Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 September 2013

“Aktivis Bangkit Membangun Peradaban Emas dengan Islam”

HTI Press. Sebagai upaya menyatukan visi dan langkah pergerakan gemilang serta menyadarkan aktivis tentang kebangkitan hakiki dengan Islam ideologis, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Chapter Kampus DIY menyelenggarakan dauroh aktivis mahasiswi DIY bertajuk “Aktivis Bangkit Membangun Peradaban Emas dengan Islam” di Wisma Kagama UGM, Ahad (22/9). Acara ini diikuti oleh para aktivis muslimah dari berbagai lembaga kampus di DIY dengan dua narasumber yaitu Ayhu Wahyudi Ahmad (Muslimah HTI Amikom) dan Mahya Nur Rahmah S.Si (Muslimah HTI UGM).
Pada sesi pertama, Ayhu memaparkan materi tentang Menuju Kebangkitan Umat. Dia menjelaskan bahwa perubahan yang harus dilakukan adalah bersifat sistemik dan bukan parsial, dimana negara menerapkan dalam seluruh aspek (poleksosbudhankam). Ayhu menambahkan bahwa kita terlanjur berada dalam kondisi yang rusak. “Tapi sebagai aktivis, kita adalah orang yang mempunyai tingkat kepedulian tinggi” seru Ayhu.
Sementara Mahya Nur Rahma menyampaikan bahwa sosok aktivis yang patut kita tauladani adalah Rasulullah saw yang menjadikan Islam sebagai mercusuar peradaban. Islam bukan sekedar agama melainkan Islam adalah ideologi. Ada 4 hal yang harus dipedomani oleh para aktivis, yaitu :
1. Yakin bahwa islam adalah satu-satunya agama yang diridhai Allah, way of life yang mengantarkan kita hidup sejahtera dunia akhirat
2. Islam adalah solusi dari segenap problematika manusia dan bila ditegakkan akan membawa rahmat bagi semua
3. Selain mabda Islam adalah bathil
4. Mendakwahkan Islam hingga tegak di seantero dunia adalah perbuatan mulia kewajiban utama.
Ayhu juga mengatakan, “Semoga acara ini menggerakkan kita untuk mengkaji Islam sebagai ideologi dan mendorong kita melakukan perjuangan yang benar, pergerakan menuju perubahan Islam. Jadilah aktivis-aktivis hakiki menuju perubahan Islam, dengan mengkaji Islam secara kaffah.”    Mahya menambahkan bahwa solusi tuntas dari keterpurukan umat adalah Islam. “Jadi krisis multidimensional saat ini hanya bisa tuntas dengan menerapkan sistem kehidupan Islam. Tugas kita adalah mendakwahkan Islam ke tengah-tengah masyarakat tanpa kekerasan sesuai tuntunan rasul” tegas Mahya.
Acara dilanjutkan sesi tanya jawab dan pembacaan puisi “Pemuda Cahaya Peradaban yang Memudar” oleh Mega A. Sireky kemudian diteruskan dengan  doa penutup. Peserta yang hadir sangat antusias mendengarkan penjelasan kedua pemateri dan berkenan untuk mengkaji Islam secara kaffah.[Ty_MMC-DIY]

Sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/2013/09/30/aktivis-bangkit-membangun-peradaban-emas-dengan-islam/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+hizbindonesia+%28Hizbut+Tahrir+Indonesia%29

Kamis, 26 September 2013

Audiensi Muslimah HTI ke Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga DIY

