Minggu, 09 September 2012

DIBUKA! "Lowongan Pekerjaan"


"Dibuka lowongan pekerjaan untuk umum" :)

"Apa mbak?"

"Untuk bekerja membangun kembali ISTANA Kemuliaan ISLAM dalam naungan KHILAFAH"

Rasulullah SAW bersabda : ...kemudian akan ada kekhilfahan yang sesuai dengan Manhaj Kenabian..[HR.Ahmad]

"Subhanallah..Semua orang mendapatkan kesempatan /lowongan yang sama oey."
Yuph, mumpung sisa usia masih Allah berikan, dan ladang perjuangan itu dibuka selebar-lebarnya lho."

Insyallah Khilafah jilid kedua akan terjadi sama dengan khilafah yang pertama, jika ada yang meragukan khilafah kedua berarti masih ada keraguan akan khilafah yang pertama.

Wahai Muslimah semangat pagi tuk menjemput janji ALLAH, semoga Allah memudahkan. Takbir!!! :)

like this page : http://www.facebook.com/pages/Komunitas-Muslimah-Rindu-Syariah-Khilafah/304591352923315


Pejuang Syariah & Khilafah BUKAN teroris!

Bismillaah...

Menatap kedepan menjalani aktivitas selalu ada ujian yang menerpa, tak akan luput itu
Tak hanya kepada insan manusia biasa, tapi juga para pengemban dakwah Islam Syariah & Khilafah

Sadarkah akhir-akhir ini, ketika kedatangan

menteri luar negeri Amerika berita yang tersorot dan di bumbung tinggi adalah tentang isu teroris.
Hal yang mengganjal lagi adalah isu ini senantiasa dicuatkan kepermukaan ketika ada orang-orang penting Amerika bersanjang ke Indonesia.
Ingatkah presiden Obama kala ke Indonesia beberapa tahun lalu, isu yang diungkap apa? Ya, media mengekspos ise terorisme.
Seolah memang media sengaja menutupi akan rencana penting misi Negara Penjajah Amarika ke Indonesia.

Bak anak yang diminta penjahat untuk melihat ke area permainan namun sang penjahat justru kemudian menculik ibu sang anak.

Media memang memiliki andil yang besar dalam pembentukan opini, melupakan seketika masalah besas=r dibalik agenda kedatangan menlu AS.

Dilain sisi imbas dari isu ini menyerang kepada suara-suara sumbang kepada para pengemban dakwah syariah & khilafah.

Mengajak pengajian? Mereka mengkira "awas teroris"
Mengajak mengambil Islam secara kaffah? Mereka mengira "hati-hati itu teroris"
Mengajak kebaikan dengan menegakkan Khilafah? Mereka mengira "Hah, teroris lewat".
Masyallah, hanya karena isu yang tipu-tipu begitu saja bahkan beritanya selalu menggunakan kata "terduga" mampu mempengaruhi masyarakat umum dan ini terjual laris ditengah-tengah umat saat ini. Anehnya ini hanya Islam yang disudutkan dan Islam menjadi pihak tertikam.

Lantas jika mau belajar Islam saja dikata-katakan seperti itu, bagaimana sebutan dengan Nabi Muhammad SAW yang merupakan Rasulullah mengemban risalah Islam hingga kepenjuru dunia? "Super teroriskah?" Tentu TIDAK!
Sungguh penyangga media kapitalis kuatir akan tegaknya Islam kaffah dalam bingkai Khilafah.

Saudaraku muslimah mutiara peradaban, terus gelorakan Islam gaungkan Khilafah hingga rambut ini putih berubah, hingga detak jantung ini tak lagi berdetak. Allahuakbar!

Pejuang Syariah & Khilafah BUKAN teroris!
 
like this page : http://www.facebook.com/pages/Komunitas-Muslimah-Rindu-Syariah-Khilafah/304591352923315

