Sabtu, 26 Januari 2013

Antara Masyarakat dan Individu

Bismillaah...

Perbaikilah masyarakat dengan mengganti sistemnya dengan Islam niscaya individunya akan baik. Bukan memperbaiki individu niscaya masyarakatnya akan baik.

Ketika masyarakatnya dirubah dengan Sistem Islam maka Negaralah yang akan pengkondisian individu-individunya menjadi baik, selain itu juga adanya kontrol masyarakat yang beramar ma'ruf nahi munkar mengkondisikan individunya bertaqwa serta terjagai kehormatannya. Karena sistem Islam ini pula pengaturannya hingga menyentuh kelini-lini kecil kehidupan untuk terciptanya generasi yang berkualitas.

Berbeda jika perbaikannya fokus memperbaiki individu-individu semata pada sistem rusak seperti sistem sekuler. Sebaik-baik apapun keberhasilan membentuk satu individu perkepribadian baik namun disaat bersamaan itu pula terlahir 1000 tumbuh individu yang tidak baik karena pengkondisian sistem yang sekuler.

Maka rubahlah fokus arah perubahan negeri ini yang awalnya memperbaiki individu semata menjadi fokus untuk memperbaiki masyarakat sembari memperbaiki individu.

-Awas Bahaya Ramalan Terselubung-

Bismillaah...

Berbeda dengan zaman dahulu ramalan dilakukan tanpa teknologi, sekarang aktivitas ramal meramal dilakukan dengan bantuan teknologi. Salah satunya menggunakan teknologi internet dan telepon genggam, seperti Aplikasi ramalan yang terdapat di facebook berupa zodiak atau yang lebih halus lagi meramalkan Karir kedepan, dan lain-lain.
Apapun bentuknya, ramalan termasuk perbuatan syirik dan merupakan dosa besar. Hal ini sudah ditegaskan dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa yang selain syirik itu bagi siapa saja yang Ia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah (syirik), maka sungguh ia telah melakukan dosa yang sangat besar” (TQS: An-Nisa’ 48)

Mengingat betapa berbahayanya syirik, maka hendaknya kita menghindarkan diri dari perbuatan dosa ini. Adapun bagi yang sudah bergelimang dosa syirik, jangan putus asa karena masih ada jalan untuk memperbaiki diri dan hendaklah bertaubat sesegera mungkin.

“Kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang” (TQS: Al-Baqarah 160).

Bagi siapa saja yang telah melakukan hal-hal yang berhubungan dengan syirik hendaknya segeralah menghentikan perbuatannya. Segera bertaubat dan melakukan perbaikan, supaya Allah memberikan ampunan-Nya.

Oleh: Global Muslim Community



Tambahan, apapun bentuknya yang namanya ramalan tetap harus kita hindari.
“Barang siapa mendatangi tukang ramal, lalu ia menanyakan padanya tentang sesuatu, maka tidak di terima shalatnya selama empat puluh malam” (Shahih Muslim : 4 / 1751).

Diriwayatkan dari sebagian istri Rasulullah, dari Nabi r bahwa beliau bersabda, yang artinya: “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam.” (HR. Muslim)

Mendatangi mereka semata-mata untuk bertanya. Ini adalah perkara yang diharamkan sebagaimana dalam hadits:
Abu Hurairah berkata: Rasulullah r bersabda: “Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun lalu dia membenarkan apa-apa yang dikatakan maka sungguh dia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani)
Penetapan adanya ancaman dan siksaan karena bertanya kepada mereka, menunjukkan haramnya perbuatan itu, sebab tidak datang sebuah ancaman melainkan bila perbuatan itu diharamkan.