HTI Press. Selasa (10/9), delegasi MHTI DPD I HTI DIY yaitu Ustadzah Aeni Qoriah,Ustadzah Dini Prananingrum, Ustadzah Nurhidayah, Ustadz Shidiq al Bantuli dan istri Bu Hana.  Tujuan dari audiensi ini adalah dalam rangka menolak kontes kecantikan Miss World dan menjelaskan bahayanya terhadap moral peserta didik khususnya di Yogyakarta. Delegasi diterima dengan ramah oleh Kepala DIKPORA Bapak Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji, Dra Mulyati Yuni P, M.si selaku KaBid PNFI dan Dra. Triana Purnamawati, M.M Kabid DikMenti.
Ustadz Shidiq mengawali kunjungannya dalam rangka bersilaturahmi dan memaparkan tujuh alasan menolak ajang Miss World diantaranya yaitu kapitalisasi perempuan, dusta konsep 3 B, kampanye liberalisasi budaya, motif eksploitasi ekonomi terselubung, kedok pariwisata, ajang arus penyesatan dan membawa negara tunduk kepada korporasi.
Ustadzah Aeni Qoriah selaku pengurus MHTI DPD I HTI DIY mengatakan “Kedatangan kami ke DIKPORA memang lebih mendetailkan upaya eksploitasi pada ajang-ajang kecantikan memberikan dampak buruk terhadap siswa-siswi. Semestinya siswa didik mengutamakan bagaimana dia mencintai ilmu dan bagaimana menjadikan dirinya cerdas bukan justru disibukkan pada fisiknya. Beliau juga menjelaskan bahwa dusta 3 B (Brain, Beauty, Behaviour) kecerdasan dihitung dalam waktu singkat. Dampak dari kontes miss world ini membuat generasi mengalami moral distruktif yang harusnya dinegeri ini siswa didik adalah pelanjut estafet kepemimpinan yang mampu menjalankan perintah Allah. “Untuk itu kita wajib menolak karena besar dampaknya pada siswa” tegasnya.
Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji memberikan tanggapan dan ungkapan yang senada yaitu keberatan terhadap diadakannya kontes kecantikan miss world tersebut. Beliau pun juga menjelaskan tentang bagaimana menutup mata peserta didik terhadap ajang kecantikan demikian dan melakukan pelatihan-pelatihan terutama pendidikan karakter. “Sebetulnya kita berada pada posisi yang sama hanya kita pada peran yang berbeda”. Lanjutnya. Audiensi berjalan dengan lancar. Sebelum berpamitan Muslimah HTI memberikan Al Islam, Majalah Al Waie dan Tabloid Media Umat diterima langsung oleh Kepala DIKPORA. [Ty_MMC-DIY]
Sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/2013/09/17/audiensi-muslimah-hti-ke-kantor-dinas-pendidikan-pemuda-dan-olah-raga-diy/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+hizbindonesia+%28Hizbut+Tahrir+Indonesia%29

Audiensi Muslimah DPD II HTI Sleman ke Dinas Kesehatan Sleman tentang Kuesioner Alat Vital

HTI Press. Menyikapi pemberitaan beredarnya ‘kuesioner alat vital’, Muslimah DPD II HTI Sleman mengadakan audiensi ke kantor Dinas Kesehatan Sleman, Jum’at (20/9). Delegasi MHTI terdiri dari Meti Astuti, M.Ek. (Ketua DPD I MHTI ) didampingi suami, Ustadz Agung Dwi Sutrisno, dan tim Lajnah Fa’aliyah MHTI Sleman (Kustyaningsih, Shinta Asri Risnaeni, Aryanti). Audiensi diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Sleman dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes., didampingi dr. Cahya Purnama (sekretaris), dan Cahya (dokumentasi media pemkab).
Meti Astuti menyampaikan bahwa dengan spirit amar ma’ruf nahi mungkar, audiensi MHTI ini bertujuan memberikan masukan terkait kuesioner kesehatan reproduksi remaja (KRR) yang dipandang kurang patut diedarkan di sekolah karena mengandung konten porno. (Perlu diketahui, bahwa kuesioner tersebut sudah diujicobakan di beberapa sekolah di Sleman pada tahun 2012).
Meti menjelaskan pandangan MHTI terhadap masalah ini. Pertama, bahwa KRR hampir tidak mengambil nilai-nilai Islam dan program-program yang dikembangkan pemerintah berlepas dari nilai keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT. Yang dikedepankan hanyalah aspek reproduksi dan dampak, dengan materi yang justru mendorong remaja mencari tahu dan tergiur melakukan, termasuk keberadaan program ABCD (Abstain, Be Faithful, Condom, Drug). Pada faktanya, setelah program KRR diselenggarakan justru menambah angka free seks. Kedua, hendaknya program ini bisa digali dari nilai Islam, misalnya ketika remaja menjelang baligh bahkan sejak dini, diajarkan tentang mengetuk pintu ke kamar  orangtua, berpakaian menutup aurat, larangan berikhtilat sampai larangan zina. “Aspek pendidikan seksualitas ini kami pandang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam dan solusinya tidak sekedar tataran teknis, tapi hendaknya lebih fundamental dengan mengembangkan program KRR secara islami,” imbuh Meti.
Menanggapi masukan MHTI, dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes. menyampaikan bahwa kebijakan ini berasal dari pusat dan mempersilahkan berbagai elemen untuk memberi usulan dan berdialog dengan kementerian kesehatan. “Upaya pendidikan KRR melalui sekolah pun tidak bisa sendiri, kami dalam pembangunan bidang kesehatan selalu melakukan kerjasama lintas sektor,” papar Mafilindati.
Lebih lanjut Meti mengungkapkan, “Kami melihat kuesioner semacam ini merupakan bentuk edukasi yang tidak menurunkan seks bebas dan kehamilan tidak dikehendaki, karena pemerintah mengadopsi asas liberal yang sekedar memberi tahu struktur tubuh tanpa dibarengi pemahaman nidzam ijtima’i (aturan pergaulan) islami.” Mafilindati sepakat dengan penyampaian Meti, hanya saja tidak bisa menerapkan seluruhnya karena ada berbagai sektor yang saling bekerjasama dalam hal ini. Dia merekomendasikan agar MHTI membuat konsep kuesioner KRR yang disetujui oleh jubir delegasi MHTI.
Di sesi terakhir, delegasi MHTI menyampaikan produk berupa tabloid Media Umat dan press release Jubir MHTI “Kuesioner Tak Mendidik untuk Siswa Sekolah Menengah, Negara Gagal Lindungi Moralitas Bangsa.” (Ty_MMC DIY)
Sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/2013/09/23/audiensi-muslimah-dpd-ii-hti-sleman-ke-dinas-kesehatan-sleman-tentang-kuesioner-alat-vital/