I Hate The Capitalist System



Siapa yang membuat kita bebas untuk tidak menutup AURAT? “Sistem Kapitalisme!”
Siapa yang membuat kita bisa bebas memakan RIBA? “Sistem Kapitalisme!”
Siapa yang membuat kita jauh dari pemahaman Islam? “Sistem Kapitalisme!”
Siapa yang membuat Sumber Daya Alam dikeruk para pemodal? “Sistem Kapitalisme!”
Siapa yang membuat pergaulan bebas? “Sistem Kapitalisme!”
Siapa yang membuat orang bebas menyembah batu, tiang, patung, matahari, dan lainnya? “Sistem Kapitalisme!”
Siapa yang membuat orang mengenal Khilafah tidak diusianya yang masih dini? “Sistem Kapitalisme!”
I Hate Capitalism System
Karena Sistem Kapitalisme-lah yang membuat kita sengsara, yang sedang, dan akan menyudutkan Islam, serta membuat kita jauh dari kemuliaan. Sudah saatnya mari satukan langkah berjuang bersama mengambalikan kembali kemuliaan Islam dengan ikut memperjuangkan tegaknya Sistem hakiki yang berkah yaitu sistem Islam dalam Naungan Khilafah Islamiyah. Takbir!


like this page : http://www.facebook.com/pages/Komunitas-Muslimah-Rindu-Syariah-Khilafah/304591352923315

Adakah kita Lupa, ISLAM pernah BERJAYA?


Adakah kau lupa, kita pernah berjaya
Adakah kau lupa, kita pernah berkuasa
Memayungi dua per-tiga dunia, merentas Benua
Melayari Samudra, keimanan juga ketakwaan
Rahasia mereka capai kejayaan

Bangunlah wahai anak bangsa kita bina kekuatn jiwa tempuh rintanga perjuangan
Gemilangan generasi yang silam, membawa arus perubahan
Keikhlasan hati dan nurani ketulusan jiwa mereka berjuang
Adakah kau lupa?
Sejarah tlah mengajar kita, budaya Islam diserata dunia
Membina tamadhun berjaya
Merubah mengangkat maru’ah

Sungguh Sejarah gemilangan Islam tidak bisa dihapuskan dalam karya sejarah, kita bisa belajar dari sejarah bagaimana Islam mampu berjaya dengan 2 kunci yakni: Kekuatan Iman, dan ketakwaan mereka terhadap Allah SWT
Terbukti apabila 2 kunci rahasia ini tidak dipegang oleh umat muslim, terjadi keterpurukan yang sangat panjang dan tertekan dengan kondisi yang membuat umat muslim mengalami kemunduran. Membina dengan mengambalikan Islam kembali dalam kehidupan kita agar bisa terwujud kembali melanjutkan kehidupan Islam dalam naungan khilafah dengan mengganggap kuat-kuat 2 kunci keberhasilan kejayaan Islam, Insyallah KHILAFAH JILID II akan segera tegak, Mari bersama turut memperjuangkannya!


like this page : http://www.facebook.com/pages/Komunitas-Muslimah-Rindu-Syariah-Khilafah/304591352923315

Senin, 23 Juli 2012

Rindu Sosok Khalifah Umar Bin Khatab





Khalifah Umar Bin Khatab, Pemimpin Yang Penuh Tanggung Jawab

Khalifah Umar bin Khatab dikenal sebagai pemimpin yang sangat disayangi rakyatnya karena perhatian dan tanggungjawabnya yang luar biasa pada rakyatnya. Salah satu kebiasaannya adalah melakukan pengawasan langsung dan sendirian berkeliling kota mengawasi kehidupan rakyatnya. Inilah beberapa kisahnya.
Pada suatu malam hartawan Abdurrahman bin Auf dipanggil oleh Khalifah Umar bin Khattab untuk diajak pergi ke pinggir kota Madinah.

“Malam ini akan ada serombongan kafilah yang hendak bermalam di pinggir kota, dalam perjalanan pulang”, kata Khalifah Umar kepada Abdurrahman bin Auf.
“Lalu apa masalahnya?” tanya Abdurrahman.
“Kafilah ini akan membawa barang dagangan yang banyak, maka kita sebaiknya ikut menjaga keselamatan barang dari gangguan tangan-tangan usil. Jadi nanti malam kita bersama-sama harus mengawal mereka”, sahut sang Khalifah. Abdurahman dengan senang hati membantu dan siap mengorbankan jiwa raganya menemani tugas khalifah yang ia cintai ini.
Demikianlah sang khalifah menjalankan tugasnya, turun tangan langsung untuk memastikan rakyatnya tidur dan hidup dengan tenang. Bahkan malam itu khalifah Umar mendesak Abdurahman untuk tidur sambil siaga sementara ia sendiri tetap terjaga hingga pagi hari.
Khalifah Umar bin Khattab memang dikenal sebagai seorang pemimpin yang selalu melakukan perbuatan-perbuatan baik secara diam-diam. Orang yang ditolongnya sering tidak tahu, bahwa penolongnya adalah khalifah yang sangat mereka cintai.