Mendatangi mereka lalu bertanya kepada mereka dan membenarkan apa yang diucapkan. Ini adalah bentuk kekafiran karena membenarkan dukun dalam perkara ghaib termasuk mendustakan Al Qur`an. Allah berfirman:
“Katakan bahwa tidak ada seorangpun yang ada dilangit dan dibumi mengetahui perkara ghaib selain Allah dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (An-Naml: 65)

Apabila ada yg mengklaim, bahwa mengakses aplikasi-aplikasi ramalan ataupun sms-sms ramalan, ramalan bintang, zodiak dan sebagainya misalnya di twitter, mereka hanya bercanda saja, main-main, senda gurau, maka ini juga disebutkan di Al qur'an.. yaitu tentang istihza'(Memperolok-olok/ bersenda gurau/ bercanda terhadap sunnah rosul SAW, ayat-ayat ALLAH dan agama)

''Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: ’Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’. Tidak usah kamu meminta maaf, karena kamu telah KAFIR sesudah beriman.”
(At Taubah:65-66)

Semoga Allah SWT melindungi kita semua, menjauhkan kita dari perbuatan yang dilarang-Nya. Aaamiin

Wahai Para Pejuang

Bismillaah..

Salam Wahai Para Pejuang....Jika kita mulai lelah, maka nyanyikanlah mimpi-mimpi kita agar semangat kembali mengejar.

Nyayikanlah betapa indahnya pengorbanan dan manisnya iman...

Ingatlah bahwa perjuangan penegakan Syariah & Khilafah adalah Mega proyek yang terhampar dihadapan kita...

Dan tentu menanti sentuhan tangan para Pejuang untuk berkarya..
Mewujudkan mimpi...walau lelah...akan terasa indah...saat semua impian menjadi kenyataan...

Kejarlah mimpi-mimpi...yang menanti untuk menjadi nyata...

Maka pengorbanan dan kelelahan akan sirna dalam balutan iman...teruslah maju..dan terus melangkah...
untuk mewujudkan kegemilangan Islam dalam naungan Khilafah.Takbir!!!

ISLAM is my I D E O L O G Y

Bismillaah...

“Islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW, yang mengatur hubungan manusia dengan Khaliq-nya, dengan dirinya dan dengan manusia sesamanya. Hubungan manusia dengan Khaliq-nya tercakup dalam perkara akidah dan ibadah. Hubungan manusia dengan dirinya tercakup dalam perkara akhlak, makanan, dan pakaian.

Hubungan manusia dengan sesamanya tercakup dalam perkara mu’amalah dan uqubat (sanksi). Dengan demikian Islam merupakan mabda (prinsip ideologis) yang ,mengatur seluruh aspek kehidupan.” [Kitab Nidzamul Islam, karya Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani hlm. 106]

Betul, Islam bukan sekedar agama ritual semata melainkan ia adalah ajaran yang memiliki konsep komprehensif dalam mengatur kehidupan. Sehingga hidup ini tidaklah bebas.
Apa jadinya jika Islam tidak diambil sebagai ideologi? Fakta dan kerusakan saat inilah buktinya, banyaknya kebebasan berkeyakinan, kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, kebebasan kepemilikan membuat kesengsaraan tersendiri.

Akankah Islam yang kita miliki hanya sekedar terkerdilkan pada sholat, puasa, zakat, haji saja, tentu tidak! Karena “Islam is my Ideologi” yang mengatur 24 jam full kehidupan kita.

Selamat mengemban, menyebarkan dan menerapkan Islam. Takbir!!!

K-A-P-I-T-A-L-I-S-M-E !

Bismillaah...

K-A-P-I-T-A-L-I-S-M-E !

Imperialisme alias penjajahan itulah metode tetapnya dalam menjalankan visinya agar ia tetap mendunia, untuk tetap eksis menghagemoni dunia.

Wajar, jika ideologi Kapitalisme ini terus tercokol di belahan dunia mana pun tak terkecuali Indonesia, itu pun membuat kedzaliman semakin eksis pula.


Di Indonesia , apa sih yang tidak bisa dijual? hampir semuanya bisa dikatakan terkapitalisasikan.
Dengan alasan “yang penting mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya” tanpa memandang apakah itu halal ataukah itu haram, asal bisa mendapatkan keuntungan maka segalanya bisa dihalalkan. Inilah landasan yang digunakannya “memisahkan diri dari aturan agama=SEKULER”

Lihat saja, dari UU SDA yang terlahir, apa yang dijual? ada Gas, ada Minyak, ada emas, ada tembaga yang diborong para kapital, batu-bara, bahkan bahan baku makanan di dapur pun terjual dari garam, beras, dan lainnya

Di sektor pendidikan, BHP hingga wajah baru RUU PT geliatnya sudah tercium aroma liberalisasi pendidikan, wajar pendidikan mahal, ya semuanya terkapitalisasi.

