Sabtu, 16 Juli 2011

Pilih Syar'i, Tinggalkan Kompromi!


Tantangan nggak cuma ada di Indosiar, tapi nongol di setiap sisi kehidupan kita. Konon kabarnya, orang bijak bilang tantangan dalam hidup adalah suatu anugerah yang bakal bikin kita lebih dewasa dalam bersikap dan berbuat. Cieee… karena adanya tantangan bakal ngetes sejauh mana kesungguhan niat kita tuk meraih tujuan. Siapa yang berani ngadepin setiap tan-tangan, berarti doi punya nyali bin tekad untuk maju. Sebaliknya, siapa yang justru malah menghindari tantangan alias jago ngeles, bisa-bisa dicap Dygta sebagai Pecundang Sejati .
Tantangan juga hadir di hadapan aturan Islam. Aturan yang kita yakini bakal bikin selamet dunia akhirat bagi yang istiqomah. Tantangan itu muncul karena perbedaan waktu antara zaman Rasulullah dan sekarang. Karena beda masa beda sarana. Dulu perbankan nggak ada, sekarang bejibun. Dulu pemerintahan demokrasi belum lahir, kini demokrasi dianggap satu-satunya solusi. Makanya ada yang ber-pendapat kudu ada reformasi terhadap aturan-aturan Islam. Terutama bagian yang dirasa udah nggak cucok lagi ama kondisi sekarang.
Nah, lalu muncul deh gaya hidup “kompromi” di kalangan umat Islam. Gaya hidup yang mencoba menjadikan aturan Islam sebagai aturan yang fleksibel. Nggak kaku bin jumud terhadap perkembangan zaman. Mirip-mirip sifat air yang selalu bisa menyesuaikan dengan tempat doi berada. Aturan poligami dianggap udah basi. Karena kini ada aturan emansipasi wanita yang kudu dijunjung tinggi. Sampe ada mahasiswi yang menggelar aksi penentangan terhadap aturan poligami. Wah berabe nih urusannya! Inga..inga.. firman Allah Swt.:
Apakah kalian mengimani sebagian al-Quran dan mengingkari sebagian yang lainnya? Tiada balasan bagi orang-orang yang berbuat demikian di antara kalian selain kenistaan dalam kehidupan dunia, sementara pada hari Kiamat kelak mereka dilemparkan ke dalam azab yang sangat berat.” ( QS al-Baqarah [2]: 85 )
Kompromi” di sekitar kita
Sobat muda muslim, tentu kita udah nyadar kalo lingkungan di sekitar kita kian steril dari aturan Islam. Mulai dari cara berpakaian, bergaul, di tempat kerja, sekolah, atau di sekitar rumah. Semuanya udah dibalut dengan paham sekuler yang berasal dari gaya hidup Barat. Paham ini yang nempatin aturan agama cuma buat di masjid atau majelis taklim doang. Itu pun sebatas lisan. Padahal kita sebagai muslim juga kudu terikat ama aturan Allah di mana aja dan kapan aja. Ini yang seringkali jadi dilema bagi remaja muslim. Bener kan?
Tentu, dilema yang dialami remaja muslim amat wajar terjadi. Karena aturan ling-kungan di sekitar kita seolah memaksa me-reka untuk sekuler. Inilah yang dikehen-daki musuh-musuh Islam. Melalui media informasi mereka, kita digiring me-ngikuti budaya Barat yang se-kuler dengan cap mo-dern, gaul bin trendi. Hingga kita nggak bisa lihat, denger, tonton, kecuali apa yang mereka tayangkan. Walhasil, pola pikir dan pola sikap kaum Muslimin banyak yang berkiblat pada gaya hidup Barat. Gaswat!
Akibat gaya hidup kompromi, banyak temen-temen kita yang mengalami krisis identitas sebagai muslim. Mereka seolah malu menampilkan sosoknya sebagai muslim atau muslimah. Seperti dalam tren busana musli-mah yang lagi banyak digandrungi. Berkerudung tapi seksi bin modis. Kerudungnya begitu ketat membalut kepala. Terus, ujung-ujung kain penutup kepala itu yang syar'i-nya menutupi bagian dada, malah ditarik ke atas dan dililitkan ke bagian belakang leher. Mereka menyebutnya kudung gaul. Tapi kok amburadul. Piye iki ?
Dalam pergaulan remaja ada istilah ‘pacaran islami' dengan batasan no kiss no touch . Padahal jalan berdua dengan lawan jenis yang bukan mahramnya aja udah nggak boleh. Gimana bisa ada pacaran islami? Kecuali aktivitas pacaran itu dilakukan after merit . Itu baru siip! Uhuy!
Dalam aktivitas dakwah juga sami mawon. Ada yang coba mengompromikan metode dakwah Rasulullah dengan situasi dan kondisi untuk menarik simpati. Nggak berani nyinggung-nyinggung tradisi, adat, budaya, atau kebiasaan rusak yang berkembang di tengah masyarakat. Nggak pede jelasin kalo perayaan tahun baru masehi, Valentine Days, atau ikut kontes-kontes kecantikan dan penca-rian bakat itu bertentangan dengan Islam. Kalo gini sih, kesannya kayak nyari selamet. Padahal apapun risiko yang dihadapi atau hasil yang diraih, dakwah Islam tetep kudu disampaikan. Bisa-bisa kita termasuk pihak yang ikut melestarikan budaya sekuler kalo menutup-nutupi kebenaran yang datang dari Islam. Betul? Jangan sampe deh!
Jalan tengah = jalan salah
Gencarnya opini sikap kompromi bikin kaum Muslimin banyak yang tejebak. Mereka jadi doyan bersikap moderat (maksudnya jalan tengah. Bukan modal dengkul dan urat lho..) dalam menghadapi setiap permasalahan. Seolah sikap itu yang paling oke, paling selamet, dan diterima semua pihak. Padahal justru sikap itu malah menghindari masalah bukan menghadapinya. Nah lho, kok jadi muter-muter gini?
Begini, jalan tengah adalah konsep yang membangun ideologi kapitalisme. Ini diawali sekitar abad pertengahan. Ceritanya, saat itu ada dua pihak yang lagi bersitegang. Antara pihak gereja yang jadi perpanjangan tangan raja melawan pihak pemikir dan filosof Barat. Keduanya berbeda pendapat tentang agama Kristen dan perannya dalam kehidupan. Rohaniwan dan raja berpendapat kalo Kristen adalah agama yang layak untuk mengatur seluruh kehidupan. Sementara para pemikir dan filosof justru berpendapat sebaliknya. Karena mereka menganggap agama Kristen sebagai penyebab kehinaan dan ketertinggalan. Seharusnya akal manusialah yang layak untuk mengatur segala urusan kehidupan.
Dan ternyata, setelah melewati dua babak yang cukup sengit (emangnya sepak bola?) nggak ada yang menang atau kalah. Dua-duanya sama-sama ngeyel. Akhirnya keduanya me-nyepakati suatu jalan tengah. Mereka mengakui kalo aturan agama emang cocok buat ngatur hubungan manusia dengan Tuhannya. Tapii... aturan agama nggak boleh ikut campur dalam kehidupan manusia. Pokoke, pengaturan urusan kehidupan manusia diserahkan sepenuhnya kepada akal manusia. Titik. Dari sinilah lahir ide pemisahan agama dari kehidupan alias sekulerisme yang jadi prinsip dasar ideologi Kapitalisme. Moga-moga sampe sini kamu ngerti ya. Lanjuut!
Dengan prinsip di atas, orang-orang Barat itu selalu nyari jalan tengah untuk beresin persoalannya atau masalah orang lain. Katanya biar sama-sama enak dan nggak ada yang dirugikan. Seperti solusi yang ditawarkan negara-negara Barat dalam masalah negeri Palestina pada tahun 1948. Mereka melakukan pembagian tanah untuk dua negara: Palestina dan Israel. Tapi, bukannya menyelesaikan masalah, konsep jalan tengah ini malah menambah panjang permasalahan. Karena sampai saat ini, konflik Palestina masih to be continued . Suer!
Dari cerita di atas kita bisa lihat kalo jalan tengah nggak beresin masalah tapi malah menghindarinya. Nggak ada yang bisa tuntaskan masalah perbedaan pendapat dari masing-masing pihak yang berseteru. Baik tentang peran agama Kristen dalam kehidupan maupun perseteruan kaum Muslimin dan kaum Zionis Yahudi di Palestina. Padahal ini kan masalah keyakinan agama yang sifatnya prinsip banget. Jadinya masalah itu dibiarkan tetep ada alias ngambang. Garing banget kan? Padahal mah kudu ada ketegasan untuk hal-hal yang sifatnya prinsipil. Betul?
Ibaratnya, kudu ada yang menang atau kalah di putaran final Liga Champions. Kudu ada kejelasan diterima atau ditolak pas kita melamar seorang gadis. Dan kudu ada akademia yang tereliminasi di setiap konser AFI. Biar ketahuan siapa yang berhak mem-boyong piala Champions dan menyandang gelar tim terbaik Eropa. Siapa yang berhak mengikuti jejak Veri AFI. Atau siapa yang akan segera mengakhiri masa jomblonya. Yo'i kan?
Islam is never die
Allah swt. berfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS al-Mâidah [5]: 3)
Dalam ayat di atas Allah swt. memastikan kalo agama Islam adalah agama yang sempurna tanpa cacat en cela. Aturannya layak dipakai oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Ini berarti nggak ada masalah yang nggak bisa diatasi oleh aturan Islam. Termasuk masalah baru yang muncul karena perkembangan zaman. Semuanya bisa diselesaikan. Pasti.
Adapun pendapat yang bilang hukum Islam itu fleksibel sebenernya berasal dari orang kafir. Seperti yang pernah disampaikan seorang orientalis Yahudi, Ignaz Goldziher, dalam bukunya. The Introduction to Islamic Law . Dia bilang, perubahan hukum tidak bisa diingkari lagi dengan adanya perubahan tempat dan zaman . Ini artinya fakta yang terjadi karena perkembangan zaman bisa jadi sumber buat pengambilan hukum Islam. Asal deh!
Padahal sampai kiamat sumber hukum Islam hanya al-Quran, as-Sunnah, dan yang dibenarkan oleh keduanya; yaitu Ijma Sahabat dan Qiyas. Sehingga dalam hal ini kedudukan fakta dijadikan sebagai obyek hukum. Kalo ada fakta baru, maka akan ada proses istinbath alias penggalian hukum terhadap fakta itu. Di sini terjadi proses penelaahan informasi yang lengkap bin komplit seputar fakta itu. Lalu digali status hukumnya berdasarkan sumber hukum Islam. Proses ijtihad yang dilakukan para muj-tahid inilah yang menjadikan Islam is Never Die !
Pilih syar'i, tinggalkan kompromi!
Sobat muda muslim, sekarang saatnya kita berkaca pada diri kita. Jalan hidup seperti apa yang akan kita pilih. Haruskah kita mengorbankan jati diri kita sebagai muslim demi status gaul, seksi, atau tren? Pantaskah kita mengutamakan ridho masyarakat daripada ridho Allah? Ragukah kita terhadap kesem-purnaan aturan Allah? Malukah kita kalo kudu istiqomah dengan aturan Islam di lingkungan sekuler sekitar kita?
Adakah kompromi atau jalan tengah yang ditunjukkin Rasulullah dalam hidupnya? Seperti saat pamannya, Abu Thalib, menawarkan pangkat, harta, dan kehormatan agar beliau mau meninggalkan Islam? Jawabnya: nggak ada. Nggak ada banget. Yang ada justru ketegasan sikap Rasulullah: “Demi Allah, wahai Paman, an-daikata mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan perkara ini (Islam), niscaya aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah me-menangkan perkara itu atau aku hancur karenanya!”
So, mari kita jadikan Islam sebagai aturan hidup kita. Kita pelajari, pahami, amalkan, yakini, dan dakwahkan. Oke deh, pilih syar'i, and no compromise ! Met berjuang ye!


