Minggu, 20 Desember 2015

31

30

29

28

27

26

25

24

23

22

21

20

19

18

17

16

15

14

13

12

11

10

9

8

7

6

5

4

3

2

1

Senin, 30 November 2015

30

29

28

27

26

25

24

23

22

21

20

20

19

18

17

16

15

14

13

12

11

10

9

8

7

6

5

4

3

2

1

Jumat, 30 Oktober 2015

31

30

29

28

27

26

25

24

23

22

21

20

19

18

17

16

15

14

13

12

11

10

9

8

7

6

5

4

3

2

1

Sabtu, 22 Agustus 2015

Karena Taklif itu Beban

Bismillah...

"karena, Taklif itu beban"

Andai engkau tahu bahwa arti taklif itu adalah beban | menjadi sebuah alamiah jika taklif hadir terpikul pada diri, awalnya hati terasa berat bahkan dipikiran menjadi beban

Bila amanah dakwah menyapa, jangan meminta "Wahai amanah Dakwah, please follow me" | Bukan, tapi justru diri kitalah yang seharusnya mengikuti jalan dakwah dengan optimisme

Saat taklif dakwah menyapa terkadang tiada tersambut dengan ramah bahkan lalai terlupa | Beban yang menjadi amanah itu seolah sangat berat terasa, kenapa bisa?

Ya, bisa jadi kita masih gunakan perasaan sebagai standar | Hingga manfaat menjadi asas berbuat walau kita tersadar

Bisa jadi pula kita terlalu fokus pada masalah namun lupa pada solusi | Sadarilah, tatkala Allah berikan taklif, itu pertanda kita mampu menjalaninya tanpa tapi

Sungguh betapa beruntungnya kita, bila yang selalu menyapa diri ini adalah taklif dakwah | Bayangkan jika yang menyapa selain itu, misal sapaan bermaksiat atau futur yang melengah

Maka betapa mulianya kala taklif bernama taklif dakwah menyapa-nyapa tanpa mengenal waktu | Datangnya bisa jadi tak tertebak, bisa mendadak dan setiap masa ada selalu

Pertanyaannya, apakah kita termasuk yang bersiap 'pasang badan' yang memasangkan diri di jalan dakwah ataukah justru sebaliknya? | Apakah kita akan menjemput amanah segera? Ataukah justru abai tanpa sapa?

Mari pahami bahwa usia dewasa penanda otomatis kita tertaklif kewajiban dakwah tersemat | Maka jadikan hati berlapang, menjernihkan pikiran khusnudzan untuk menjalan amanah dengan terus semangat

Meminjam kekata yang tertera pada papan toko atau warung internet di pinggir jalan "24 Jam Non STOP" |Ya, seperti itulah jalan dakwah, jalan menempa diri agar berkepribadian Islam mantap

24 jam non stop, artinya hadirnya amanah dakwah bisa sewaktu-waktu tanpa mengenal waktu | adakalanya amanah dakwah menyapa di pagi hari, siang, petang sore bahkah malam hari selalu

Kita pun semestinya segera menyadari untuk selalu 'ON', bila amanah dakwah menyapa kita setiap saat |Ya, bersiaplah terus meluruskan niat karena Allah dalam mengambil amanah dakwah jangan terlewat
Karena dunia tempatnya berlelah-lelah menggapai ridho Illahi | Bersiaplah untuk terlelah-lelah terus berlari melayakkan diri

Sejatinya amanah dakwah adalah jembatan kita untuk layak dan pantas menjadi sebaik-baik hamba-Nya | Pun menjadi kepantasan pula agar bisa masuk surga ditinggkatan sebelah mana

Berharap kepada Allah, semoga Allah menjadikan bagian diri kita sebagai pejuang Allah | Pejuang yang tak kenal lelah dan selalu tangguh dalam mewujudkan tujuan dakwah

Bismillah, benarlah firman Allah Ta'ala yang artinya:

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. "

[QS. At Taubah: 111]

***

Mari sahabat sebarkan berbagi kepada yang lainnya.