Mau diwilayah mana lagi? Pergaulan, tidak kalah ngerinya. Media yang mempengaruhi bejatnya para konsumen mengalihkan mereka hanya untuk mencari pemuasan nafsu semata, belum lagi remaja yang terhanyut pada mode dan style gaya pergaulan dari busana, bahasa, serta trend, semua sarat akan kapitalisme “yang penting menguntungkan tanpa melihat halal-haramnya”


Lantas....
Indonesia akan mengeluh kepada siapa lagi?

Wahai negeri Indonesia, ku tau kau begitu sudah sesak nafas menahan sakit dan kejamnya kapitalisme menjerat tubuhmu. Bahkan seolah menodongkan golok di tepi kulit lehermu.

Di negeri ini sudah banyak yang menyerukan kepadamu wahai Indonesia akan solusi Islam komprehensif. Ingatlah bahwa Allah memberi suatu ujian masalah dan Allah pun juga memberikan solusinya. Akan kah kau tetap menjaga ego mu hanya karena bualan manis nasionalisme? atau hanya karena untung di wakil rakyat tetapi buntung di rakyatnya?

Semangatmu Indonesia engkau pasti "BISA"!, menyambut seruan mulia ini. Yakni menerakan syariah Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah. Bukan lagi takarannya manfaatnya untung atau rugi tapi karna untuk mengharapkan ridho Illahi.

"PERUBAHAN BESAR DUNIA MENUJU KHILAFAH"

Islamic Khilafah is an Obligation!

Bismillaah...

“Sesungguhnya perkataan orang mu’min, bila diserukan kepada Allah dan Rasul-Nya untuk menerapkan (syariat Islam) diantara mereka, mereka menyatakan kami mendengar dan kami menaati. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” [TQS. An-Nuur:51]

Penerapan syariat Islam secara menyeluruh hanya akan bisa terwujud apabila ada institusi negara yang menjaganya. Islam tidak hanya mengatur ranah hubungan dirinya dengan Sang Pencipta, tetapi Islam juga mengatur hubungan dirinya sendiri dengan dirinya, serta hubungan dirinya dengan sesama manusia. Pada Sistem Politik, Sistem Sanksi, Sistem Ekonomi, Sistem Pendidikan dan lain sebagainya.

Disinilah Negara berperan dalam menjamin pengaturan urusan umat. Untuk itu mari bersama menjemput janji Allah dengan perjuangan menegakkan kembali Khilafah Rasyidah. “Let’s Struggle for Khilafah!”

KELAM GANTI DENGAN CEMERLANG

Bismillaah...

Dunia saat ini di hagemoni oleh sistem Kapitalisme. Sejatinya peradaban Kapitalisme ini adalah peradaban yang kelam, karena dalam setiap sisi pengaturannya terjadi timpang tindih sesuai dengan kepentingan para pemodal. Imbasnya berujung kepada kebijakan yang berbuah pendzaliman terhadap penduduk saat ini. Peradaban kelam ini membuat negara berlepas tangan akan kewajiban yang sesungguhnya dalam menjamin pendidikan, kesehatan dan keamanan penduduknya.

Hal ini sangat berbeda dengan Peradaban Islam yang merupakan peradaban Cemerlang. Islam memiliki pengaturan yang memanusiakan dan sesuai dengan fitrah. Negara Islam memiliki peran sangat penting dalam penjaminan pendidikan, kesehatan dan keamanan.

Masih adakah rasa ragu akan kebobrokan sistem saat ini yang sudah banyak fakta dan bukti yang semakin memperkeruh peradaban kelam kapitalisme. Saatnya berjuang untuk menyibak kelamnya beradaban dengan kekuatan keimanan menghadirkan peradaban Cemerlang dalam naungan Khilafah. Cukup Allah sebagai sebaik-baik penolong. Let's struggle for Khilafah!