*dari berbagai sumber

I$L@M, I'm in LovE

Huhuy! Kesannya gimanaa gitu. Bukan sulap bukan sihir, dan ini juga bukan judul film tandingan Eiffel, I'm in Love . Ini sekadar judul yang moga saja ‘efek'-nya bisa lebih dalem lagi tentang perasaan cinta kita kepada Islam. Tul nggak seh? Moga juga bikin kamu tambah kesengsem kepada Islam. Karena apa? Karena jatuh cinta sama Islam bikin segalanya tampak indah. Bener lho, kagak bo'ong!
Sobat muda muslim, banyak jalan untuk jatuh cinta. Banyak ragam cara kita menemu-kan cinta. Itu sebabnya, nggak usah heran bila akhirnya banyak pula yang langsung lengket-masket kepada apa yang dia cintai. Jatuh hati setengah mati.

Nah, ngomong-ngomong soal Islam, ternyata banyak manusia yang tergoda dan akhirnya tulus mencintai agama Allah yang risalahnya dibawa Muhammad saw. ini. Abisnya, pesona Islam bikin hidup lebih hidup sih. Jadi, siapa pula yang tega menelantarkannya? Kayaknya itu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang nggak kenal sama Islam dan satu lagi, yang membenci Islam. Setuju? Kudu! (maksa banget neh!)
Tipe yang manakah kamu? Kayaknya masih mending deh kalo sekadar belum kenal sama Islam. Itu bisa kita upayakan untuk mengenal-nya lebih dekat, lebih dalem, dan lebih intim. Kata pepatah, “tak kenal maka ta'aruf” Hehehe.. bener dong. Kalo nggak kenal ya, kita kenalan. Biar tambah kenal. Terus, ujungnya kita bisa sayang tuh. Betul?