Semoga ilmu di atas bisa menjadi nasehat untuk diri sendiri, bisa menginspirasi kebaikan serta bisa menjadi amal jariyah untuk kita bersama. Aamiin Allahumma Aamiin

Jazakumullahu khairan katsiron

‪#Keep_Istiqomah‬, Allahu Akbar…!!!

@ukh_tyan


Jika Anda takut ujub

Bismillah....
Imam as-Syafii berkata,
“Jika Anda takut ujub dalam aktivitas Anda,
maka perhatikanlah ridha siapa yang Anda cari?
Pahala siapa yang Anda inginkan?
Siksa siapa yang Anda takuti?
Kesehatan mana yang Anda syukuri?
Bala’ mana yang Anda ingat?
Jika Anda mengingat masing-masing, maka amal Anda terasa kecil di mata Anda."

24 Jam Non Stop

Bismillah...
Meminjam kekata yang tertera pada papan toko atau warung internet di pinggir jalan
"24 Jam Non STOP"
Ya seperti itulah jalan dakwah, jalan yang amanahnya hadirnya 24 jam non stop, hadirnya bisa sewaktu-waktu tanpa mengenal waktu
adakalanya amanah dakwah menyapa di pagi hari, siang, petang sore bahkah malam hari,
Kita pun semestinya segera menyadari untuk selalu 'ON', bila amanah dakwah menyapa kita sewaktu-waktu smile emoticon
Siap??? smile emoticon
Ya, bersiaplah mengambil amanah dakwah selanjutnya glasses emoticon
Semoga Allah mudahkan, pasti!

Statuskan Diri

Bismillah...
Adakalanya hati ini sering tersontak dengan setiap tingkah laku manusia
Ada yang membekas pada hati ketika melihat seseorang terpandang mulia karena ketundukan dan pengorbanannya di jalan Allah
namun ada pula yang 'nyeleneh mulai aneh-aneh' hingga mengundang besitan ganjal pada hati kita
Bila saja setiap diri tak menstatuskan dirinya menjadi hamba Allah,
lantas akan siapa lagi yang menstatuskan dirinya menjadi hamba-Nya?
Status menjadi hamba Allah bukanlah status yang disematkan oleh orang lain kepada diri kita, bukan!
Tetapi diri kita sendirilah yang menstatuskan dalam pilihan-pilihan amal perbuatan kita!
Maka sudah menjadi niscaya bilamana sebuah kepantasan dan kelayakan diri akan terus dan terus tertempa
dan kini, apakah diri kita termasuk yang bisa menjadi orang yang bersiap sedia di kala amanah-amanah mulia menyapa tanpa mengenal waktunya?
ataukah justru mencoba mangkir dan fokus melihat kekurangan diri lantas beralibi ria, na'uzubillah...
Astaghfirullah.. Astaghfirullah.. Astaghfirullah..
semoga Allah menjauhkan kita dari sikap pesimis
semoga Allah menjauhkan kita dari sikap ketidaktaatan

Nasehat Imam Syafi'i

Bismillah...
Nasehat Imam Syafi'i:
"Aku pernah mengadu kepada Waqi' (guru beliau) tentang kesulitan menghafal.
Dia tunjuki aku agar menghindari maksiyat.
Dia juga mengatakan kepadaku bahwa ILMU ITU CAHAYA,
dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang-orang yang banyak melakukan maksiyat"
***
Semoga Allah beri kekuatan kepada kita untuk menghindari maksiyat, dan semoga kita juga istiqomah terus melayakan diri menjadi sebaik-baik hamba Allah. Aamiin

Mengenai orang-orang jahat

Bismillah...
Maha benar Allah SWT yang telah berfirman mengenai orang-orang jahat:
﴿لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ﴾
“Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)
dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah),
dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).
Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi.
Mereka itulah orang-orang yang lalai.”
(TQS al-A’raf [7]: 179)