Pernah suatu malam Auza’iy pernah ‘memergoki’ Khalifah Umar masuk rumah seseorang. Ketika keesokan harinya Auza’iy datang ke rumah itu, ternyata penghuninya seorang janda tua yang buta dan sedang menderita sakit. Janda itu mengatakan, bahwa tiap malam ada orang yang datang ke rumahnya untuk mengirim makanan dan obat-obatan. Tetapi janda tua itu tidak pernah tahu siapa orang tersebut! Padahal orang yang mengunjunginya tiap malam tersebut tak lain adalah adalah khalifah yang sangat ia kagumi selama ini.
Pada suatu malam lainnya ketika Khalifah Umar berjalan-jalan di pinggir kota, tiba-tiba ia mendengar rintihan seorang wanita dari dalam sebuah kemah yang lusuh. Ternyata yang merintih itu seorang wanita yang akan melahirkan . Di sampingnya, duduk suaminya yang kebingungan. Maka pulanglah sang Khalifah ke rumahnya untuk membawa isterinya, Ummu Kalsum, untuk menolong wanita yang akan melahirkan anak itu. Tetapi wanita yang ditolongnya itu pun tidak tahu bahwa orang yang menolongnya dirinya adalah Khalifah Umar, Amirul Mukminin yang mereka cintai.

Pada kisah lainnya, ketika sang Khalifah sedang ’meronda’, ia mendengar tangisan anak-anak dari sebuah rumah kumuh. Dari pinggiran jendela ia mendengar, sang ibu sedang berusaha menenangkan anaknya. Rupanya anaknya menangis karena kelaparan sementara sang ibu tidak memiliki apapun untuk dimasak malam itu. Sang ibupun berusaha menenangkan sang anak dengan berpura-pura merebus sesuatu yang tak lain adalah batu, agar anaknya tenang dan berharap anaknya tertidur karena kelelahan menunggu. Sambil merebus batu dan tanpa mengetahui kehadiran Khalifah Umar diluar jendela, sang ibupun bergumam mengenai betapa enaknya hidup khalifah negeri ini dibanding hidupnya yang serba susah. Khalifah Umar yang mendengar hal ini tak dapat menahan tangisnya, iapun pergi saat itu juga meninggalkan rumah itu. Malam itu juga ia menuju ke gudang makanan yang ada di kota, dan mengambil sekarung bahan makanan untuk diberikan kepada keluarga yang sedang kelaparan itu. Bahkan ia sendiri yang memanggul karung makanan itu dan tidak mengizinkan seorang pegawainya yang menemaninya untuk membantunya. Ia sendiri pula yang memasak makanan itu, kemudian menemani keluarga itu makan, dan bahkan masih sempat pula menghibur sang anak hingga tertidur sebelum ia pamit untuk pulang. Dan keluarga itu tak pernah tahu bahwa yang datang mempersiapkan makanan buat mereka malam itu adalah khalifah Umar bin Khatab !

Sumber : NN
*Subhanallah..sebegitunya seorang pemimpin dalam mengurusi urusan umat, Allahuakbar!
Begitu rindunya hati ini mendamba sosok Umar bin Khatab yang merupakan pemimpin satu umat muslim dunia yang menerapkan hukum Allah secara kaffah. Insyallah dengan pertolongan Allah tegaknya Islam dalam naungan Khilafah dan dipimpin oleh seorang khalifah sebentar lagi akan terwujud karena Allah telah menjanjikannya [QS. An Nur:55] . Jika Allah telah menjanjikan semoga kita termasuk bagian yang turut serta dalam menjemput janji Allah dengan perjuangan dakwah sesuai dengan metode dakwah Rasulullah SAW. Aamiin

Apakah wajib mengikuti pemerintah sekarang ini?



Tanya :

Ustadz, dalam penentuan Ramadhan siapa yang harus diikuti umat?

Apakah wajib mengikuti pemerintah sekarang ini?