Sobat muda muslim, bagaimana rasanya orang yang sedang dirundung rasa suka? Wuih, kayaknya kamu udah paham banget di level ini mah. Bawaannya seneng mulu kan? Bikin kita enak tidur dan enak makan kan? Bisa juga kita bangga memilikinya kan? Bahkan sangat boleh jadi kita bakalan rela berkorban demi cinta kita kepada yang sedang kita cintai. Nggak cuma rela ngorbanin perasaan, tapi ikhlas dan ridho kalo harus mengorbankan nyawa yang cuma satu-satunya ini. Bener lho.

Islam, agama yang sudah malang-melintang selama lebih dari 14 abad ini banyak yang mencintainya, meski kudu diakui bahwa banyak juga yang membencinya. Kenapa? Karena kehadirannya bagi yang memiliki akal sehat dan nalar yang cerdas, Islam adalah sebuah kenikmatan luar biasa. Tapi bagi mereka yang akalnya turun ke jempol kaki, dan nalarnya jongkok, ditambah hawa nafsu yang menjadi panglimanya, maka Islam layak untuk dibenci. Jadi, ini bergantung sudut pandang dan tentunya keimanan saja. Memang benar, bahwa kita harus menilai sesuatu itu secara objektif. Sebab kalo berat sebelah, itu namanya subjektif. Nggak cocok jadi wasit neh. Hehe.. Buktinya? Jangan heran kalo kecintaan kita yang berlebih kepada seseorang, akan menggelapkan penilaian kita kepadanya. Kalo cinta udah terpatri di dada, kita bisa dikalahkan oleh cinta. Celakanya, kalo pun doi berbuat salah, rasanya nggak pantes untuk dikasih masukan berupa saran dan kritik. Celaka ‘kali dikau, bah! Sebaliknya juga sama, kalo kita udah benci sama seseorang, rasanya orang tersebut pasti salah aja di mata kita. Meski adakalanya dia memiliki kebenaran. Nah, jangan sampe kita seperti itu.

Tapi Bro, cinta kita kepada Islam, ini persoalan yang lain daripada yang lain. Karena apa? Karena Islam adalah agama yang dijamin kebenarannya oleh Allah. Agama ini diemban risalahnya oleh Nabi Muhammad saw. Jelas, Islam berasal dari sumber yang nggak mungkin lagi salah. Itu sebabnya, kecintaan kita kepada Islam, bukan lagi menggelapkan mata istilahnya, tapi mencerahkan hidup kita. Ujungnya, kita akan taat kepada seluruh ajaran Islam dan bahkan kita ingin menyampaikan kebenaran Islam ini kepada siapa pun dengan segala kemampuan yang kita miliki. Tentunya, ini sebagai bukti kecintaan kita kepada Islam, Rasulullah saw., dan juga Allah Swt. Begitu sobat.

Bukan cinta biasa...
Sobat muda muslim, Salman al-Farisi demi cintanya kepada kebenaran. Ia rela mencari agama yang sanggup mencerahkan pikiran dan mengobati kegundahan jiwanya.
From Persia With Love . Yup, boleh dibilang Salman al-Farisi begitu. Sebab, dengan cinta di dada untuk mencari kebenaran, beliau rela jauh-jauh dari Persia berkelana sampe terdampar di Madinah. Bertemu Rasul dan masuk Islam. Kecintaannya kepada Islam mengalahkan kepercayaannya sebagai kaum penyembah api. Yes, Salman meninggalkan agama Majusi (Zoroaster).

Dikau tahu Mush'ab bin ‘Umair? Duh, sahabat Rasulullah saw. yang satu ini ridho ninggalin istana megahnya demi cintanya kepada Islam. Rela mencampakkan pakaian indah dan gelimang harta. Islam, mampu me-nenggelamkan segala kenikmatan dunia lainnya.
Mush'ab bin ‘Umair adalah orang pertama yang diutus Rasulullah saw. untuk membacakan al-Quran, mengajarkan Islam, dan memberi pemahaman agama kepada masya-rakat Madinah. Mush'ab mene-mani 12 orang laki-laki Madinah setelah Bai'at ‘Aqabah pertama.
Alhamdulillah, Islam kemudian tersebar cepat di Madinah, hingga membuat Rasulullah saw. gembira dan memikirkan untuk hijrah ke sana sekaligus menerapkan Islam sebagai ideologi negara. Subhanallah , begitulah jika cinta sudah terpatri kuat di hati. Islam memang layak kita cintai, kita bela, dan kita perjuangkan.

Drama ke-hidupan bersama Islam yang di-mainkan para sa-habat Rasulullah saw. dalam membela Allah, Rasul-Nya, dan tentunya juga Islam sungguh sangat mengagumkan. Suatu ketika Zaid bin Datsinah bersama lima sahabat lainya diutus Rasulullah menemani sekelompok kecil kabilah untuk mengajarkan Islam ke kabilah yang bertetangga dengan Bani Hudzail tersebut. Waktu itu, negara Islam sudah berdiri. Kejadiannya pasca Perang Uhud. Sayangnya, enam utusan Rasulullah saw. itu dikhianati. Tiga di antaranya syahid. Tiga lagi menjadi tawanan dan dijadikan budak untuk dijual (termasuk Zaid bin Datsinah). Waktu itu, Zaid hendak dibeli oleh Shafwan bin Umayyah, untuk kemudian dibunuh sebagai balasan atas kematian ayahnya, Umayyah bin Khalaf, yang tewas di tangan kaum Muslimin saat Perang Badar. Bales dendam nih ceritanya.
Zaid ditanya oleh Abu Sufyan: “Hai Zaid, aku telah mengadukanmu kepada Allah. Sekarang, apakah engkau senang Muhammad berada di tangan kami menggantikan tem-patmu, lalu engkau memenggal lehernya dan engkau kembali kepada keluargamu?”
Demi Allah!” jawab Zaid lantang, “Aku tidak rela Muhammad menempati suatu tempat yang akan dihantam jerat yang menyiksanya, sementara aku duduk-duduk dengan keluargaku.”
Abu Sufyan terkesan banget tuh dengan kata-kata Zaid. Bibirnya menyungingkan senyuman sinis sambil bilang, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang mencintai sahabatnya seperti kecintaan sahabat-sahabat Muham-mad,” kata Abu Sufyan geram di tengah kekagumannya. Kemudian, Zaid pun dibunuh. Subhanallah , ini memang bukan cinta biasa.