Rabu, 25 September 2013

Pemikir-Ideologis.blogspot.com menjadi Goresan-ukhtyan.blogspot.com

25 September 2013. Hari ini mengganti alamat blog yang awal mulanya beralamat Pemikir-ideologis sekarang berganti menjadi Goresan-ukhtyan.blogspot.com. Beberapa hari lalu saya sempat membaca di beranda ada yang mengutarakan nama Pemikir Ideologis [PI]. Nah, nama Pemikir Ideologis ini awalnya adalah akun pribadi saya sendiri yang menginginkan bisa memiliki pemikiran ideologis. Tentu dengan Islam sebagai ideologinya, bukan Kapitalisme ataupun Sosialisme. Nick Pemikir Ideologis ini awalnya dulu hanya saya yang menggunakannya. Sudah cukup lama menggunakan akun itu, selang berapa lama saya mencoba untuk searching ketik Pemikir Ideologis, dan ternyata saya menemukan ada dua penggunakan akun pemikir ideologis. Cobalah saya inbox, menjelaskan bahwa akun PI adalah akun saya. Setelah beberapa hari, yang saya inbox mengganti akunnya dengan makna sama pemikir ideologis juga dengan menggunakan bahasa Inggris. Lama lagi, saya coba searching dan ketemu lagi dengan akun pemikir ideologis. Saya sendiri akhirnya ngalah mengganti nick fesbuk saya dengan nama lain.
Gonta-ganti nick name saya lakukan, hingga berending selanjutnya menggunakan Ukhtyan Muhibbah Firdaus [UMF].

Mengapa nama itu yang kemudian ditulis, mencari nama demikian bukan tanpa alasan namun ada misi dari sebuah penamaan. Sudah beberapa kali saya mengganti nick di fesbuk. Pencarian nama itu hasil dari menanyakan sana-sini. Harapan kepada Allah bisa Merindu akan sebuah Surga berharap juga bisa dicintai oleh Surga Firdaus. Semoga bisa menjadi pemicu dan melayakkan diri dan dengan dibacanya nick UMF itu semoga menjadi doa. Nama itu secara tidak langsung bisa menjadi doa, Ukhtyan Pecinta/perindu Firdaus. Firdaus yang dimaksud adalah Surga-Nya Allah, bukan Mas Firdaus yang saya sendiri belum punya kenalan sosok Mas Firdaus..he.he