Akibat Dosa

Bismillah....
قال شيخ الإسلام ابن تيمية
رحمه الله
أن من الذنوب
ما يكون سبباً لخفاء العلم
النافع أو بعضه
بل يكون سبباً لنسيان ماعلم
مجموع الفتاوى ٩٦/٧
Syaikhul Islam Ibn Taimyyah rahimahullah :
"Sesungguhnya Dosa merupakan sebab lenyapnya Ilmu Yang bermanfa'at atau sebagiannya
bahkan dia adalah sebab lupanya apa yang telah diketahui."
Majmuu' Alfataawa 7/ 96

Nasehat Al-Hasan Al-Bashri

Bismillah...
Al-Hasan Al-Bashri pernah berkata kepada Mutharrif bin Abdillah,
“Wahai Mutharrif nasihatilah teman-temanmu”.
Mutharrif mengatakan,
“Aku khawatir mengatakan yang tidak ku lakukan”. Mendengar hal tersebut,
Hasan Al-Bashri mengatakan,
“Semoga Allah merahmatimu, siapakah di antara kita yang mengerjakan apa yang dia katakan, sungguh setan berharap bisa menjebak kalian dengan hal ini sehingga tidak ada seorang pun yang berani amar ma’ruf nahi mungkar.”
(Tafsir Qurthubi, 1/410)

Menjemput Amanah

Bismillah...
bilamana engkau tak ingin futur, berlarinya menjemput amanah dengan rasa syukur
bilamana engkau tak ingin lengah, bersabarlah dalam melangkahkan kaki untuk terus berbenah
bila saja engkau dibenturkan sebuah kepesimisan asa, lihat dan bukalah kembali Al Qur'an ada motivasi dahsyat didalamnya
bila saja engkau mau meningkatkan kualitas dirimu, cermati dan detaili ada ibroh apa yang bisa dipetik dalam setiap detikmu
Karena mengupgrad diri bukan menunggu adanya acara-acara training bombastis yang melejitkan semangat
karena mengupgrad diri bukan menunggu sorak-sorakkan suara teman yang memberi motivasi agar bergeliat
karena mengupgrad diri bukan pula menunggu disanjung atau di'elu-elu'kan oleh teman yang datang dan melihat
karena mengupgrad diri sesungguhnya adalah setiap saat, setiap detik, setiap kita bisa memetik ibroh dalam setiap kejadian yang tersirat

Wanita itu dinikahi karena 4 hal

Bismillah...
"Wanita itu dinikahi karena 4 hal,
karena hartanya,
karena kecantikannya,
karena nasabnya,
karena agamanya.
Maka pilihlah alasan menikahinya karena agamanya. Kalau tidak maka rugilah engkau".
(HR. Bukhori no. 5090, Muslim no. 1466)

Malu Kepada Allah

Bismillah...
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اسْتَحْيُوا مِنْ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ قَالُوا : إِنَّا نَسْتَحِي يَا رَسُولَ اللَّهِ
, قَالَ لَيْسَ ذَلِكَ وَلَكِنْ مَنْ اسْتَحَى مِنَ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ فَلْيَحْفَظِ
الرَّأْسَ وَمَا حَوَى وَلْيَحْفَظِ الْبَطْنَ وَمَا وَعَى وَلْيَذْكُرِ الْمَوْتَ وَالْبِلَى وَمَنْ أَرَادَ
الْآخِرَةَ تَرَكَ زِينَةَ الدُّنْيَا فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ
اسْتَحْيَا مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ حَقَّ الْحَيَاءِ
Hendaklah kalian benar-benar merasa malu kepada Allâh Azza wa Jalla .
"Para sahabat menjawab,
"Kami sudah merasa malu, wahai Rasûlullâh."
Rasûlullâh bersabda,
"Bukan itu maksudnya, akan tetapi barang siapa yang benar-benar merasa malu kepada Allâh Azza wa Jalla maka dia harus menjaga kepala beserta isinya,
menjaga perut beserta isinya
dan dia terus mengingat kematian.
Orang yang menginginkan akherat, dia pasti akan meninggalkan keindahan dunia.
Barangsiapa melakukan ini berarti dia benar-benar merasa malu kepada Allâh.
[HR. Ahmad dan Tirmidzi]