Membela dan memperjuangkan Islam, sebagai bentuk kecintaan kepada agama Allah ini, membuat Khubaib, temannya Zaid yang juga diutus Rasulullah dalam misi tersebut, rela melepaskan nyawanya. Sebelum syahid, beliau memandang musuh-musuh Allah dengan marah sambil meneriakkan doa, “Ya Allah, sesung-guhnya telah sampai kepada kami risalah Rasul-Mu, maka besok sampaikan kepadanya apa yang membuat kami demikian. Ya Allah, hitunglah (bilangan) mereka (dan lemparkan mereka) berkali-kali, bunuhlah mereka dengan sekali lumat, dan janganlah Engkau biarkan mereka hidup seorang pun dari mereka!” Mendengar teriakan Khubaib, mereka menjadi gemetar. Dengung suara itu seolah merobek-robek nyawa mereka. Kemudian, Khubaib pun dibunuh.
Ini baru sahabat Rasulullah saw. bagai-mana dengan Rasulullah saw.? Ini salah satu kisahnya. Simak ye…

Aisyah ra. bercerita tentang Rasulullah saw. setelah didesak oleh Abdullah bin Umar. Apa yang diceritakan Ummul Mukminin Aisyah ra? Beliau menceritakan sepotong kisah bersama Rasulullah saw. ( Tafsir Ibnu Katsir, I: 1441 ): “Pada suatu malam, ketika dia tidur bersamaku dan kulitnya sudah ber-sentuhan dengan kulitku, dia ber-kata, “Ya, Aisyah, izinkan aku ber-ibadah kepada Rabbku.” Aku ber-kata, “Aku sesung-guhnya senang me-rapat denganmu, tetapi aku senang meli-hatmu beribadah kepada Rabbmu.”Dia bangkit mengambil gharaba air, lalu berwudhu. Ketika berdiri shalat, kudengar dia terisak-isak menangis. Kemudian dia duduk membaca al-Quran, juga sambil menangis sehingga air matanya membasahi janggutnya, ketika dia berbaring, air matanya mengalir lewat pipinya mambasahi bumi di bawahnya. Pada waktu fajar, Bilal datang dan masih melihat Nabi saw. menangis,”Mengapa Anda menangis, padahal Allah ampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang kemudian?” tanya Bilal. “Bukankah aku belum menjadi hamba yang bersyukur. Aku menangis karena malam tadi turun ayat Ali Imran 190-191. Celakalah orang yang membaca ayat ini dan tidak memikirkannya.”

Demi cintanya kepada Allah, dan juga agama ini, Rasulullah saw. sanggup menge-sampingkan kenikmatan-kenikmatan lainnya. Subhanallah . Sekali lagi, ini bukan cinta biasa!

Kenali, sayangi!!!!
Kalo udah kenal, rasa sayang itu dengan sendirinya akan muncul. Bahkan rasa sayang itu bisa diterjemahkan kebih dalem lagi, yakni dengan pembelaan dan perjuangan. Hebat sekali bukan? Gimana caranya kenal sama Islam? Seperti halnya Rasulullah saw. mengutus Mush'ab bin ‘Umair untuk mengajarkan Islam, maka satu-satunya cara mengenal Islam adalah dengan mempelajarinya. Jadi, ngaji. Suer, dengan belajar kita jadi tahu segalanya. Waktu kita SD, kita nggak tahu huruf abjad, nggak bisa nyebutin angka 1 sampe 10, juga nggak mengenal bagaimana indahnya bersahabat. Itu semua karena kita mau belajar.

Sobat muda muslim, banyak orang tertarik dengan Islam, ketika mereka mengetahuinya. Tentunya, me-reka jadi kenal Islam setelah belajar. Salah satunya Prof. G. Margoliouth dalam De Karacht van den Islam yang menuliskan, “Pe-nyelidikan telah menun-jukkan, bahwa yang dike-tahui oleh sarjana-sarjana Eropa tentang falsafah, astronomi, ilmu pasti, dan ilmu pengeta-huan semacam itu, selama beberapa abad sebelum Renaissance , secara garis besar datang dari buku-buku Latin yang berasal dari bahasa Arab, dan Quran-lah yang, walaupun tidak secara langsung, memberikan dorongan pertama untuk studi-studi itu di antara orang-orang Arab dan kawan-kawan mereka”

Sejarawan Barat, W. Montgomery Watt menganalisa tentang rahasia kemajuan peradaban Islam, ia mengatakan bahwa Islam nggak mengenal pemisahan yang kaku antara ilmu pengetahuan, etika, dan ajaran agama. Satu dengan yang lain, dijalankan dalam satu tarikan nafas. Pengamalan syariat Islam, sama pentingnya dan memiliki prioritas yang sama dengan riset-riset ilmiah.





Jadi, intinya memang dengan belajar untuk bisa mengenali Islam. Ujungnya, kita jadi sayang. Jangan kalah dengan rasa cinta kita kepada lawan jenis aja. Kalo udah seneng sama seseorang yang kinclong di kelas, pengennya deket, biar bisa tahu rahasia hatinya. Berbagai cara dilakukan untuk PDKT. Tujuannya? Untuk bisa tahu seberapa pantas ia jadi calon kita, dan yang penting, seberapa besar ia mencintai kita. Jangan-jangan kitanya aja yang kegeeran, padahal mah doi nggak cinta seujung rambut pun kepada kita. Kalo gitu, langsung deh nyanyi Pupus -nya Dewa. Kasihan deh lo!
Sobat muda muslim, kita kudu yakin lho kalo mencintai Islam pasti ada untungnya juga. Kita jadi lebih lega, lebih tenang, dan lebih nyaman dalam menjalani hidup ini. Islam memberikan segalanya buat kita. Kenikmatan di dunia dan juga di akhirat. Dijamin nggak bakalan bertepuk sebelah tangan deh kalo kita mencintai Islam, Rasul-Nya, dan juga Allah Swt. Insya Allah sukses dunia akhirat. Yakin itu.Setiap kita melakukan perintah yang wajib maupun sunnah, juga memutuskan untuk tidak melakukan perbuatan haram, insya Allah ada ganjarannya. Inilah okenya Islam. Mulai sekarang, tancapkan niat untuk belajar mengenal Islam. Sabda Rasulullah saw.: “Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang maka dia diberi pendalaman dalam ilmu agama. Sesungguhnya memperoleh ilmu hanya dengan belajar.” (HR Bukhari)

Nah, kalo udah tahu, kan kita bisa sayang sama Islam tuh. Kayaknya pantes deh kalo kita tulis besar-besar di depan meja belajar kita: “Islam, I'm in Love” .













Mengutip beberapa bait dari blog :
Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta.
Mengajak kita untuk terus berlari.

Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

Kalau iman dan syetan terus bertempur. Pada akhirnya salah satu harus mengalah.
*dari berbagai sumber

GHAiiiiiiiiiiB………………,takut g’sich?