*********************************************

Indonesia, Jangan Kau Kuatir

Aku tak akan mengubah Indonesia secara geografis
Aku juga tak akan mengubah secara tata letak daerah serta pulau Indonesia
Aku juga tak akan menghilangkan identitas warga atas ras, suku, agama serta etnis
Aku juga tak akan menafikkan kekayaan dan keberanekaragamaan Indonesia

Yang menjadi keresahan dan kegelisahan kini adalah umat dalam kondisi keterpurukan derita dan nista
Aku yakin sejatinya umat manusia kini merindukan suatu kesejahteraan
Sejahtera ini pun tak hanya didamba orang pinggiran, namun juga bagi mereka yang beragama Nasrani, Hindu, Budha, Konghu Cu, dan lainnya

Sejauh pengamatan serta pengkajian yang mendalam
Dan juga belajar dari sejarah tinta emas bahwa hanya satu sistem unggulan yang bisa menjamin kesejahteraan suatu negeri adalah sistem Islam.
Sampai-sampai ku menemukan ada disuatu masa dimana tak ditemui warga yang layak mendapatkan zakat. Itu artinya mereka hidup dalam kemapanan
Dan ini hanya berada pada pengaturan Islam
Hanya ada pada Khilafah.

Masih ingat pula ketika ada seorang intelektual berbicara "Tidak masalah apapun aturannya asalkan rakyatnya dapat sejahtera"
Teringet kembali bahwa kesejahteraan akan diperoleh pada pengaturan Islam.

Maka wahai Indonesia apa yang engkau kuatirkan.
Jika Islam diterapkan Islam tak akan mengubah wilayahmu
Islam pun juga tak akan menghancurkanmu
Islam pun juga tak akan meniadakan keberanekaragamanmu
Tak perlu ada yang kau kuatirkan

Satu yang akan berbeda ketika Islam menaungi Indonesia
Yakni mengganti kedaulatan ditangan rakyat menjadi kedaulatan dihukum syara'.
Hanya itu saja. Dan ini sangatlah simpel bukan?
Maka izinkan Islam diterapkan pada negeri ini

Islam tak akan mewujudkan kekuatiran akan hilangnya Indonesia dan keberagaman yang sudah ada. Itu tak akan. Pasti! [Ty]


Gubug Biru, 16/01/13, 16.27 wib

"Klip-klip" Kroscek itu lebih baik =)

Bismillaah...


Sebelum bobo mau cerita dulu ahh..."klip-klip"...tanda ada sms masuk karena hp disilent


Ada sms masuk dari dik Fulanah, sebut saja namanya Fulanah ia adalah adik angkatan


Fulanah : "Oh, ya mba. Boleh tanya?"


Sahutku : "Boleh dik"


Fulanah  : "Apa sih bedanya HTI sama yang lain? Kenapa ada beberapa orang bilang HTI itu pemikirannya terlalu keras? kira-kira kerasnya dimana mbak? dari segi apa mbak?"


Sahutku : "Mbak sendiri juga kurang faham dik, maksudnya keras itu seperti apa ya, yang mbak dapatkan di HT. HT itu berdakwahnya sesuai dengan metode dakwah Rasulullah tanpa kekerasan dik. Adik coba tanyakan lagi ke dianya bagaimana maksud keras tersebut."


Fulanah  : "Saya sempat bertanya, mereka bilang itu pola pemikirannya terlalu kritis negatif. Waktu saya tanya, negatifnya dimana? Mereka gak jawab secara logis. Dari situ saya bertanya-tanya, sebenarnya ada apa dibalik semua ini?"


Sahutku : =) "Sikap adek sudah tepat, terus saja dik tanyakan apa yang mereka maksud dengan "kritis negatif" sehingga kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya mereka maksud, mbak kuatir saja kalau mereka hanya sekedar klaim namun tidak bisa memberikan penjelasan. Silahkan adik kroscekkan saja."