Lanjut ya, nick UMF sendiri sekarang tidak bisa diganti. Mengapa? karena saya sudah keseringan ganti nick name, akhirnya sudah permanent nama itu dan tidak bisa diganti lagi. Ukhtyan sendiri juga masih banyak yang mengherankan, apakah itu nama asli ataukah nama samaran saya karena sering kenalan akhwat yang heran menanyakannya. Ukhtyan itu adalah nama panggilan saya, nama asli saya Tyan karena dikampus teman-teman sering memanggil dengan sebutan Ukhti didepan maka Ukhtyan itu sekarang menjadi nick saya :)

Tulisan ini semoga bisa mengalirkan inspirasi, inspirasi apa? inspirasi NULIS, jawab saya.
Terkait perganti alamat blog ini semoga saja yang searching alamat saya sebelumnya pemikir-ideologis.blogspot.com bisa sampai ke blog sini. Beberapa gambar lebah ideologis yang tersebar terlanjut mencantumkan alamat pemikir-ideologis.blogspot.com bahkan lebah ideologis (bee-movie) otomatis sempat menjadi icon saya,dilihat dari facenya ada yang mirip. Maka tak jarang saat saya ketemu teman saya di dunyat alias dunia nyata saat melihat saya jadi teringat lebah dan saat mereka melihat lebah bee-movie di fesbuk jadi ingat face saya. Ohhh . . .


#Salam Melukis Cahaya Khilafah :)

Senin, 16 September 2013

Miss World = Racun Dunia


[Jakarta, Radaronline] “Racun..racun..racun, mati laju darahku memang kau racun..” ini lirik lagu The Cangcuters berjudul Wanita Racun Dunia. Seperti yang kita ketahui bersama racun adalah sesuatu yang merugikan manusia, bisa menyebabkan kelumpuhan serta berakibat pada kematian. September ini Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan akbar kontes kecantikan miss world di Bali. Ajang Miss World yang diikuti oleh peserta wanita ini harus diwaspadai karena mengandung racun yang cantik dibalut dengan madu. Kontes yang akan disorot oleh miliaran pasang mata penduduk dunia ini telah menuai banyak protes dan penolakan khususnya dari umat Islam. Panitia penyelenggara mengeklaim bahwa kontes ini beauty with purpose dengan slogan 3 B (Beauty, Brain, Behaviour) serta untuk kemajuan pariwisata. Slogan 3B hanya pemoles saja karena secara logis pada kontes ini yang dinilai hanya kecantrikan fisik semata alias 3B Body, body and body.

Panitia ngotot menyelenggarakan MUI tegas angkat bicara menyatakan sikap menolak kontes ini “Pemilihan Miss World merupakan bentuk kontes kecantikan tidak sesuai dengan budaya Indonesia, karena lebih menampilkan budaya negara lain, sehingga di mata masyarakat Indonesia pemilihan Miss World terkesan merendahkan, melecehkan budaya bangsa seperti mempertontonkan aurat adalah merendahkan martabat perempuan” maka MUI menolak Miss World. Selain itu Habib Rizieq selaku imam besar FPI juga tidak tinggal diam, ia akan mengerahkan anggotanya untuk menolak Miss World. Juru Bicara Hizbut Tahrir Ismail Yusanto pun juga menyampaikan kepada Mabes Polri “Dengan didorong oleh semangat amar makruf nahyi munkar, memohon dengan sangat agar Mabes Polri mencabut izin tersebut, agar tidak timbul mudarat yang lebih besar” dan lebih dari 60 Ormas Islam lainnya menyatakan penolakan miss world ajang eksploitasi perempuan ini.

Sebagai generasi bangsa ini kita perlu mewaspadai racun pahit ajang Miss World. Meskipun panitia mengatakan tidak menggunakan bikini dan diganti dengan sarung Bali tetap saja Miss World adalah kampanye liberalisasi budaya serta ekspolitasi tubuh perempuan. Keuntungan dari acara ini sebenarnya juga tidak akan bisa meningkatkan ekonomi bangsa ini dengan dalih pariwisata. Keuntungan hanya akan berpihak kepada para korporasi khususnya MNC yang memiliki hak siar untuk bisa menyiarkan lebih dari 130 negara bukan kepada negara. Jelas alasan pariwisata lagi-lagi hanya racun semata. Logisnya antara keuntungan dan kerugian pada kontes ini jelas lebih besar segi kerusakannya yang berdampak buruk terhadap generasi bangsa ini. Dilain sisi bangsa ini sedang sibuk mendidik generasi bangsa agar memiliki moral yang unggul namun aneh Negara justru memberikan izin menyelengarakan Miss World yang sejatinya turut andil dalam upaya merusak moral generasi bangsa ini.

Pemerintah seharusnya bisa memikirkan secara matang bahwa ajang ini memiliki balutan racun pahit dan mematikan, tidak sekedar membuka aurat namun adanya racun kampanye liberalisasi yang bisa mematikan aqidah umat. Jika pemerintah negeri ini cinta terhadap masa depan bangsa semestinya pemerintah segera melakukan tindakan tegas untuk membatalkan ajang miss world sebelum semuanya terlambat dan tentu akan mengundang murka Allah swt.

(Ditulis oleh : Hernani Sulistyaningsih Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia)

sumber : http://radaronline.co.id/2013/09/08/miss-world-racun-dunia/

Rabu, 31 Juli 2013

Muballighah dan Majelis Ta’lim Yogyakarta Tolak Kontes Miss World

HTI Press. “Kontes Miss World diadakan bukan sekedar soal bikini dan umbar aurat, tapi menjadi ajang untuk promosi pakaian pantai di Bali” tegas Dr. Latifah (Lajnah Khos Muballighoh DIY) dalam MUSYAWARAH MUBALLIGHOH Muslimah HTI DIY pada rabu 26 juni 2013 di gedung PDHI Yogyakarta. Acara ini merupakan  serangkaian AGENDA MUSLIMAH PEDULI KEMULIAAN NEGERI yang diselenggarakan oleh MHTI dengan bertajuk “Tolak Kontes Miss World, Ajang Eksploitasi Perempuan dan Liberalisasi Budaya”, sebagai wujud kepeduliannya terhadap segala bentuk eksploitasi dan perusakan kaum perempuan yang berakibat rusaknya akhlak generasi bangsa.
Lebih lanjut Dr. Latifah membongkar tentang dusta konsep yang diusung yaitu 3B (Brain, Beauty and Behavior) adalah bulshit. Karena faktanya penyelenggaraan miss world selalu mengedepankan kecantikan dan keindahan tubuh wanita. Maka dari itu Dr. Latifah mengajak forum untuk tegas menolak penyelenggaraan kontes miss world ini.
Penolakan tersebut dipertegas oleh pemaparan dari ketua DPD MHTI DIY Ibu Eulis Siti Murnaesih, yang menjelaskan tentang alasan kenapa harus menolak kontes miss world. “Bahwa dalam islam, wanita sangat dijaga kehormatan dan kemuliaanya. Perempuan yang mulia dalam pandangan islam adalah perempaun yang bertaqwa, yang hidupnya penuh keta’atan kepada Allah. Perempuan untuk bisa terjaga kehormatan dan kemuliaannya, hanya bisa dibawah sistem khilafah islamiyah, bukan yang lain”, tegas Ibu Eulis.
Forum semakin hangat dengan antusias dari para muballighoh yang hadir. Hal itu ditunjukkan dengan sumbangsih pemikiran yang dikemukakan beberapa muballighoh yang hadir. Seperti yang disampaikan oleh Nyai Hj. Romlah Djumali (Ponpes Nurul Huda BanyurejoTempel Sleman) “Terkait kontes Miss World semoga tidak terlaksana alias gagal. Karena sudah jelas kontes itu dari awal sampai akhir hanya berisi kemaksiatan dan sesumbar aurat”. Lanjutnya “Mereka para kontestan itu, sebenarnya secara akli sudah tertipu oleh Syetan. Maka kita berusaha dan berdo’a semoga Ajang maksiat ini GAGAL!”
Musyawarah Muballighoh diakhiri dengan penandatanganan Mitsaq Muballighoh oleh perwakilan beberapa tokoh muballighoh, pengurus MT dengan MHTI. Kemudian dilanjutkan audiensi oleh 15 tokoh muballighoh DIY ke DPRD Yogyakarta, menyatakan sikap penolakan atas akan diselenggarakannya kontes miss world di Indonesia.
Statement tegas juga disampaikan oleh  Ibu Sholihah (Ketua Yayasan Pendidikan Bakti Wanita Islam DIY)  “DPR itu muslim tapi kok pemikirannya tidak sampai  sana”. Dan disambung oleh pernyataan oleh Ustadzah Sherly (Muballighoh DIY) “Ibu Negara harusnya menolak, tapi kita ragukan karena dia dekat sekali dengan penyelenggara kontes miss world. Dana untuk penyelenggaraan  kontes itu di support dari Yahudi”.

>> http://networkedblogs.com/MHEqU

Aksi Muslimah HTI DIY Tolak Miss World, Ajang Eksploitasi dan Liberalisasi Budaya

HTI Press. Terik matahari menyengat tidak memudarkan semangat sekitar 50 aktivis Muslimah HTI DIY untuk menggelar aksi tolak kontes kecantikan Miss World yang akan diselenggarakan September mendatang di Bogor dan Bali. Aksi tanpa longmarch ini dilakukan di depan gedung DPRD Tk I DIY Jl. Malioboro, Rabu ( 26/6 ), bersamaan waktunya dengan audiensi yang dilakukan oleh perwakilan muballighah DIY bersama pengurus Muslimah HTI DIY dengan topik yang sama.
Menurut koordinator aksi Agustina Purlina, aksi ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap akan diadakannya kontes Miss World di Indonesia, yang notabene Indonesia adalah negeri muslim terbesar di dunia. Kontes tersebut sebenarnya adalah ajang adu kemolekan tubuh wanita. Ini bertentangan dengan syari’at Islam, sehingga harus ditolak.
Aksi diwarnai dengan sejumlah poster yang antara lain berbunyi : Miss World, bukan sekedar bikini dan kain Bali tapi perempuan dieksploitasi, mendukung Miss World : melanggengkan penjualan tubuh perempuan, perempuan berharga bukan karena tubuhnya tapi iman, taqwa, dan ilmunya. Juga digelar spanduk dukungan muballighah dan majelis taklim DIY tolak Miss World. Aksi ini terkesan unik dengan memajang manequin berbalut bikini dan sarung bali serta beberapa boneka sebagai simbol bahwa kontes kecantikan hanya menjadikan perempuan sebagai boneka dan komoditas.

>> http://networkedblogs.com/MHIvS

“Remaja Super Muslimah: ‪AntiGalau‬, ‎AntiGaulBebas‬”




“Remaja Super Muslimah: ‪#‎AntiGalau‬, ‪#‎AntiGaulBebas‬”

HTI Press. “Ngeri”, inilah kesan yang tertangkap dari wajah para peserta talkshow remaja ‪#‎Ramadhan‬ ketika menyaksikan tayangan fakta gaul bebas di Gedung Youth Centre (Balai Pemuda dan Olahraga) DIY, Tlogoadi, Mlati, Sleman, Ahad (28/7). Acara yang diselenggarakan oleh Muslimah HTI Sleman ini, dihadiri oleh 60-an remaja muslimah dari kalangan siswi SMP-SMA dan remaja masjid se-Sleman. Kebanyakan peserta tidak menyangka bahwa gaul bebas di kalangan pelajar sudah sedemikian parah. Survey Komnas Anak terhadap 4500 remaja SMP-SMA di 12 kota besar mendapat hasil yang mencengangkan : 62,7% remaja sudah tidak perawan, 22% sudah pernah aborsi, dan lebih dari 97% pernah melihat film porno, petting, dan oral seks. Kekerasan seksual juga ditengarai meningkat. Beberapa waktu lalu, seorang siswi sebuah sekolah swasta di Sleman menjadi korban pemerkosaan massal, dibunuh dan jasadnya dibakar.

Menurut Ketua panitia , Eresia Nindia, talkshow bertajuk “Remaja Super Muslimah: Anti Galau, Anti Gaul Bebas” ini, salah satunya untuk memahamkan remaja tentang manajemen rasa cinta supaya tidak berujung pada gaul bebas. “Selain itu, kegiatan ini adalah salah satu rangkaian kampanye penyelamatan generasi MHTI DIY atas maraknya pergaulan bebas dan pelecehan seksual di kalangan remaja DIY,” imbuhnya.

Lisana Aliyya sebagai narasumber pertama yang juga siswi berprestasi dari MAN 1 Yogyakarta membagi pengalamannya. Sebagai remaja, Aliyya pernah merasakan suka pada lawan jenis, namun ia mampu membentengi perasaannya dengan tidak pacaran karena tidak sesuai dengan ajaran Islam. Menurut narasumber kedua, Kak Hernani Sulistyaningsih (aktivis dakwah dan pemerhati remaja), pacaran merupakan sarana seks bebas. “Pacaran tidak hanya gerbang menuju seks bebas, tapi setelahnya bisa mendorong pada tindak aborsi yang akhirnya membuat remaja mengalami trauma dan gagap dalam menjalani masa depan,” ujarnya. Menurut Hernani, interaksi laki-laki dan wanita terjaga sesuai aturan Islam dengan menghilangkan khalwat (berdua-duaan) dan ikhtilath (campur baur), sehingga yang namanya TTM (teman tapi mesra), pacaran, seks bebas dan aborsi bisa dikurangi bahkan dihilangkan.

Sementara itu, Ustadzah Ummu Nuha menjelaskan bahwa gaul bebas diawali dari ketidakpahaman muslim akan aturan Islam dalam mengelola pemenuhan naluri seksual. Akibatnya banyak muslim yang asal berbuat, tanpa mengetahui status perbuatannya apakah diridhai atau dimurkai Allah. Padahal ancaman bagi pelaku zina tidak main-main. Belum lagi anak hasil zina adalah anak yang terputus nasabnya, artinya dia tidak memiliki hak atas pengasuhan, nafkah dan warisan. Lebih jauh, Ummu Nuha mengajak remaja muslimah untuk bersemangat mengkaji ilmu Islam dan beramal shalih baik di bulan ramadhan maupun sesudahnya. Peserta nampak antusias mengikuti rangkaian acara mulai jam 09.00-12.00 WIB yang juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi, dua games seru, sesi curhat dan pembagian doorprize.

Sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=494164294011837&set=a.241208065974129.56241.234745399953729&type=1

Senin, 01 Juli 2013

Aksi 26 Juni 2013

Luar biasa untuk hari ini 

Alhamdulillah...bisa bertemu dengan orang-orang besar
Orang-orang yang menjadikan Islam sebagai standar dalam perbuatannya
Orang-orang yang menjadikan Islam sebagai satu-satunya yang hanya diperjuangkan

Kala negeri ini hendak di hancur leburkan oleh kemaksiatan
Kala negeri ini akan diusik dengan kontes Miss World racun berbalut madu
Pada Mubalighah dan para muslimah tak berdiam diri mereka gigih dan harus menolaknya

Cukuplah Allah yang membalas setiap niatan, peluh tetesan keringat, lelahnya melangkah dalam rangka menyuarakan kebenaran menyibak kemungkaran dengan sebaik-baik balasan. Mohon aamiinkan..Aamiin ya Allah

Jumat, 28 Juni 2013

Sholat di Barak Pengungsian Merapi 2010

Al liwa [bendera] Umat Muslim simbol persatuan umat

Adik-adik belajar sholat di Musala


Jamaah khusyuk menjalankan sholat jumat


Batas shaf sholat jumat

Sujud sholat jumat

Berdiri menjalankan ibadah atas bentuk konsekuensi keimanan

Meminta hanya kepada Allah

Suasana sholat berjamaah malam takbiran

Sujud atas ketundukan kami sebagai hamba-Mu

Sholat jamaah uyamh dilakukan oleh ibu-ibu dan simbah-simbah


sholat jumat

Suasana solat jumat bersama yang diinisiasi oleh Hizbut Tahrir Indonesia

Bertempat di Halaman Stadion Maguwoharjo, barak pengungsian Merapi 2010 

Minggu, 23 Juni 2013

Embun Abu Merapi

Bismillaah...

Satu fenomena terbesar sepanjang hidupku yang masih terngiang hingga detik ini saat pukul 03.00 wib kala itu
Yogyakarta digemparkan dengan letusan Merapi, melihat keluar embun dingin sudah tergantikan dengan abu vulkanik pagi itu

Allahuakbar..tiada daya dan kekuatan selain dari Allah
Kita manusia adalah makhluk yang serba kurang, terbatas dan lemah
Bukan saatnya lagi kita menunggu peringatan menunggu adanya Musibah
Mari bersama segera bertaubat dan menjadi bagian pejuang agama Allah

#Salam Melukis Cahaya Khilafah

like this page : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=146631275526745&set=a.145769205612952.1073741828.128677780655428&type=1&relevant_count=1

Jumat, 07 Desember 2012

KONFERENSI REMAJA ISLAM


Remaja tulang punggung Negara, berpotensi untuk mengarahkan negara menuju perubahan yang lebih baik, hanya dengan perubahan kepada sistem Islam mengembalikan kedaulatan pada aturan Allah pasti Indonesia akan berkah

Hadiri acaranya dikota-kota besar anda

Mari satukan langkah untuk memperjuangkan Islam dalam naungan Khilafah!

Minggu, 27 Mei 2012

Konferensi Tokoh Umat: Khilafah Model Terbaik Negara Yang Menyejahterakan

Bismillaah...

Konferensi Tokoh Umat: Khilafah Model Terbaik Negara Yang Menyejahterakan

“Konferensi Tokoh Umat bertujuan untuk memberikan kepahaman, kesadaran umat Islam bahwa dengan sistem pemerintahan Islam, kesejahteraan akan terwujud”.

Hal ini memiliki korelasi dengan realitas kekinian yang dialami oleh rakyat Indonesia, Umat Islam yang mayoritas di negeri ini dicengkram oleh kapitalisme. Umat Islam menderita dalam berbagai bidang kehidupan”.

Dampak dari penerapan sistem kufur kapitalisme, tidak sedikit di antara umat yang berpedoman pada pandangan hidup kapitalisme, padahal dalam syari’at Islam itu bertentangan. Tanpa disadari oleh umat, mereka telah masuk dalam perangkap kapitalisme. “Sistem kapitalisme menjebak umat hingga akidah tergadai. Umat terjebak dalam praktik korupsi, transaksi ekonomi ribawi, pergaulan bebas, pornografi, pornoaksi hingga perzinahan dan melegalkan minum-minuman keras”.

“Perubahan Islami hanya bisa tegak dengan mewujudkan khilafah. Khilafah adalah fardhu dan wa’dun (kewajiban dan janji Allah swt) yang tidak hanya bagi Hizbut Tahrir, melainkan juga kemuliaan yang juga menjadi amanah umat”

Konferensi Tokoh Umat 1433 H di Banjarmasin (17/5) merupakan pembuka dari agenda Konferensi Tokoh Umat yang akan diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia.
--------------------------------------------------------------------------


"KHILAFAH, model terbaik negara yang menyejahterakan"

Wahai saudaraku, masih ragu pada solusi yang Rasulullah SAW contohkan pada umat ini?

Sistem Islam sangat konseptual, aplikatif, ada jaminan kebaikan dunia-akhirat
Mari SUKSESKAN!!!

Konferensi Tokoh Umat, 1433 H

1. Banjarmasin, Kamis, 17 Mei 2010
2. Bandung, Ahad, 27 Mei 2012
3. Semarang, Ahad, 3 Juni 2012
4. Balikpapan, Ahad, 3 Juni 2012
5. Surabaya, Ahad, 10 Juni 2012
6. Yogyakarta, Ahad, 10 Juni 2012
7. Pekanbaru, Ahad, 10 Juni 2012
8. Bengkulu, Ahad, 10 Juni 2012
9. Palembang, Sabtu, 16 Juni 2012
10. Bandar Lampung, Ahad, 17 Juni 2012
11. Makasar, Ahad, 17 Juni 2012
12. Medan, Ahad, 17 Juni 2012
13. Kendari, Ahad, 17 Juni 2012
14. Padang, Ahad, 17 Juni 2012
Jakarta, Kamis, 21 Juni 2012
Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Pukul 09.00-15.30 Wib


www.hizbut-tahrir.or.id
-------------------------------------------------------------------------
Dipersilahkan membagi ke teman-teman jejaring sosial. Semoga tercatat sebagai amal baik buat kita bersama dan semoga kian banyak yg menginginkan akan diterapkannya kembali Khilafah Islamiyyah yg telah amat sangat kita rindukan.

Jazakumullahu khairan khatsiron....
:)