Kamu percaya kan ma hal-hal g’keliatan dunia ni? Yup,kamu emang harus wajib kudu percaya yang namanya ghaib. Kalo dibilang serem juga iya sih tapi itulah bukti kebesaran 4W1 yang udah ciptain n’ ngatur hal-hal yang ghaib. Yang jadi pertanyaan di kepala qt smua, kenapa qt percaya ma yang ghaib? Dari mana qt tau ghaib itu? Nah…..penasaran kan?
Gini ya sobat, qt tau ghaib tuh dari Kitabullah or Firman 4W1 alias Al Qur’an yang agung. Loh koq? Ya iyalah. Coba deh skarang kamu buka Al Qur’an, surat Adz Zariyat ayat 56.Udah belom? Bener bagetz deh disana da ditulis “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” Gimana percaya kan ada jin? Kalo 4W1 yang bilang pastinya percaya deh….
Nah skarang ni qt g’ngomongin jin ya? Tapi qt mo ngomongin tentang keimanan qt ma malaikat, hari kiamat, n qada’ juga qodar. O….gitu toh? Udah deg..degan aja nih..He..he..Lajut deh.
  1. Iman ma Malaikat
Dalam Qur’an disebutin “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. Ali Imron:18).
Masih belum ngeh?
Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (Q. S An Nisa: 136).
Sobat, tau g’sih kalo malaikat tu diciptain dari cahaya lho. Tapi jangan mikir kalo ketemu ma lampu ntar dikira malaikat loh, it’s wrong gils! Trus menurut penjelasan Al Qur’an juga malaikat tu berada di langit n bumi, kadang2 di langit n kadang juga di bumi.
Guys, malaikat adalah pasukannya 4W1 yang punya tugas sesui ma perintah 4W1. Di Qur’an n’ di Hadist,Qta tau :
  1. Malaikat Jibril, tugasnya menyampaikan wahyu dari 4W1. Wahyu yang ni bukan temen sekelasmu itu loh. Bukan tau?
  2. Malaikat Mikai, tugasnya memberikan rezeki dari 4W1. So kalo laper, baru bokek, de el el yakin aja deh rezeki pasti datang koq?
  3. Malikat izrail, tugasnya mencabut nyawa manusia. Hi……hayo kamu udah siap blom?
  4. Malaikat Israfil, tugasnya meniup sangsakala. Ya…tanda berakhirnya kehidupan di dunia ni. Seremmmm….
  5. Maliakat Rakib n’Atit, tugasnya teman setia kemana ja kamu pergi pluzzz yang paling utama nyatetin pa ja (baik n’ buruk) yang udah kamu lakuin sehari2.
  6. Malaikat Munkar n’ Nakir, tugasnya nemenin kamu kalo kamu rumahnya udah di kuburan skalian nanyain amal perbuatanmu di dunia.
  7. Malaikat Malik, tugasnya njagain Neraka yang panasnya lebih panas dari terik mataharin panasnya lahar gunung merapi. Takut……..t
  8. Malaikat Ridwan, tugasnya njagain Syurga yang hawanya lebih sejuk dari kaliurang n puncak bogor.
Kalo kamu udah paham ma adanya malaikat so jangan santai2 ja kalo mo ngelakuin dosa trus jangan takut kalo mo ke kamar mandi sendiri apalagi kalo nonto film horror,cozzzzz udah da temennya. Siapa dia? Ya malaikat Rakib n Atid…

  1. Iman ma Hari Kiamat
Teeeeeeet….Teeeeeeet….Teeeeeeet…..coba bayangin kalo ni suara sangsakalanya malaikat isrofil. Pastinya banyak orang yang pada ketakutan, lari, pasrah, dll. Qt tau kebesaran 4W1 ni datangnya belom skarang, entah kapan? Yang pasti mulai sekarang qt kudu siap2 ma amalan2 qt yang baek buat bekal masa depan qt. jangan sampe tas, baju, uang, perhisan or ijazah yang qt bawa. G’bakalan deh kepake di akherat….
Kata 4W1: Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". So kamu g’ bakalan tau deh kapan hari kiamat datang. Jadi siap2nya skarang ja ya? Ke mana? Ke akherat…
Kayak gimana sich kejadian kiamat itu? 4W1 bilang: “Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.” (Q.S Al Qori’ah: 1-11).
Selain itu, Firman 4W1 di Q.S Al Zalzalah: 1-8 “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?", pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” Takut g’ sich? Takuuuuuuuuut…Makanya tobat ya?

  1. Iman ma Qada’ n Qadar
Qada’ adalah Ketentuan 4W1 terhadap kejadian yang da di alam semesta, kehidupan, n manusia. Trus Qadar adalah Penciptaan 4W1 terhadap khasiat-khasiat (sifat-sifat) tertentu terhadap benda-benda hidup or mati.





Subhanallah deh ciptaan n pengaturan yang amat sangat DeTail bangetz ma Alam Semesta, Kehidupan, n Manusia. Moga smua penjelasan diatas makin nguatin IMAN qt ma Malaikat, Hari Kiamat, n Qada’ n Qodar.Amin…..Tetep Smangat ngaji ya girls? Allahu’Akbar!!!!

INTINYA:
4W1 udah kasih Qt AKAL u/ BERPIKIR atas sgala ciptan2NYA
trus….PERSAAN Qt gunain u/ MEYAKINI pa ja yang udah diciptain 4W1
abis tu….Qt RELA u/ diatur ma pa ja PERINTAH n LARANGAN 4W1
coz.....4W1 juga lah yang udah ngatur perjalan kehidupan Qt sampe skarang ni.

So Don’t Worry Be Happy, Okay?
*dari berbagai sumber

Kamu PeRCaYa Ma Sapaaa?



Oeeeee…..Oeeee….Oeeeee….seorang bayi mungil baru ja lair dari rahim seorang ibu yang tampak kelelahan. Nah…. Itulah qt pas jadul gitu deh. Yup, qt diciptain 4W1 untuk hidup di muka bumi ni. Alhamdulillah senang rasanya. Sama halnya ma perasaan bapak qt pas selesai nunggu persalinannya si ibu. Tunggu dulu? Da pa sich? Ngagetin ja? G’, Cuma g’ nyangka ja kalo 4W1 tu g’ Cuma nyiptain qt ja lho tapi ngerawat qt dari bayi sampe seGEDHE ni. Ya…tentu ngerawatnya melali tangan ortu qt donk…Iya kan?
Lho sapa sih 4W1? Kenapa 4W1 nyiptai qt? Jadi penasaran aza deh…
  1. Iman ma 4W1
Kata 4W1 dalam Al Qur’an “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.”(Q.S Al Mu’minun:12-14).
Yup, bener banget 4W1 adalah Tuhan yang udah MENCIPTAKAN n’ MERAWAT (Mengatur) qt untuk tinggal di dunia ini . So 4W1 punya sebutan yang keren abiz. 4W1 adalah Al Kholiq (MAHA PENCIPTA) n’ Al Mudabbir (MAHA PENGATUR).
Mau bukti….ni dia “Katakanlah: "Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman" (Q. S. Yunus:101).
Kalo qt percaya ma 4W1 berarti qt adalah seornag muslim yang mesti harus sangat mau bangetz diatur ma pa ja ma smua perintah n’ larangan 4W 1 coz seorang muslim g’akan sempurna kalo dia g’beriman ma adanya 4W1. Mungkin da yang nyeletuk, kalo 4W1 kan g’ bisa dilihat, ya gimana qt bisa percaya donk? Emang wujud 4W1 skarang ni g’bisa dilihat dengan mata telanjang tapi coba ngerasain aja keberadaan 4W1 dengan sgla ciptaan2nya yang sumpah deh qt g’bisa nandingin. Iya kan? Mo nyiptain gunung, bagi 4W1 sangat mudah bangetz deh, tinggal bilang “Kun Fayakun”, udah jadi Gunung Merapi. Kalo Qt? Gambar gunung ja kadang ja jelek. Hee…he…(Wah Nyindir NiCh?). Makanya jadi orang jangan sombong bin ujub deh, g’baek atuh. Ayo TOBAT aja deh….
Qt ni manusia yang punya sifat lemah, terbatas, n butuh orang lain. Da gempa ja udah gemeteran. Da Piter eh itu kan nama orang, maksudnya Peter ja udah ngumpet. Eh…mau sombong, jangan bangetz deh…Eling..Eling qt ni Cuma ciptaan 4W1 g’pantes banget deh buat sombong. Yang boleh sombong ya Cuma 4W1 Aza Wajala coz Dia punya sifat AZALI (apaan tuh?). AZALI adalah Tidak Berawal n Tidak Berakhir. So 4W1 WAJIBUL WUJUD artinya wajib adanya. Gimana DONG or BlooNG??? Intinya sih 4W1 tu ada gito. Jangan mikir macem2 tentang wujudnya 4W1 ya? Bisa2 kamu gila…Na’udzubillahimindzalik deh…Lanjut deh…
  1. Iman ma Nabi dan Rasul
Sapa lagi ni Nabi? Sapa juga Rasul? Mumet…Eit..tunggu dulu, g’ sampe segitunya kali’.Gini loh, Nabi tu adalah seorang manusia utusan 4W1 yang diberi 4W1 wahyu untuk memberi petunjuk hidup kepada dirinya sendiri, keluarga, n kaum tertentu. Trus kalo Rasul tu adalah seorang manusia utusan 4W1 yang diberi 4W1 wahyu untuk memberi petunjuk hidup kepada dirinya sendiri, keluarga, n smua umat manusia. Wow…keren ya? Ya iyalah. Itu tugas yang amat berat juga mulia lho. Tapi kenapa ya koq g’ 4W1 ja yang ngelakui sendiri? Nah..itulah bukti kebesaran 4W1 yang mengirimkan utusan2NYA yang diperuntukan untuk manusia. Kalo petunjuknya untuk manusia ya yang menjadi petugas untuk ngarahin manusia ke jalan yang bener ya pastinya manusia juga donk.
Kata 4W1 Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (Q.S Al Baqarah:136)
Trus…Firman 4W1 “Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.” (Q. S. Al Mu’min:78)
Da Lagi ni..Menurut 4W1 “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (Q. S. Saba’:28)
Melalui Rasulullah SAW, ISLAM bisa sampai kepada qt. Selain itu qt juga bisa mencontoh sifat2 beliau yang sungguh terpuji. Dari Keteguhan, Pengorbanan, Kesabaran, Ketabahan, Kecerdasan, Kebaikkan, Kebenaraan Rasulullah bisa qt tiru. Aneh kan kalo malaikat or syetan yang ngajarin qt untuk berbuat baik, ntar malah qt lari terbirit-birit.
  1. Iman ma Kitab 4W1
Mau lebih matep lagi berislam? Mau…Mau?Okay, qt kupas abiez tentang wahyu (bukan temenmu lho?) alias kitab 4W1. Seorang muslim wajib yakin ma kitab2 yang diturunin 4W1. 4W1 pernah nurunin Kitab Zabur ma Nabi Daud AS, Kitab Taurat ma Nabi Musa AS, Kitab Injil ma Nabi Isa AS. Tapi ketiga Kitab ni sekarang g’ da yang asli. Ada loh kitab yang pualing sempurna dari kitab2 yang laen adalah Al Qur’an yang dibawa ma Nabi besar qt Muhammad SAW. InsyaAllah kemurnian Al Qur’an akan dijaga 4W 1 sampe hari kiamat nanti. Kata 4W1 Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (Q. S. Al Hijr: 9)
Sobat, pas jaman Rasulullah da 3 pendapat tentang penciptaan Al Qur’an. Yuk qt tengok deh…
  1. Apakah Al Qur’an adalah karangan Bangsa Arab?
  2. Apakah Al Qur’an adalah karangan Nabi Muhammad?
  3. Apakah Al Qur’an adalah dari 4W1?
Aduh…bingung juga nih? Tenang bos, ayo qt buktiin mana yang bener!!!
  1. Apakah Al Qur’an adalah karangan Bangsa Arab?
Menurut kamu gimana?! Waduh? Gini pas jamannya Rasul, Bangsa Arab itu adalah bangsa penyair. Kebanyakan orang-orang Arab tu penyair smua. Trus banyak yang nuduh kalo itu cuma sihir Muhammad ja. Trus 4W1 nyuruh Nabi untuk menantang mereka membuat surat yang sama kayak Al Qur’an. Surat tentang gajah lah yang dijadiin pertandingan. Orang2 Arab membuat surat yang isinya: Gajah adalah binatang besar berkaki emat, berkuping dua, berbelalai satu, berekor satu, dan bla..bla…bla..tapi kalo Ayat 4W1 tetntang gajah berbunyi Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” (Q. S. Al Fill:1-5).
Beda bangetz kan?
So Orang2 Arab g’ bisa bikin Al Qur’an….
  1. Apakah Al Qur’an adalah karangan Nabi Muhammad?
Kata 4W1:Atau (patutkah) mereka mengatakan "Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar." (Q.S Yunus: 38). Lagian Nabi Muhammad juga Bangsa Arab, pastinya g’bisa bikin donk. Ditambah lagi Beliau seorang yang UMMI (g’ bisa baca n’ nulis Al Qur’an). So Nabi Muhammad g’ bisa juga bikin Al Qur’an….
  1. Apakah Al Qur’an adalah dari 4W1?
Yup, inilah yang pualing benerr bangetz. Emang 4W1 yang buat Al Qur’an. Al Qur’an adalah firman 4W1 yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril untuk dijadiin pedoman hidup (kompasnya) manusia. So you must believe it, Okay?! So…Tetep Smangat mengkaji ngaji yaw?

*dari berbagai sumber

Hayoooo M!K!R!N Apaan?!

Pernah g’sih kamu mikir kalo kamu dulunya g’da sebelum dilahirkan ke dunia ini n kamu diciptain dari sebuah ketiadaan?
Coba bayangin aja deh kalo gempa bumi mungkin aja datang tiba-tiba pas kamu baru tidur or baru mandi. Trus ditambah rumahmu ato sekolahanmu ancur sampe rata ma tanah pahadal cuma tempo beberapa detik aja kamu udah kehilangan segala sesuatunya yang kamu punya di dunia ini?
Kamu ngerasa g’sich kalo hari-harimu berlalu sangat cepat, kamu pun lambat laun berubah jadi makin tua (hayooo…sapa yang ngerasa tua?) n ngerasa lemah, juga kehilangan ketampanan ato kecantikan, kesehatan or kekuatanmu?
Udah siap belom sih kalo suatu hari nanti, malaikat Izroil yang diutus ma 4W1 akan datang menjemput untuk bawa kamu meninggalkan dunia ini?
Nah kalo gitu, koq bisa sih orang-orang g’sadar-sadar kalo kehidupan dunia yang sebentar lagi ni akan mereka tinggalin? Padahal seharusnya mereka jadiin kehidupan dunia ni sebagai tempat untuk bekerja keras dalam meraih kebahagiaan hidup di akhirat? Tanya kenapa? Jawab sendiri aja ya? Pusing…eit..eit dulu, g’segitunya kali. Mm….keliatan tuh kamu jarang berpikir. Hayo ngaku? Lho koq maksa?
Gini ya, manusia adalah makhluk yang diciptain ma 4W1 paling sempurna dari mahluk-mahluk laennya. Buktinya aja setiap orang punya akal untuk berpikir pa ja yang dia suka, mahluk yang laen mana punya akal. Tapi sayang, kebanyakan mereka g’ gunain sarana yang amat sangat teramat penting ini sebagaimana mestinya. Bahkan pada kenyataannya sebagian orang hampir jarang banget buat mikir. Koq gitu bangetz sich?
Sebenarnya, setiap orang punya tingkat kemampuan berpikir yang seringkali ia sendiri g’ nyadar. Pas mulai gunain kemampuan berpikir, kita perlu syarat2 berpikir biar makin sip aja gito…Pa ja sih syarat2nya:
  1. Ada fakta ato kenyataan
  2. Indera-indera, hayo da berapa? Jangan lupa loh?
  3. Otak
  4. Informasi sebelumnya (ma’lumat as-sabiqoh)
Smua di atas ini supaya bisa mikirin apa ja yang mo kamu pikirin…Tapi, ada juga lho macam-macam berpikir, mo tau kan?
  1. Berpikir Dangkal
Adalah seseorang yang berpikiran pendek di mana dia cuma mikirin sesuatu hal yang g’da gunanya. Berpikir kayak gini bisa ngakibatin qt kecewa loh! Contohnya: putus cinta ya bunuh diri aja deh (Hii….Na’udzubillahimindzalik!!!)
  1. Berpikir Mendalam
Adalah seseorang yang berpikirnya setengah-setengah di mana dia cumamikir yang nangung2 alia setengah2 ja. Berpikir kayak gini juga bisa ngakibatin qt kecewa loh! Contohnya: kalo putus cinta ni, dia cari cowok lagi deh yang lebih keren….g’ lah yaw?
  1. Berpikir Cemerlang
Adalah seseorang yang berpikirnya menyeluruh alias lengkap…kap…kap…dimana dia mikirin sampe sedetail-detailnya.Nah…berpikir kayak gini g’bikin qt kecewa loh. Percaya deh?! Contoh: kalo putus cinta ya disyukuri aja deh coz dalam islam kan g’ da yang namanya pacaran. Takut julga loh kalo ngelanggar perintah 4W1 ntar kalo diazab gmn?
So.....yang paling pengenin dimiliki semua orang ya…berpikir cemerlanglah, trus dalam pikiran cemerlang qt pasti akan terbesit juga tentang 3 pertanyaan mendasar dalam hidup, yaitu:
  1. Dari mana kamu berasal?
  2. Apa tujuan kamu hidup?
  3. Akan ke mana kamu setelah hidup?

Dari 3 pertanyaan mendasar itu bisa kamu jadii ARAH HIDUP kamu di dunia ni. Trus pa ja yang kamu lihat ato pa ja kejadian ato peristiwa yang kamu temui bisa dijadiin RENUNGAN, kalo sebenernya qt tu g’da pa2nya di dunia ni. Qt tu kecil bangetz deh kalo diliat dari pucuk gunung kidul eh merapi. Kalo manusia g’mikirin kayak gini, berarti dia tuh udah sombong bangetz. Padahal tau g’sih, pa ja perkataan n perbuatan qt di dunia ni bakalan dipertanggung jawabkan di hadapan 4W1; percuma aja deh kalo kamu sadarnya pas di akherat, smua udah telat bangetz, ya g’bakal balik lagi ke dunia. Kata 4W1 "Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan,"Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini." (QS. Al-Fajr, 89:23-24) .Ayo…deh mulai sekang TOBAT aja ya! Caranya? Ya Diskusi Islam kayak gini donk ah…Sumpeh deh!

Tau g’sih 4W1 tu udah baek bangetz deh ma qt. Mo bukti? Sampe skarang ja kamu masih bisa baca tulisan ni. Berarti kamu masih dikasih kesempatan buat hidup kan? Coba tanyain kamu masih hidup g’? Maksudnya?

Berpikirlah trus diambil kesimpulan or pelajaran-pelajaran dari pa ja yang kita temui buat memahami kebenaran, so menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi kehidupan qt di akhirat kelak. Alasan inilah, Allah ngewajibin seluruh manusia, melalui para Nabi n’ Kitab-kitab-Nya, untuk mikirin n’ ngerenungin penciptaan n pengaturan kehidupan ni. Kata 4W1 "Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya." (QS. Ar-Ruum, 30: 8). So rajin belajar ya biar selalu berlatih buat berpikir, ya supaya g’pikun gito .Okay?

*dari berbagai sumber

Senin, 16 Mei 2011

Sejahtera Indonesia dengan Khilafah




Sudah saatnya menyatukan hati, pemikiran, dan langkah untuk mengganti System yg ada dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik dan Diridhoi oleh Allah SWT. Dalam bingkai Naungan Khilafah Islam!
Ikuti Rangkaian Acaranya di berbagai titik-titik kota besar :

Stadion Gelora Delta (Sidoarjo) = 26 Juni 2011

Stadion 17 Mei (Banjarmasin) = 02 Juni 2011

GOR Segiri (Samarinda) = 12 Juni 2011

Aula Poltek (Batam) = 12 Juni 2011

GOR Sumpah Pemuda (Bandar Lampung) = 12 Juni 2011

Gedung Pertemuan Umum (Palangkarya) = 12 Juni 2011

Aula SMK 1 (Palu) = 12 Juni 2011

Hotel Maspaqco (Jaya Pura) = 12 Juni 2011

Gedung Pancasila (Ketapang) = 12 Juni 2011

Asrama Haji (Palembang) = 18 Juni 2011

Hotel Vellya (Ternate) = 18 Juni 2011

Jogja Expo Center (JEC) (Yogyakarta) = 19 Juni 2011

Grand Ball Room Pangeran Hotel (Pekan Baru) = 19 Juni 2011

Aula Kantor Gubernur (Kepulauan Riau) = 19 Juni 2011

Balai Seminar UIN (Padang) = 19 Juni 2011

GOR Babel (Pangkal Pinang) = 19 Juni 2011

Gd Teater Tertutup Taman Budaya (Kota Bengkulu) = 19 Juni 2011 Eks Gd

Bioskop Sindang (Lubuk Linggau) = 19 Juni 2011

Auditorium RRI Telanai Putra (Jambi) = 19 Juni 2011

Aula Dayan Daod (Banda Aceh) = 19 Juni 2011

Auditorium Unram (Mataram) = 19 Juni 2011

Gedung Koni (Luwuk) = 26 Juni 2011

Gd Amphi Teater FKdokteran UNTAN (Pontianak) = 26 Juni 2011

Gedung Serba Guna UNG (Gorontalo) = 26 Juni 2011

Selecta (Medan) = 26 Juni 2011

Celebes Covention Center (Makasar) = 26 Juni 2011

Stadiun Kodam Siliwangi (Bandung) = 26 Juni 2011

Stadiun Lebak Bulus (Jakarta) = 29 Juni 2011

Terus Bergerak... Menuju Perubahan.... Umat Wujudkan.... Kesejahteraan.... dan Kegemilangan.....
"Hidup Sejahtera Didalam Naungan Khilafah".
ALLOHU AKBAR!!! ALLOHU AKBAR!!! ALLOHU AKBAR!!!

Minggu, 20 Februari 2011

Da'wah Tidak Dapat Dipikul Orang Manja



Wahai Saudaraku yang dikasihi Allah

Perjalanan da’wah yang kita lalui ini bukanlah perjalanan yang banyak ditaburi kegemerlapan dan kesenangan. Ia merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan dan rintangan berat.

Telah banyak sejarah orang-orang terdahulu sebelum kita yang merasakan manis getirnya perjalanan da’wah ini. Ada yang disiksa, ada pula yang harus berpisah kaum kerabatnya. Ada pula yang diusir dari kampung halamannya. Dan sederetan kisah perjuangan lainnya yang telah mengukir bukti dari pengorbanannya dalam jalan da’wah ini. Mereka telah merasakan dan sekaligus membuktikan cinta dan kesetiaan terhadap da’wah.

Pengorbanan yang telah mereka berikan dalam perjalanan da’wah ini menjadi suri teladan bagi kita sekalian. Karena kontribusi yang telah mereka sumbangkan untuk da’wah ini tumbuh bersemi. Dan, kita pun dapat memanen hasilnya dengan gemilang. Kawasan Islam telah tersebar ke seluruh pelosok dunia. Umat Islam telah mengalami populasi dalam jumlah besar. Semua itu karunia yang Allah swt. berikan melalui kesungguhan dan kesetiaan para pendahulu da’wah ini. Semoga Allah meridhai mereka.

Hanya kesetiaanlah yang dapat mengokohkan perjalanan da’wah ini. Kesetiaan yang menjadikan pemiliknya sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian. Menjadikan mereka optimis menghadapi kesulitan dan siap berkorban untuk meraih kesuksesan. Kesetiaan yang menghantarkan jiwa-jiwa patriotik untuk berada pada barisan terdepan dalam perjuangan ini. Kesetiaan yang membuat pelakunya berbahagia dan sangat menikmati beban hidupnya. Setia dalam kesempitan dan kesukaran. Demikian pula setia dalam kelapangan dan kemudahan.

Saudaraku seperjuangan yang dikasihi Allah

Sebaliknya orang-orang yang rentan jiwanya dalam perjuangan ini tidak akan dapat bertahan lama. Mereka mengeluh atas beratnya perjalanan yang mereka tempuh. Mereka pun menolak untuk menunaikannya dengan berbagai macam alasan agar mereka diizinkan untuk tidak ikut. Mereka pun berat hati berada dalam perjuangan ini dan akhirnya berguguran satu per satu sebelum mereka sampai pada tujuan perjuangan.

Penyakit telah menyerang mental mereka yang rapuh sehingga mereka tidak dapat menerima kenyataan pahit sebagai resiko dan sunnah dalam da’wah ini. Malah mereka menggugatnya lantaran anggapan mereka bahwa perjuangan da’wah tidaklah harus mengalami kesulitan.

Wahai saudaraku seiman dan seperjuangan

Aktivis da’wah sangat menyakini bahwa kesabaran yang ada pada dirinyalah yang membuat mereka kuat menghadapi berbagai rintangan da’wah. Bila dibandingkan apa yang kita lakukan serta yang kita dapatkan sebagai risiko perjuangan di hari ini dengan keadaan orang-orang terdahulu dalam perjalanan da’wah ini, belumlah seberapa. Pengorbanan kita di hari ini masih sebatas pengorbanan waktu untuk da’wah. Pengorbanan tenaga dalam amal khairiyah untuk kepentingan da’wah. Pengorbanan sebagian kecil dari harta kita yang banyak. Dan bentuk pengorbanan kecil lainnya yang telah kita lakukan.

Coba lihatlah pengorbanan orang-orang terdahulu, ada yang disisir dengan sisir besi, ada yang digergaji, ada yang diikat dengan empat ekor kuda yang berlawanan arah, lalu kuda itu dipukul untuk lari sekencang-kencangnya hingga robeklah orang itu. Ada pula yang dibakar dengan tungku yang berisi minyak panas. Mereka dapat menerima resiko karena kesabaran yang ada pada dirinya.
Kesabaran adalah kuda-kuda pertahanan orang-orang beriman dalam meniti perjalanan ini. Bekal kesabaran mereka tidak pernah berkurang sedikit pun karena keikhlasan dan kesetiaan mereka pada Allah swt.

Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (Ali Imran: 146)

Bila kita memandang kehidupan generasi pilihan, kita akan temukan kisah-kisah brilian yang telah menyuburkan da’wah ini. Muncullah pertanyaan besar yang harus kita tujukan pada diri kita saat ini. Apakah kita dapat menyemai da’wah ini menjadi subur dengan perjuangan yang kita lakukan sekarang ini ataukah kita akan menjadi generasi yang hilang dalam sejarah da’wah ini.

Maju terus dan tetap bertahan atau……Waktu akan menggilas setiap jiwa yang malas, loyo, suka mengeluh, pasif, cepat menyerah dan Akhirnya …TERSINGKIR

Ingat, da’wah ini tidak akan pernah dapat dipikul oleh orang-orang yang manja. Militansi aktivis da’wah merupakan kendaraan yang akan menghantarkan kepada kesuksesan. Semoga Allah menghimpun kita dalam kebaikan. Wallahu’alam.

-----------^______^-----------------------^_______^---------------------------

Memang kekecewaan adalah makanan da’wah...
Tapi makanan ini tidak bergizi, jangan biasakan memakannya...
Percayalah, kita takkan sanggup kecewa selama 24 jam terus menerus...

Tetaplah optimis mengerjakan agenda-agenda da’wah...
Kesulitan itu hanya sementara...
Kesulitan datang untuk pergi...

Janganlah kehilangan antusiasme dan semangat kita, karena itulah pegangan yang kokoh...
Semangat adalah milik kita yang hakiki...
Bukankah semangat adalah ruh dan jiwa kita...

Ikhwah fillah di bumi Allah...
Wahai yang berada di jalan da’wah...
Lelah bukan berarti kalah...
Walau kalah itu melelahkan...
Jangan kalah dengan lelah...
Allah memberi masalah agar kita terus bermujahadah...
Terus berjuang tuk tegaknya kemuliaan di muka bumi ini, dalam naungan payung Khilafah Rasyidah.




Sumber : DH Al Yusni (www.dakwatuna.com » » Da’wah Tidak Dapat Dipikul Orang Manja.htm)