Jawab :

Yang diwajib diikuti oleh kaum muslimin dalam penentuan awal Ramadhan, sesungguhnya hanyalah ulil amri ( penguasa) dalam
negara Khilafah, yaitu khalifah bukan yang lain. (Muqaddimah Ad Dustur, 1/21). Sebab hanya khalifah itulah yang memenuhi syarat-syarat sebagai ulil amri yang sah dan wajib ditaati umat, sebagaimana firman Allah SWT (artinya),“Wahai orang-orang yang
beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul- (Nya) dan ulil amri di antara kamu.” (QS An- Nisaa` [4] : 59).

Ulil amri (penguasa) ada dua macam;

pertama, ulil amri yang sah menurut syara’ dan wajib ditaati oleh umat Islam.
Dalam hal ini umat Islam tidak boleh memberontak (al- khuruj) kepada ulil amri ini serta wajib memberikan nasihat atau muhasabah kepadanya jika dia lalai atau menyalahi Syariah Islam.

Kedua, ulil amri yang tidak sah menurut syara’ dan tidak wajib ditaati oleh umat Islam. Dalam hal ini umat Islam boleh memberontak (al- khuruj) kepada ulil amri ini, namun hanya terbatas memberontak secara politik, yakni sikap politik tidak taat
(membangkang), bukan memberontak dengan
senjata (perang). Umat Islam wajib melakukan muhasabah politik
secara tegas kepada ulil amri semacam ini.
(Lihat Al Waie [Arab], No 295-297, Juli- September 2011, hlm.
205-206).

Ulil amri yang sah wajib memenuhi 3 (tiga) syarat;

pertama, wajib memenuhi 7 (tujuh) syarat khalifah, yaitu muslim, laki-laki, merdeka (bukan budak), berakal, baligh, adil (tidak fasik), dan berkemampuan (ahlul kifayah wa al qudrah). Jadi kalau ada satu atau lebih dari tujuh syarat itu yang tidak terpenuhi, maka dengan sendirinya ulil amri yang ada tidak sah menurut syara’. Misalnya, beragama non Islam, berjenis
kelamin perempuan, gila, masih anak-anak (belum baligh), berbuat fasik (misalnya berzina, terlibat riba, suap, dsb),
atau tidak mampu baik secara fisik (misalnya sakit berat) maupun tidak mampu dalam arti tidak cakap menjalankan roda pemerintahan Islam. Dalil-dalil syar’i terperinci untuk ketujuh syarat ini telah diuraikan dalam kitab Muqaddimah Ad Dustur, Beirut : Darul Ummah, 2009, Juz I hlm. 130-133.

Kedua, wajib dibai’at oleh umat secara syar’i dan sahih untuk melaksanakan kekuasaan berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Jadi kalau penguasa yang ada tidak dibai’at oleh umat
untuk melaksanakan Al Qur`an dan As Sunnah, berarti dia ulil amri yang tidak sah. Sebab bai’at tiada lain adalah akad (kontrak) politik penyerahan kekuasaan dari umat kepada seseorang yang diangkat menjadi khalifah untuk melaksanakan Al Qur`an dan As Sunnah.
Dalil-dalil kewajiban bai’at secara garis besar ada dua, yaitu
pembaiatan kaum muslimin kepada Rasulullah SAW dan perintah Rasulullah SAW kepada umat Islam untuk membaiat seorang imam (khalifah), seperti sabda Rasulullah SAW,”Barangsiapa membaiat seorang imam lalu memberikan kepadanya genggaman
tangannya dan buah hatinya, maka hendaklah ia mentaati imam itu sekuat kemampuan dia…” (HR Muslim).
(Muqaddimah Ad Dustur, 1/139)

Ketiga, wajib segera menerapkan Syariah Islam secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan. Jadi kalau penguasa yang ada tidak menerapkan Syariah Islam, atau hanya menerapkan Syariah Islam secara parsial, atau bahkan memusuhi Syariah Islam, berarti dia ulil amri yang tidak sah. Sudah maklum bahwa menerapkan Syariah Islam secara keseluruhan adalah wajib, sesuai firman Allah SWT (artinya),”Hai orang- orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya.” (QS Al Baqarah [2] : 208). (Al Waie [Arab], No 295-297, hlm. 205-206).

Berdasarkan tiga syarat ulil amri di atas,
maka dapat dikatakan bahwa para penguasa Dunia Islam saat ini, entah itu di Libia, Suria, Sudan, Tunisia, Mesir, Yaman, Arab Saudi, juga para penguasa negara-negara Teluk, Iran, Turki, Asia Tengah, Asia Tenggara, dan lain-lain, semuanya tanpa kecuali adalah ulil amri yang tidak sah dan tidak wajib ditaati, termasuk dalam penentuan puasa Ramadhan. (Al Waie [Arab], No 295-297, hlm. 206).

Wallahu a’lam.
[] Shiddiq al-Jawi



* Beginilah kondisi bukti terombang-ambingnya umat muslim ketika ia tak hidup di sistem islam dalam naungan Khilafah, umat mengira pemerintahan saat ini adalah pemimpin (ulil amri) nya padahal sebutan tersebut adalah bagi satu kepemimpinan tunggal dunia yang mau menerapkan syariah secara sempurna. Semoga kita bisa turut serta dalam perjuangan penegakkan syariah & Khilafah, yang insyallah kita pun segera dapat taat terhadap ulil amri yakni seorang khalifah. Aamiin

Minggu, 27 Mei 2012

Konferensi Tokoh Umat: Khilafah Model Terbaik Negara Yang Menyejahterakan

Bismillaah...

Konferensi Tokoh Umat: Khilafah Model Terbaik Negara Yang Menyejahterakan

“Konferensi Tokoh Umat bertujuan untuk memberikan kepahaman, kesadaran umat Islam bahwa dengan sistem pemerintahan Islam, kesejahteraan akan terwujud”.

Hal ini memiliki korelasi dengan realitas kekinian yang dialami oleh rakyat Indonesia, Umat Islam yang mayoritas di negeri ini dicengkram oleh kapitalisme. Umat Islam menderita dalam berbagai bidang kehidupan”.

Dampak dari penerapan sistem kufur kapitalisme, tidak sedikit di antara umat yang berpedoman pada pandangan hidup kapitalisme, padahal dalam syari’at Islam itu bertentangan. Tanpa disadari oleh umat, mereka telah masuk dalam perangkap kapitalisme. “Sistem kapitalisme menjebak umat hingga akidah tergadai. Umat terjebak dalam praktik korupsi, transaksi ekonomi ribawi, pergaulan bebas, pornografi, pornoaksi hingga perzinahan dan melegalkan minum-minuman keras”.

“Perubahan Islami hanya bisa tegak dengan mewujudkan khilafah. Khilafah adalah fardhu dan wa’dun (kewajiban dan janji Allah swt) yang tidak hanya bagi Hizbut Tahrir, melainkan juga kemuliaan yang juga menjadi amanah umat”

Konferensi Tokoh Umat 1433 H di Banjarmasin (17/5) merupakan pembuka dari agenda Konferensi Tokoh Umat yang akan diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia.
--------------------------------------------------------------------------


"KHILAFAH, model terbaik negara yang menyejahterakan"

Wahai saudaraku, masih ragu pada solusi yang Rasulullah SAW contohkan pada umat ini?

Sistem Islam sangat konseptual, aplikatif, ada jaminan kebaikan dunia-akhirat
Mari SUKSESKAN!!!

Konferensi Tokoh Umat, 1433 H

1. Banjarmasin, Kamis, 17 Mei 2010
2. Bandung, Ahad, 27 Mei 2012
3. Semarang, Ahad, 3 Juni 2012
4. Balikpapan, Ahad, 3 Juni 2012
5. Surabaya, Ahad, 10 Juni 2012
6. Yogyakarta, Ahad, 10 Juni 2012
7. Pekanbaru, Ahad, 10 Juni 2012
8. Bengkulu, Ahad, 10 Juni 2012
9. Palembang, Sabtu, 16 Juni 2012
10. Bandar Lampung, Ahad, 17 Juni 2012
11. Makasar, Ahad, 17 Juni 2012
12. Medan, Ahad, 17 Juni 2012
13. Kendari, Ahad, 17 Juni 2012
14. Padang, Ahad, 17 Juni 2012
Jakarta, Kamis, 21 Juni 2012
Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Pukul 09.00-15.30 Wib


www.hizbut-tahrir.or.id
-------------------------------------------------------------------------
Dipersilahkan membagi ke teman-teman jejaring sosial. Semoga tercatat sebagai amal baik buat kita bersama dan semoga kian banyak yg menginginkan akan diterapkannya kembali Khilafah Islamiyyah yg telah amat sangat kita rindukan.

Jazakumullahu khairan khatsiron....
:)