Jumat, 05 April 2013

Ada Apa dengan Upeh


UPeeeh...kenapa ?

"Gak papa mbak?" sahutnya

"laaah kok mukanya cemberut gitu?"

"Gak papa mbak?"

Apa yang sebenarnya terjadi pada Upeh?

To be continue :D

Minggu, 31 Maret 2013

Hidup Indah dengan Syariah & Khilafah

Oleh : Ukhtyan


Bismillaah...
Ada kalanya kita sebagai pengemban dakwah selalu dihujani dengan berbagai tindak penolakan dakwah
karena peluang hasil dari suatu kerja dakwah antara diterima dan ditolak
Sayang, ada kalanya kita tak selalu menyiapkan penolakan tersebut
Apakah selalu ada hasrat berharap menuntut pada objek dakwah agar mereka menerima apa yang kita sampaikan?

Maka bersiaplah untuk merangkul kekecewaan karena buah tuntutan dan harapan pada manusia
Menataplah kedepan bahwa tumpuan dan harapan itu bukan kepada manusia dan cukuplah hanya kepada Allah. Karena Allah yang Maha Membolak Balikkan hati manusia
Maka siapkan "resiko penolakan" niscaya dakwah itu begitu nikmat dan seru

Memang bukan perkara yang mudah
Mamang ini perihal yang sulit. Namun sulit bukan berarti kita tidak bisa.
"Pasti Kita Bisa!"

Karena setiap usaha untuk membangun tegaknya Syariah dan Khilafah selalu ada pundi-pundi pahala menawan
Wajar jika akan selalu dihadang oleh beribu tantangan dan rintangan
Karena kita pengemban mabda' Islam, maka kita tak akan mundur!
Karena kita Yakin akan janji Allah, maka kita tak akan kendur!

Mari melangkah menyeru kepada Islam Kaffah
Mari berlari untuk menyibak kemungkaran sistem jahiliyah

Khilafah tinggal permasalahan waktu
Berjuanglah menjemput INDAHnya hidup dalam naungan Khilafah yang insyallah keberkahannya akan menaburi dari langit dan bumi. Allahuakbar!

Gubug Biru, 27 November 2012, 5.25 pm

Pemain atau Penonton?

Oleh : Ukhtyan

Bismillaah...
Dunia butuh perubahanmu teman!
Perhatikan teman, ketika kita ibaratkan pada suatu pertandingan sepak bola.
Mau menjadi pemain atau penonton itu adalah pilihan.

Kita bisa perhatikan seksama bagaimana pertaruhan dan pengorbanan sang pemain berjuang untuk mengegolkan (meraih kemenangan). Mereka optimalisasi dan kerahkan apa yang mereka miliki,  mereka rela harus berlapar-lapar ria, harus berhaus-haus lama dan tentu mereka memeras otak untuk berfikir strategi agar dapat meraih kemenangan.

Posisi ini tentu berbeda dengan si penonton. Yang mereka harus antri panjang untuk mendapatkan sehelai tiket dan meraih kocek bayar tiket. Jika dapat kelas VIP maka mereka berada pada kesempatan tempat duduk yang empuk, dan fasilitas makanan. Dari jauh mereka sibuk dengan atribut dan bersorak-sorai memberi support kepada sang pemain. Dapat dipastikan ketika sang pemain mencetak gol kemenangan tentu mereka yakni para penonton juga akan turut merasakan kebahagian kemenangan.

Sekarang, apakah sama upaya dan peran pemain dengan penonton?
Tentu berbeda!
Dari penggalan kisah diatas dapat kita ibaratkan bahwa sang pemain itu adalah pejuang syariah Islam yang saat ini berupaya mengorbankan waktu, fikiran, harta, bahkan nyawa mereka untuk menyongsong kemenangan Islam dengan gol tegaknya Khilafah.
Sedangkan si penonton, yakni mereka yang saat ini tidak turut serta dalam perjuangan tegaknya Khilafah namun mereka sorak-sorak mendukung dan kelak ketika gol kemenangan itu terwujud mereka juga mengharapkannya.

Mumpung saat ini permainan belum ada yang mengegolkan (dengan kemenangan Islam Khilafah jilid II). Buat para penonton yuk bersegeralah menjadi bagian pemain tegaknya Islam dalam naungan Khilafah.

Dan Kenyataanya..penonton Lebih Hebat dari Pemain...
Tapi setelah Penonton di suruh main..hehe ^__^

Let's struggle for Khilafah!