Fulanah : "Iya mbak trims, sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan adik, masih ruming dengan pendapat-pendapat orang lain, makanya adik selalu pengen nanya sama orang yang lebih tahu"


sahutku : "Iya dik semestinya memang dikroscekan, terus saja ditanyakan atas kerumingan mereka sehingga kita pun juga tidak mendapatkan info yang salah. Mbak dulu juga pernah mendapatkan perkataan yang ungkapannya begini dik "Awas loh hati-hati dengan HTI, HTI itu berbahaya". Mbak kan jadi penasaran ya dik, mbak tanyakan saja "Memang letak bahayanya dimana mbak?". Mbaknya menjawab "Ya, pokoknya bahaya". Ku mengejar dengan terus bertanya "Iya bahayanya kenapa mbak". Mbaknya tetap bilang "Ya, pokoknya berbahaya". Dari situ mbak juga mendapatkan posisi yang sama dengan posisi adek tadi yakni "tidak mendapatkan penjelasan yang logis hanya sekedar klaim/tuduhan semata". Justru dari sinilah mbak penasaran dan mencari tahu dimana sih sebenaranya letak bahayanya HT, dan sampai saat ini mbak tidak menemukan "letak bahayanya dimana" justru di HT mendapatkan pemahaman Islam secara Kaffah dik.

_End_

Pelajaran dari cerita diatas adalah :


1. Jangan mudah mengiyakan atau mengadopsi asumsi-asumsi (berfikir salah) yang belum jelas pembuktian/sesuai dengan faktanya
2. Dari sinilah sebetulnya kita belajar untuk berfikir benar, yakni mencoba untuk menanyakan, mengkrosekkan serta mencari tahu apakah suatu klaim tersebut sekedar asumsi semata ataukah suatu fakta.
3. Agar kita pun tahu, mana itu yang hanya sekedar opini dan mana itu yang fakta sehingga kita juga tidak salah langkah dalam menyikapinya.
4. Karena [pola fikir = pola sikap]
Ketika pola fikirnya salah maka pola sikap yang terbentuk pun akan salah, namun jika pola fikirnya benar maka pola sikap yang akan terbentuk adalah bersikap benar dan tepat.[Ty]


Apa ceritamu tentang klaim yang lainnya :)

Just share, semoga bisa berbagi dan bisa menambah ilmu. Jazakillah khairan katsiron

Gubug biru,27/12/12,22:28 wib

Minggu, 20 Januari 2013

Aku Risau, Galau nan Gelisah

Ada ungkapan "Demokrasi boleh-boleh saja memimpin negara, tapi setiap umat mempunyai pegangan untuk menjalani kehidupannya, so tak perlu risau....!"

Ungkapan demikian adalah sekedar opini semata | Yang faktanya tidak bisa terjadi dan tak akan terjadi | Mengapa? | Sekaffah-kaffahnya demokrasi diterapkan di bumi ini | Faktanya ia tidak mampu mengamodir rakyat untuk menjalankan aturan agamanya secara kaffah khususnya yang beragama Islam.

Contoh saat ini | Islam yang ia adalah agama sekaligus ideologi | Islam yang tak sekedar mengatur ranah dimensi pertama habluminallah (aqidah & ibadah) saja | Namun juga mengatur dimensi ke 2 hablubinafs (akhlak, busana dan makanan) | Dan Islam juga mengatur dimensi ke 3 habluminnas (mencakup sistem politik, ekonomi, pendidikan, pergaulan, dll).

Nah, saat ini Umat Islam yang hidup pada sistem demokrasi hanya dibolehkan pada penerapan dimensi 1&2 saja
| Sedangkan pada dimensi ke 3 demokrasi tak akan mau untuk menjamin penerapannya | Bukankah Allah memerintahkan kita umat muslim untuk "masuklah kepada Islam yang kaffah"| (yakni menjalankan aturan Islam pada dimensi 1, 2, & 3)

Sejatinya landasan yang digunakan demokrasi adalah sekuler | Yang tak akan pernah membiarkan Islam diterapkan pada kancah kehidupan secara menyeluruh | Omong kosong kalau hidup dalam sistem demokrasi bisa menjalankan Islam secara kaffah.

Satu-satunya metode untuk bisa menerapkan Islam secara kaffah adalah dengan mengganti kedaulatan ditangan rakyat (demokrasi) menjadi kedaulatan dihukum syara (sistem pemerintahan Islam/Khilafah) | Mari berIslam kaffah dengan menerapkan Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah.