maka ketika Gereja Hagia Sophia dialihfungsikan menjadi masjid pada 1453, bentuk arsitekturnya tidak dibongkar. Kubah Hagia Sophia yang menjulang ke atas dari masa Bizantium ini tetap dibiarkan, tetapi penampilan bentuk luar bangunannya kemudian dilengkapi dengan empat buah menara. Empat menara ini, antara lain, dibangun pada masa Al-Fatih, yakni sebuah menara di bagian selatan. Pada masa Sultan Salim II, dibangun lagi sebuah menara di bagian timur laut. Dan pada masa Sultan Murad III, dibangun dua buah menara.

Pada masa Sultan Murad III, pembagian ruangnya disempurnakan dengan mengubah bagian-bagian masjid yang masih bercirikan gereja. Termasuk, mengganti tanda salib yang terpampang pada puncak kubah dengan hiasan bulan sabit dan menutupi hiasan-hiasan asli yang semula ada di dalam Gereja Hagia Sophia dengan tulisan kaligrafi Arab. Altar dan perabotan-perabotan lain yang dianggap tidak perlu, juga dihilangkan.
Begitu pula patung-patung yang ada dan lukisan-lukisannya sudah dicopot atau ditutupi cat. Lantas selama hampir 500 tahun bangunan bekas Gereja Hagia Sophia berfungsi sebagai masjid.

Akibat adanya kontak budaya antara orang-orang Turki yang beragama Islam dengan budaya Nasrani Eropa, akhirnya arsitektur masjid yang semula mengenal atap rata dan bentuk kubah, kemudian mulai mengenal atap meruncing. Setelah mengenal bentuk atap meruncing inilah merupakan titik awal dari pengembangan bangunan masjid yang bersifat megah, berkesan perkasa dan vertikal. Hal ini pula yang menyebabkan timbulnya gaya baru dalam penampilan masjid, yaitu pengembangan lengkungan-lengkungan pada pintu-pintu masuk, untuk memperoleh kesan ruang yang lebih luas dan tinggi.

Museum
Perubahan drastis terjadi di masa pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk di tahun 1937. Penguasa Turki dari kelompok Muslim nasionalis ini melarang penggunaan bangunan Masjid Aya Sofia untuk shalat, dan mengganti fungsi masjid menjadi museum. Mulailah proyek pembongkaran Masjid Aya Sofia. Beberapa desain dan corak bangunan yang bercirikan Islam diubah lagi menjadi gereja.

Sejak difungsikan sebagai museum, para pengunjung bisa menyaksikan budaya Kristen dan Islam bercampur menghiasi dinding dan pilar pada bangunan Aya Sofia. Bagian di langit-langit ruangan di lantai dua yang bercat kaligrafi dikelupas hingga mozaik berupa lukisan-lukisan sakral Kristen peninggalan masa Gereja Hagia Sophia kembali terlihat.

Sementara peninggalan Masjid Aya Sofia yang menghiasi dinding dan pilar di ruangan lainnya tetap dipertahankan.

Sejak saat itu, Masjid Aya Sofia dijadikan salah satu objek wisata terkenal di Istanbul oleh pemerintah Turki. Nilai sejarahnya tertutupi gaya arsitektur Bizantium yang indah memesona.


Menjadi Inspirasi dalam Perkembangan Arsitektur Islam

Arsitektur Islam dapat dikatakan identik dengan arsitektur masjid. Sebab, ciri-ciri arsitektur Islam dapat terlihat jelas dalam perkembangan arsitektur masjid. Salah satu masjid yang gaya arsitekturnya banyak ditiru oleh para arsitek Muslim dalam membangun masjid di berbagai wilayah kekuasaan Islam adalah Masjid Aya Sofia di Istanbul, Turki.

Desain dan corak bangunan Aya Sofia sangat kuat mengilhami arsitek terkenal Turki Sinan (1489-1588) dalam membangun masjid. Sinan merupakan arsitek resmi kekhalifahan Turki Usmani dan posisinya sejajar dengan menteri.

Kubah besar Masjid Aya Sofia diadopsi oleh Sinan--yang kemudian diikuti oleh arsitek muslim lainnya--untuk diterapkan dalam pembangunan masjid.

Salah satu karya terbesar Sinan yang mengadopsi gaya arsitektur Aya Sofia adalah Masjid Agung Sulaiman di Istanbul yang dibangun selama 7 tahun (1550-1557). Seperti halnya Aya Sofia, masjid yang kini menjadi salah satu objek wisata dunia itu memiliki interior yang megah, ratusan jendela yang menawan, marmer mewah, serta dekorasi indah.

Dalam sejarah arsitektur Islam, orang-orang Turki dikenal sebagai bangsa yang banyak memiliki andil dalam pengembangan arsitektur Islam hingga ke negara lainnya. Misalnya Dinasti Seljuk yang menampilkan tiga ciri arsitektur Islam, khususnya arsitektur masjid.

Pertama, Dinasti Seljuk tetap mengembangkan konsep mesjid asli Arab, dengan lapangan terbuka di bagian tengahnya. Kedua, konsep masjid madrasah dan berkubah juga dikembangkan. Ketiga, mengembangkan konsep baru setelah berkenalan dengan kebudayaan Barat, terutama pada masa Dinasti Umayyah.

Ketika orang-orang Turki memperluas kekuasaannya atas dasar kepentingan ekonomi dan militer pada abad ke-11, mereka akhirnya bisa menguasai Bizantium.

Saat kebudayaan Islam bersentuhan dengan kebudayaan Eropa di Kerajaan Romawi Timur (Bizantium/Konstantinopel) pada abad ke-11, arsitektur Islam juga menimba teknik dan bentuk arsitektur Eropa, yang tumbuh dari arsitektur Yunani dan Romawi. Sebaliknya, teknik dan bentuk arsitektur Islam yang dibawa oleh bangsa Turki juga disadap oleh bangsa Romawi untuk dikembangkan di Kerajaan Romawi Timur.

Akibat adanya kontak budaya antara orang-orang Muslim Turki dan budaya Nasrani di Eropa Timur inilah, arsitektur Islam yang semula hanya mengenal atap bangunan rata dan bentuk kubah, kemudian mulai mengenal atap meruncing ke atas. Selain itu, sejak bersentuhan dengan kebudayaan Kerajaan Romawi Timur ini juga, arsitektur Islam mulai mengenal arsitektur yang bersifat megah, berkesan perkasa, dan vertikalisme.(rpb) www.suaramedia.com


http://www.suaramedia.com/sejarah/sejarah-islam/12455-aya-sofia-simbol-kemenangan-islam-di-tanah-eropa.html

Minggu, 25 Maret 2012

Ada Apa di balik “APRIL MOP”?





MENGUNGKAP TRAGEDI PENYEMBELIHAN UMMAT ISLAM SPANYOL
Pernah dengar “April Mop?”. Yup,,Pada setiap tanggal 1 April, ada saja orang (terutama anak-anak muda) yang merayakan hari tersebut dengan membuat berbagai kejutan atau sesuatu aneh yang di luar jangkaan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tanggal 1 April. Namun, tahukah anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian tentera Salib terhadap kaum Muslim Spanyol yang memang didahului dengan upaya penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebahagiannya dari buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005)
Sejarah April Fool

Perayaan April Fool yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berasal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. The April’s Fool Day berasal dari satu episode sejarah Muslim Sepanyol pada tahun 1487 atau bersamaan dengan 892 H. Sebelum mengungkap tragedi tersebut, ada baiknya kita melihat sejarah Sepanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Sepanyol tumbuh menjadi satu negeri yang makmur secara beransur-ansur. Pasukan Islam tidak hanya berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitarnya menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang terletak di pergunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Ini karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Sepanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Sepanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mengamalkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Quran, tetapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Quran. Mereka selalu berkata untuk tidak minum khamar, bergaul bebas, dan segala macam hal yang dilarang oleh Islam. Keadaan seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Sepanyol, namun mereka selalu gagal. Mereka telah mencoba beberapa kali tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah perisik untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya perisik itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni yang pertama adalah harus melemahkan iman mereka dahulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara percuma ke dalam wilayah Sepanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari berbanding membaca Al-Quran. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya adalah untuk menyemarakkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh dan berjaya dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga rakyat biasa, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dibantai dengan sadis dan kejam.
Satu persatu daerah di Spanyol ditakluki. Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentera-tentera Kristian terus mengejar mereka.
Ketika jalan-jalan mulai sepi, yang tinggal adalah ribuan mayat yang bergelimpangan dan bermandikan aliran darah. Tentera Salib mengetahui bahawa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentera Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada boleh keluar dari rumah dengan aman dan dibenarkan berlayar keluar dari Sepanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentera Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam dibenarkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.
Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentera Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Sepanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentera Salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentera Salib itu membakar rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Manakala ribuan umat Islam yang berada di pelabuhan berasa terkejut ketika tentara Salib juga membakar kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak boleh berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anak yang masih kecil. Lalu tentera Salib segera mengepung mereka dengan pedang yang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentera Salib itu segera membunuh umat Islam Sepanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentera Salib terus membunuh orang awam yang sama sekali tidak berdaya.
Seluruh Muslim Sepanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristian pada setiap tanggal 1 April sebagai “The Aprils Fool Day”.
Bagi umat Islam April Fool tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari dimana ribuan saudara seimannya disembelih dan dibantai oleh tentera Salib di Granada, Sepanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak layak jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan merayakan April Fool, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Fool, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan beramai-ramai terhadap ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.

April Fool Merupakan Perayaan Pembantaian Umat Islam, Tidak Layak Dirayakan
Umat Islam sangat tidak layak merayakan “The April Fool Day” karena kebiasaan itu didasarkan untuk memperingati peristiwa pembantaian umat Islam di Spanyol pada 1 April 1487 Masehi.
Ir.H.Asmara Dharma, seorang cendekiawan muslim dari Indonesia menuturkan di dalam tulisannya; “Umat Islam banyak yang “latah” dan merayakan April Fool tanpa mengetahui dasar dan asal muasal peristiwa tersebut”
Ia menjelaskan, perayaan April Fool itu didasarkan atas peristiwa penyerangan besar-besaran oleh tentera Salib terhadap negara Spanyol yang ketika itu di bawah kekuasaan kekhalifahan Islam pada 1487 Masehi.

Kota-kota Islam di Spanyol seperti Zaragoza dan Leon di wilayah Utara, Vigo dan Forto di wilayah Timur, Valencia di wilayah Barat, Lisbon dan Cordoba di Selatan serta Madrid di pusat kota dan Granada sebagai kota pelabuhan berjaya dikuasai tentera Salib.
Umat Islam yang tersisa dari peperangan itu dijanjikan kebebasan jika meninggalkan Spanyol dengan kapal yang disiapkan di pelabuhan Granada. Tentera Salib itu menjanjikan keselamatan dan membolehkan umat Islam menaiki kapal jika mereka meninggalkan Spanyol dan tidak membawa sebarang persenjataan mereka.
Namun, ketika ribuan umat Islam sudah berkumpul di pelabuhan, kapal yang tadinya berlabuh di pelabuhan segera dibakar dan kaum muslim dibantai dengan kejam sehingga air laut menjadi merah karena darah.
Peristiwa pembantaian dan pengingkaran janji tersebut terjadi pada 1 April 1487 Masehi dan dikenang sebagai “The April Fool Day.”
Selanjutnya, Dharma menjelaskan, peristiwa “The April Fool Day” itu dipopulerkan dengan “ritual” yang mempersendakan, menipu dan memperbodohkan orang lain tetapi bernuansa gembira.
“Ritual tersebut disyaratkan agar orang-orang yang dipersendakan tidak boleh merasa marah atau membalas” katanya.
Disarikan Sumber: http://www.eramuslim.com



Begitulah ritual April Fool day, yang biasa sering disebut sebagai April Mop untuk mencari bahan tertawaan dengan permainan kebohongan. Sayangnya anak remaja saat ini spontan saja mengikuti kebudayaan yang sebenarnya adalah bersejarah dari pembantaian kaum muslim sendiri, akan kah kita rela dikala saudara-saudara satu aqidah kita dibantai dan saat ini justru dirayakan, masyallah,,,Belajarlah Islam, sesungguhnya kondisi umat saat ini sudah mengalami keterpurukan dan kemunduran karena kaum muslimin tidak membawa Islam ketika mereka melangkah, Mengingatkan pribadi untuk diri sendiri dan secara umum untuk semuanya "Pelajari Islam, Amalkan Islam, Sebarkan Islam!"

Selasa, 28 Februari 2012

BAGAIMANA MENYIKAPI PERBEDAAN PENDAPAT DI TENGAH MASYARAKAT



Ternyata Pagi yang fresh ini, kajian pembahasannya bukanlah melanjutkan pembahasan kitabun nikah tapi tiba-tiba saja ustadz menyampaikan tentang fiqh. Bisa jadi, karena ustadz kepikiran untuk harus segera menyampaikan maklumat ini kepada murid-muridnya yang dikelas hanya tinggal beberapa batang hidung saj, maklum karena sebagian besar murid sudah pada boyongan pindahan,,hihihi
Oke, Next. Dalam fiqh, Banyak sekali terjadi perbedaan pendapat di tengah-tengah kalangan masyarakat saat ini khususnya. Lalu bagaimana menyikapinya? Dalam kitab Syakhsiyah Jilid 1 karya SyaikhTaqiyuddin An-Nabhani rahimahullah dikatakan bahwa, jika kita menemukan ada dua pendapat yang berbeda maka yang harus dilakukan adalah :
1. Jika mengetahui dalil dari kedua pendapat itu maka lakukan pentarjihan dan ambil dalil yang rajah/paling kuat
2. Jika tidak tau dalil dari kedua pendapat tersebut maka ikutilah pendapat yang paling masyhur
3. Jika ada dalilnya, maka ikuti pendapat yang ada dalilnya tersebut meskipun sudah sejak lama dilakukan, dan sudah menjadi kebiasaan dan pemahaman umum baginya dan sekitarnya, Karena hukum asal perbuatan manusia adalah selalu terikat dengan hukum syara’ maka manusia harus selalu mencari dalil bagi setiap perbuatannya.
4. Jika tidak ada dalilnya maka tinggalkan, meskipun itu sudah menjadi pemahaman dan kebiasaan (atau bisa dikatakan pemahaman turun temurun).

Masyarakat yang tidak memiliki pengatahuan Islam (dalil) tentang suatu perkara biasanya akan mengikuti perbuatan yang sudah menjadi kebiasaan lama dan perbuatan tersebut sudah menjadi pemahaman, terlebih karena perbuatan tersebut sudah dilakukan sejak lama.
Contoh saja, ada sebagian masyarakat yang tidak mengenal/mengetahui tentang shalat jamak maupun qoshor. Ketika datang kepadanya dalil tentang shalat jamak, mereka tidak serta merta langsung mengambil/mengikuti dalil tersebut, alasannya adalah karena dari dulu mereka belum pernah melakukannya, dalil tersebut asing baginya sehingga mereka tidak mau mengikutinya.

Jelas ini keliru. Kita sebagai manusia (apalagi seorang muslim sejati) memiliki akal untuk berfikir dan mengkaji apapun pendapat yang datang kepada kita. Jangan serta merta langsung menolak ketika ada orang yang ingin menyebarkan kebenaran kepada anda. Belum tentu perkara yang anda tidak ketahui itu tidak berasal dari Islam, bisa jadi (sangat mungkin) karena ketidaktahuan anda saja. Oleh karena itu, buka pikiran, buka telinga, dan buka hati anda. Mari berfikir menggunakan akal dengan standar Islam. Oke!
Apalagi dalil terkait wajibnya individu muslim saat ini akan urgent Wajib berjuang untuk tegaknya Syariah dan Khilafah.

Yogyakarta, 13 februari 2012
Lida Al Husna & Ukhtyan 

Senin, 19 Desember 2011

DUNIA LAIN PUN TERGUNCANG..TIDAK HANYA AMERIKA YANG MERADANG TERHADAP HIZBUT TAHRIR




DUNIA LAIN PUN TERGUNCANG..TIDAK HANYA AMERIKA YANG MERADANG TERHADAP HT
(Saya dengar langsung dari Ustad Abu Nashir, waktu kunjung ke pesantren beliau di Pangkalan Banteng Kalteng akhir bulan Oktober 2011, kemudian beliau menuliskannya)
Demi Allah, cerita inspiratif yang saya sampaikan ini adalah benar adanya. Bukan cerita fiktif atau sesuatu yang mengada-ngada. Tujuannya agar bagi yang membaca khususnya para pengemban dakwah dapat semakin istiqomah dan bersemangat dalam memperjuangkan tegaknya Syariah dan Khilafah.
Perkenalkan, nama saya Abu Nasir. Saya asli dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan sudah dua belas tahun merantau ke Kalimantan dan menetap di Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalteng. Saya aktif sebagai aktivis HTI Kecamatan sejak 2007. Sehari-hari saya berprofesi sebagai pengasuh Ponpes Darul Hikam Pangkalan Banteng. Pendidikan agama saya dapatkan ketika nyantri di Ponpes Lirboyo Kediri.
Saya memiliki 8 orang saudara dan 2 di antaranya sudah meninggal dunia. Yang bungsu bernama Muhammad Za’far An Nuh (19 tahun). Ketika masih duduk di bangku SD, Za’far sering di siksa secara fisik oleh seorang teman satu sekolah sampai kelas enam akhir. Karena fisiknya lemah (memang karakternya yang pendiam dan tertutup), Za’far tidak bisa membela diri. Meski demikian, Za’far tetep berjanji dalam hatinya bahwa kalau teman yang menyiksa itu meminta maaf kepadanya pasti Za’far memaafkanya dengan setulus hati. Kenyataannya, sampai lulus SD, teman tersebut tidak pernah meminta maaf kepada Za’far. Ketika duduk di kelas 1 MTs PSM Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, gejala-gejala supranatural mulai nampak dalam diri Zafar. Di awali dengan sering munculnya bisikan Hatif (suara tanpa wujud) yang menyuruh Zafar untuk menjalankan sebuah lelakon tertentu. Begitu Zafar selesai melakukan satu lelakon, muncul kembali hatif yang meminta Zafar melakukan lelakon yang lain. Begitu seterusnya. Dan itu terjadi dengan sendirinya sampai Zafar mendapatkan kekuatan supranatural yang sangat jarang di miliki orang lain.
Di antaranya, Zafar bisa membaca pikiran (hati) teman-temannya yang sedang membencinya dan mengetahui alasan kenapa teman teman membenci dirinya secara detail. Dia mampu melihat/menerawang peristiwa yang akan terjadi pada masa mendatang. Sebagai contoh, dia melihat dinding atas (layar atap bagian luar) masjid di desanya roboh ketika menjalankan sholat Jum’at dan menimpa sejumlah jamaah serta beberapa kendaraan. Meskipun, secara kasat mata pada saat itu kondisi masjid masih utuh. Hal tersebut kemudian disampaikan kepada sang ayah. Mendengar ucapan Za’far, ayah kami tidak merespon dan hanya mengatakan kuwi jenenge laduni. Artinya, ilmu yang di dapat secara langsung tanpa melalui proses belajar. Ternyata, satu bulan kemudian apa yang di lihat Za’far menjadi kenyataan. Mulai saat itulah, Za’far akhirnya semakin penasaran dan mendalami kemampuan supranatural yang dimiliki. Dan masih banyak contoh-contoh lainnya yang tidak bisa kami ceritakan satu persatu.
Lulus dari MTs pada tahun 2006/2007, Za’far ingin nyantri di ponpes yang masih berada di Kabupaten Nganjuk untuk mempelajari ilmu agama dan pengobatan alternatif menggunakan herbal dan pijat syaraf. Setelah selesai nyantri di ponpes di ngajuk (nama pesantren tidak kami sebutkan), Zafar pindah belajar agama ke salah satu Pesantren (nama ponpes dirahasiakan) di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Di pesantren tersebut, Za’far bermaksud mencari guru ngaji sekaligus guru spiritual supaya nantinya ketika suara Hatif tersebut muncul sang gurulah yang memutuskan apakah dilaksanakan atau tidak bisikan tersebut. Selama berada di pesantren itu, kemampuan supranatural yang dimiliki Za’far semakin meningkat karena mendapat dukungan ustad di pesantren setempat. Di antaranya, Zafar memiliki kemampuan hipnotis, bisa menghilang dan berpindah-pindah tempat hanya dalam hitungan detik.
Puncaknya, dia dengan mudah mendapatkan ilmu tasawuf sampai pada level wihdatul wujud dengan sendirinya tanpa di pandu oleh siapapun.
Pada level ini, Za’far kembali mendapat bisikan kuat yang menjelaskan bahwa wihdatul wujud sebenarnya bukanlah “Manunggaling kawulo marang gusti” (bersatunya mahluk dengan khaliq), TETAPI yang benar adalah mengamalkan syariat Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan. Disini Za’far mulai merenung dan mengoreksi diri. Pada satu sisi, dia mendalami ilmu tasawuf. Pada sisi lain, juga melihat fakta umat yang aktifitasnya banyak bertentangan dengan syariah Islam. Dalam hati, Zafar mulai bertanya-tanya “apakah mungkin cinta seorang hamba di terima oleh-Nya sedangkan umat terus dalam kerusakan yang membabi buta?”. Alhamdulillah, dari sini Za’far mendapat pencerahan dan bertekad kuat untuk melepas dan membuang ilmu yang pernah di pelajarinya. Zafar juga bertekad untuk berperan aktif memikirkan nasib umat, tetapi masih binggug karena belum memiliki fikrah yang jelas. Untuk membuang ilmu tersebut, Za’far membutuhkan bantuan tiga orang ustadz dan Alhmdulillah berhasil. Bisikan fakta umat itu semakin kuat hingga memaksa Za’far untuk pindah ke pesantren tahfidzul Quran guna memperdalamnya dan masih berada di wilayah administrasi Kabupaten Tegal.. Di sisi lain, keinginan untuk mempelajari Syariat Islam semakin kuat.. Pada titik ini, Za'far kembali menerima cobaan berupa sakit kepala yang luar biasa di bagian kiri, seperti ada benda tajam di dalamnya,semakin hari rasa sakitnya tambah parah hingga sempat terhenti akfitas Qurannya beberapa bulan . Setelah di periksa secara medis, dokter memvonis Za’far terserang penyakit semacam gangguan syaraf pada kepala dan untuk mengobatinya harus dengan jalan operasi. Setelah itu, kami keluarga yang ada di Kalimantan menyarankan agar Za’far di bawa ke Kalimantan tempat kami menetap di Desa Karang Mulya, Kabupaten Kobar. Kebetulan saya pernah kursus thibbun Nabawi (pengobatan ala Nabi). Setelah saya terapi sekitar dua minggu, sakitnya semakin parah dan sering pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakit yang luar biasa. Akhirnya kami memutuskan untuk membawa Za’far ke Thibbun Nabawi El Iman Bogor Cabang Banjarmasin, Kalimantan Selatan selama satu hari satu malam. Begitu tiba di Banjarmasin, pada pagi hari, Za’far di ruqyah oleh para ustad di sana, namun tidak ada reaksi hanya bau yang sangat busuk yang menyelimuti tubuh Za’far sedangkan yang lain tidak merasakan. Kemudian sekitar pukul 20.00 waktu setempat, Za’far kembali di ruqyah. Hasilnya, Za’far kesurupan, meraung dan berteriak keras sehingga kami berlima kewalahan dalam menenangkan Za’far. Dalam kondisi kesurupan, jin dalam tubuh jafar melontarkan sejumlah perkataan antara lain tidak terima kalau Za’far bisa menghafalkan Al Quran dan meminta pihak keluarga untuk menghentikan aktivitas hafalan Quran Za’far. Setelah kurang lebih dua jam mengamuk hingga pukul 23.00 waktu setempat, Za’far tersadar. Kemudian oleh sang terapis, Za’far di suruh mengambil air wudhu dan segera tidur. Kemudian Za’far tidur di temani salah seorang kakaknya (adik saya yang lain), Ayyub di salah satu ruang ruqyah. Saya sendiri tidak bisa tidur dan memilih duduk di ruang tunggu. Jarak antara tempat tidur Za’far dan tempat saya duduk sekitar 20 meter dan dipisahkan oleh lorong panjang. Tak berselang lama, saya terkejut bukan kepalang karena tiba-tiba Za’far sudah berdiri di belakang saya dalam kondisi kerasukan. Kemudian terjadilah dialog antara kami berdua (Kode AB : Abu Nasir, MZA (Muhammad Za’far An Nuh)
AB : Nuh... (memanggil nama Za’far dengan suara merendah)
MZA : Nama saya bukan An Nuh. Nama saya Ubaid
AB : Siapapun kamu, saya minta kamu duduk (dengan nada datar)
MZA akhirnya duduk dan menundukkan kepala. Hening sejenak. Kemudian MZA mengangkat kepala sambil mengancungkan tangan kanan ke atas dan berkata
MZA : Ini semua gara-gara Hizbut Tahrir. Sebetulnya anak ini sudah lama mencari pemahaman yang benar tentang Syariat Islam namun tidak menemukannya. Setelah di Kalimantan, dia bertemu Hizbut Tahrir dan akhirnya menemukan apa yang telah di carinya.
Maka ini semua tidak boleh terjadi.... (dengan nada yang tinggi)
AB : Kenapa kamu menyalahkan Hizbut Tahrir. Apa yang kamu tahu tentang Hizbut Tahrir ?
MZA : Kamu tahu dengan Hizbut Tahrir (balik bertanya). Gara-gara Hizbut –Tahrir kami bangsa jin di seluruh dunia luluh lantah dan saya tidak terima. Kami pada saat ini bangsa jin merapatkan barisan untuk menghalang-halangi tegaknya syariah dan khilafah.
AB : Apa lagi yang kamu tahu dari Hizbut Tahrir ?
MZA : Hizbut Tahrir itu akan membangunkan umat Islam dari tidur panjangnya, mengingatkan kembali sejarah kejayaan Islam selama 1.300 tahun dan akan menyatukan umat Islam di seluruh dunia. Dan itu sebentar lagi. Namun, semua itu tidak boleh terjadi.
AB : Kenapa tidak boleh terjadi ?
MZA : Karena kami bangsa jin susah mencari teman dari kalangan manusia
Karena saya ketakutan, saya lari ke lorong dan membangunkan Ayyub yang sedang tertidur agar menjadi saksi. Kemudian kami kembali ke ruang tunggu dan menghampiri Za’far yang masih dalam kondisi kerasukan. (Kode AY : Ayyub)
AY : Sudah, kamu keluar (dari tubuh Za’far) aja. Kasihan Za’far kecapean belum tidur.
MZA : Saya mau keluar asalkan ada perjanjian. Syaratnya, kamu harus menghalang-halangi anak ini agar tidak menghafalkan Al Quran, Sebab, ketika dia hafal Al Quran dan mendakwahkan syariah. Maka seluruh ulama se Jawa Timur akan hancur (sadar dan memperjuangkan tegaknya Syariah).
AY : Tidak ada perjanjian antara manusia dan Jin. Siapa yang menyuruh kamu ? (dengan nada tegas)
MZA : Yang menyuruh saya, ya jin , ya manusia.
AY : Kamu Islam atau bukan ?
MZA : Saya Islam
AY : Kalau kamu Islam, coba baca syahadat.
MZA : As as as.... (dengan nada yang terputus-putus)
AY : Bohong kamu. Kalau kamu memang benar Islam, cepat baca syahadat
MZA : Asyahadu Allah Ilaha Ila llah
AY : Teruskan...
MZA kemudian menjulurkan lidahnya.
AY : Teruskan...
MZA : Wa Ashaduanna Muhammadarasulullah
Usai membaca syahadat, MZA kemudian menangis dan meneteskan air mata sambil berkata
MZA : Sebetulnya saya sudah mau pergi. Tapi pergi kemana ? kami sudah membangun rumah di kepala anak ini lebih dari setahun. Sekarang sudah di hancurkan.
AY : Tidakkah kau tahu bahwa bumi Allah itu luas
AB : Sudah, jangan banyak bicara. Pergi aja...
MZA kembali menangis sambil berkata
MZA : Saya tetap tidak bisa menerima tegaknya syariah dan khilafah.
AB : Kenapa kemarin tidak ikut ngaji (JM di masjid Al Muhajirin, Pangkalan Banteng)
MZA : Sebetulnya anak ini sudah mau ngaji. Namun, saya halang-halangi karena anak ini tidak boleh mengikuti kajian Hizbut Tahrir.
Akhirnya, ngak jadi ngaji kan ? Menang saya kan !! tepuk tangan (sambil tertawa HA HA HA)
AB : Siapapun kamu, kamu harus pergi hari ini dan ketahuilah bahwa Syariah dan Khilafah janji Allah. Dan itu pasti akan terjadi. (dengan suara lantang)
MZA : (sambil teriak) Jangan!! Jangan katakan itu. Tolong-tolong.
AB : Kamu adalah mahluk lemah. Ketika kamu tidak segera bertaubat, maka kamu segera di azab oleh Allah. Kalau kamu tidak percaya, maka datangkanlah semua jin untuk menghalang-halangi tegaknya Syariah dan Khilafah. Pasti kalian tidak akan mampu. Karena itu janji Allah.
MZA : Jangan... jangan katakan itu. Jangan..... panas... (sambil teriak). Ya sudah, saya pergi saat ini juga.
Seketika, Za’far lemas dan jatuh ke lantai. Kemudian tertidur. Sejenak Ust Abu dan Ayyub membiarkan tubuh Za’far yang terkulai lemas di lantai. Tak lama berselang, keduanya membangunkan Za’far untuk kembali istrihat ke dalam kamar.
Pagi harinya, Z’afar terbangun dan kepalanya terasa ringan. Sakitnya pun sudah mulai berkurang. Bada subuh, kami berpamitan dengan para terapis. Sebelum pulang, kami meminta para terapis meruqyah sekali lagi untuk memastikan rasa sakit Za’far sudah sembuh atau belum.
Alhamdulillah, setelah beberapa kali di ruqyah, tidak ada reaksi dan Za’far dalam keadaan normal. Akhirnya, terapis bertanya kepada Za’far. (Kode T : Terapis)
T : Apakah sebelumnya pernah mimpi buruk ?
MZA : Tidak pernah bermimpi, kecuali dua hari sebelum ke sini. Sekitar jam 02.00 dini hari. Saya bermimpi bertemu dengan Rasul dan Rasul duduk di dalam masjid dan di kelilingi oleh lima orang satu diantaranya saya,posisi saya tepat berada di depan Rasul.
T : Berlima itu siapa saja ?
MZA : Saya tidak kenal kecuali satu orang. Teman saya di Tahfidzul Quran
T : Apa yang disampaikan Rasul kepada kalian ?
MZA : Saya tidak hapal saking banyaknya pesan yang disampaikan Rasul. Namun, garis besarnya beliau mengajarkan saya tentang thariqul iman(dalam hati saya berfikir ‘lho kok sama penjelasanya,seperti kakak saya tentang thariqul iman?’). Beliau menjelaskan alam semesta, manusia dan kehidupan. Di baliknya (pencipta) ada Allah dan setelahnya ada yaumul hisab. Selain itu, Rasul menjelaskan tentang keterkaitan antara sebelum, saat, dan setelah kehidupan ada hubungan perintah dan larangan. Setelah beliau menjelaskan tentang thariqul iman akhirnya saya terbangun dari tempat tidur saya.
Selesai berdialog, kami pun pamit kembali ke Desa Karang Mulya.
Sebagai informasi tambahan, hingga kini Za’far sudah khatam 20 juz dan Alhamdulillah dalam kondisi sehat.
*Diceritakan langsung oleh Ustad Abu Nasir dan Ayyub pada hari Senin, 24 Oktober 2011 bada Isya. Ditulis ulang Andri Saputra (Humas HTI Kobar)