Gubug Biru, 30 November 2012. 6.00 pm

Khilafah Pasti Kembali

Oleh: Ukhtyan

Bismillaah...
Khilafah akan kembali
Ada atau tidak adanya kita berjuang didalamnya
Khilafah akan kembali
Suka atau tidaknya perasaan umat manusia

Khilafah akan kembali
Nyaman atau tidaknya para kaum kuffar
Khilafah akan kembali
Kecil atau besarnya makar kaum kafir

Khilafah akan tegak
Tak peduli apa kata para musuh-musuh Allah
Karena Khilafah tegak bukan karena kesepakat mereka
Namun Khilafah tegak atas dorongan konsekuensi keimanan dan atas izin Allah swt

Mari!
Persiapkan diri meniti hari
Melangkah menggapai ridho illahi
Dengan terus mengikatkan diri
Pada hukum syariah yang memuliakan insane

Kobaran perjuangan penegakkan hukum Allah is never ending, sampai Khilafah tegak pun akan terus menyala. Allahuakbar!!!

Tentang Sebuah Kemenangan

Oleh : Al Khanza Demolisher & Ukhtyan

Ganasnya angin malam menelisik hingga ke urat nadi
SemiLirnya membuat tubuhku meronta
Gemuruh kian menakutkan
Petir memekik tak kunjung reda
Ku kira hujan akan turun eh ternyata badai salju di negeri tropis
Heran
Terdiam
Membisu
Penuh tanya

Fenomena alam senantiasa memberi tanda
Bahwa kita tak akan pernah mengetahui apa yang ada didepan kita
Disisi petang menjulang tinggi taburan bintang merona
Menandakan malam kan segera sirna merajut gelap gempita
Akankah kelamnya malam membuat syahdu?
Tentu ada keniscayaan benderang yang menguhujam nan merindu

Tenang kawan...
Gelapnya malam tentu akan digantikan benderang
Begitulah Allah telah kabarkan dalam surat cinta-Nya

Kala terang sang mentari mulai menyingsing
Tak kuasa hingar binggar kedua kelopak mata
Mengurai suatu bukti pahitnya perjuangan
Berlari menjemput apa yang telah dikabarkan-Nya

Kabar bahwa badai telah berlalu
Entah...mungkin badai telah ditelan ombak
Aku tak peduli...
Yang aku tahu...kabar itu tentangku, kamu dan kita semua
Tentang sebuah jerih yang dialiri peluh pejuang

Ya..kabar itu adalah sebuah kemenangan hakiki
Kemenangan yang akan menggetarkan pelosok negeri
Tak hanya itu..
Gaungnya membahana hingga penjuru bumi
Sorak-sorai negeri muslim menyambutnya
Kemenangan yang akan menyatukan mereka dalam satu atap, satu bingkai, satu kepemimpinan
DAULAH KHILAFAH ISLAMIYAH...

Ku mencoba menorehkan arah pandangan,
Pekikan takbir tak ada yang membendungnya,
Pasukan pembawa panji ar roya telah berbaris membukit disebelah timur hingga barat.
Betul badai itu ku kira lama sirna, namun itu sangat cepat berlalu.
Dan kemenangan Islam tak akan ada yang bisa mengundurkan
Serta tak ada yang memajukan

Ayoo...
Gelorakan semangat dakwah..
Sebab diam akan tertusuk pedang
Berlari menuju negeri yang menunggu pembebasan para mujahid,
Katakan pada kaum kuffar bahwa episode kelam telah berakhir
Ia telah menjemput ajalnya, merongrong kesakitan
Diterkam tentara gabungan umat muslim dari seluruh penjuru negeri
Katakan pada dunia : KAPITALISME IS OVER !!!


Awas, ada rambu-rambu!


Bodinya mulus, dilap semakin mengkilap, disemprot makin clong, cekep nian. Humm… yuph Raider Merahku, siapkan kau mengantar dan menemaniku mbolang pagi ini. Dengan mesin sudah terpanasi pertanda siap diajak mbolang khan ya. Pagi ini kita mbolang ke kampus yuuk. Oyah kalau ada yang bingung apa itu mbolang, hehe mbolang itu semacem pergi untuk petualang gitu, terinspirasi dari bocah petualang..hehe

Dengan me “on” kan kunci dan menyalakan starter, Raider sudah teryalakan mesinnya.”Klik”siap pakai help meluncur ke kampus…masukan gigi dulu baru bisa jalan,”Tap”..siap dah!
Hembusan angin pagi ini memang segar, sesegar rindangannya pepohona wilayah bukit Kaliurang. Dengan masih menikmati pemandangan terus ku laju dengan kecepatan standar standarnya ya sekitar 80/km..hehe


Hiruk pikuk warga Jogja membuat perjalanan pagi semakin terkondisikan jalan berpadat ria. Saat melewati perempatan tepatnya di wilayah Jalan Magelang. Sudah terlihat kemacetan dari jauh. Ternyata oh ternyata ku dapati kebetulan rambu-rambu lalu lintasnya padam. Mungkin dikarena ada listrik yang putus karena semalam hujan deras. Tak kebayang, bagaimana jadinya ternyata tumpah ruah masyarakat yang hendak berangkat melakukan kegiatannya terhambat diperempatan tersebut. Tak tanggung-tanggung banyak orang-orang yang menginginkan duluan agar segera sampai. Dari arah utara, banyak orang-orang berkendaraan yang memilih untuk tetap terus berjalan,  seketika ku tolehkan kea rah selatan perempatan kondisinya sama, mereka tak mempedulikan karena keinginannya yang segera duluan bahkan tak ada rasa sabar untuk berjalan dengan antrian. Sesekali melirik kea rah timur, kondisinya lebih parah mereka juga tak sabaran untuk segera melewati perempuan, dan posisiku yang berada diarah barat klakson dibelakang tak henti-hentinya berbunyi ditambah ternyata didepanku sudah menumpukk kendaraan berhenti ditengah-etngah perempatan.

Aku sendiri juga pusing melihat demikian, jujur saja aku juga ingin segera mendahului semuanya, karena ada agenda ke kampus pagi. Namun apa daya aku lebih memilih berhenti sejenak dan bersabar menunggu kemacetan usai. Sungguh peristiwa ini cukup lama, tak sekedar macet, awalnya justru ada kecelakaan, karena rambu-rambu tak berfungsi. Sudah ada korban kecelakaan pagi ini dilansir korbannya tiwas satu dan kakaknya masuk rumah sakit. Polusi kendaraan pun juga membuatku tak betah dengan lingkungan perempatan. Masing-masing orang memiliki keingian untuk memenuhi keinginannya. Kata-kata kasar pun keluar tak peduli karena macetnya. Ditengah-tengah perempatan itu posisi kendaraan baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat tak lagi bisa maju dan tak lagi bisa mundur. Tumpah ruah, ditengah. Apa yang akan saudarilakukan jika demikian yang terjadi, nampaknya tanpa adanya rambu-rambu tersebut adalah menjadi akar permasalahannya mengapa kemacetan, kecelakaan dan lainnya bisa terjadi karena Rambu-rambunya mati total.

Wahai saudariku ini sebuah analogi, manusia sebagai makhluk Allah yang dicpitakan Allah memiliki potensi kehidupan membuat manusia senantiasa melakuakn segala sesuatu keinginanya. Begitu juga dalam perkara melakukansesuai dengan keiningan manusia sendiri, seoerti yang bisa kita lihat pada contoh para pengendara yang tak sabar dan mereka memilih untuk mengikuti hafa nafsu keinginanya sheingga berujung pada kemacetan atau kecelaakan.

Sejatinya manusia hidup itu adalah butuh dengan aturan/rambu-rambu. Ia tak bisa hidup bebas sesuai dengan keinginnannya, jika manusia hidup sesuai dengan keingiannanya maka yang etrjadi seperti bencara di peremptana tadi maju  gak bisa mundur pun gak bisa, dihimpit oleh masalah ditengah-tengah perempatan. Untuk it manusia butuh akan adanya rambu-rambu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, jika haram maka harusnya ditinggalkan. Jika wajib segera dilakukan, ibarat jika lampu merah ya berhenti bukan malah diterobos, atau aturan rambu-rambunya lampu hijau ya berjalan bukan malah berhenti. Demikian syariah Islam yang sebagai rambu-rambu kehidupan kita, yang dengannya ia mampu menundukan segala kehidupan kita dengan aturan tidak bebas. Sehingga manusia akan sampai kepada tujuan hidupnya,

Melangkah Maju

Muski banyak orang tak menyukainya
muski orang banyak yang mengucilkannya
muski banyak orang yang meragukannya

Ingatlah bahwa Seruan ini akan terus membahana
seruan ini tak akan tersurutkan
walaupun orang pura-pura tau, tapi tak mau tau
walaupun orang-orang sudah melihat, tetapi tak mau peduli
walaupun banyak orang yang telah membacanya tapi menghiraukannya

ku berbayang . . .
sungguh hidup yang hanya satu kali ini sangat dirugikan dan sangat-sangat disayangkan. Apabila Allah telah mengizinkan kita untuk membaca satu kata ini yakni “KHILAFAH”. Apa jadinya kelak ketika di akherat ditanyai
Pernahkan kau membaca kata KHILAFAH?
Kenapa kamu tidak ikut memperjuangkannya?
Sungguh, itu berbayang dalam benakku. Penyesalan memang bukan terletak diawal situasi pastinya sesal datang diakhir situasi. Sungguh beruntunglah saat ini bagi insan manusia yang pernah bertemu dengan kata “KHILAFAH” dan ia mau mencari tau apa itu KHILAFAH? Apa yang akan terjadi jika tidak ada KHILAFAH? Apa yang akan terjadi jika ada KHILAFAH?
Perjuangan KHILAFAH bukanlah perjuangan seorang diri atau sekelompok semata tetapi ini adalah perjuangan bersama kaum muslimin. Semoga kita adalah bagian orang yang beruntung tersebut yang membaca, memahami dan memperjuangkan kata “KHILAFAH”