Amanah Masih Banyak

Bismillah...
dan bisa jadi,
amanah (dakwah) kita ini jauh lebih banyak daripada banyaknya umur yang diamanahkan kepada kita
Sungguh setiap detik berdetik menandakan jatah usia kita tinggal di dunia ini semakin berkurang,
dan bisakah usia kita selanjutnya selalu terjatah untuk mengingati kematian?

Manusia Paling Berat Cobaannya

Bismillah...
Sa'd berkata; saya bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
"Siapa manusia yang paling berat cobaannya?"
Beliau menjawab;
"Para Nabi, lalu orang-orang yang semisal mereka dan orang-orang yang semisal mereka.
Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya, jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai dengan kondisinya,
dan jika agamanya kuat maka akan diuji dengan kondisinya juga."
Beliau menambahkan:
"Tidaklah ujian itu berhenti pada seorang hamba sampai dia berjalan di muka bumi tanpa mempunyai kesalahan."
(HR Ahmad)

Empat sekawan

Bismillah...
Pahmilah bahwa hidup ini punya teman bernama masalah
sedangkan masalah itu temannya sabar
sedangkan sabar itu temannya doa
Maka jika salah satunya hadir, hadirkan pula yang ketiganya karena mereka (hidup-masalah-sabar-doa) saling berteman smile emoticon
*Sabar, untuk senantiasa terikat dengan aturan Allah
*Berdoa, kepada Allah niscaya masalah hidup terlewati
Semangatkan hari ini karena Allah

17

16

15

14

Galau itu...

[SEPERCIK INSPIRASI]
===================

Bismillah...

Jika boleh ungkapkan kerinduan, ingin rasanya badan ini hidup dalam naungan sistem negara Islam (Khilafah) yang terus dan mengkondisikan kita dekat dengan Al Qur'an

Terbayang duhulu, tatkala sistem Islam diterapkan sempurna dalam kehidupan

Jika dulu, halaqah atau kajian Islam pasti yang disampaikan dan di kaji adalah Al Qur'an

Kala keluar rumah yang di dengar dan yang dibicarakan adalah makna-makna Al Qur'an

Tatkala melihat apa yang ada di depan mata yang dilihat adalah penerapan 'real' Al Qur'an.

Maka wajar banyak generasi-generasi emas yang sudah jadi penghafal Al Qur'an dengan usia yang masih muda bahkan anak-anak kala itu.

Ya itu-lah sebuah kondisi ideal umat muslim di dalam naungan Khilafah yang saat ini (Khilafah) sementara hilang (belum diterapkan) ditengah-tengah kehidupan umat muslim. Serta menjadi kewajiban kita bersama untuk mewujudkan kembali Khilafah ditengah-tengah kehidupan kita agar kita (dengan izin Allah) dapat 'melanjutkan kehidupan Islam'.

dan kini, boleh kiranya mengungkapkan apa yang kemudian menjadi kegalauan,

Galau itu . . . .

"G-A-L-A-U" itu ketika hafalan kamu nggak nambah-nambah, sementara muroja'ahnya kacau balau, wadaaaw.. squint emoticon

Mari banyak-banyak istighar yuuuk...

Astaghfirullah.... astaghfirullah...astaghfirullah...

Tatkala galau ini muncul pun menjadi bahan renungan, maksiat apa yang telah kita perbuat hingga untuk mendekat kepada Al Qur'an saja terasa berat.

Jadi teringat nasehat Khalifah ketiga, Utsman bin Affan ra

"Sekiranya hati kita bersih niscaya kita tidak akan puas dan bosan membaca Quran."

Semoga kita termasuk diantara hamba-hamba Allah yang senantiasa menata hati dan pikiran untuk senantiasa mendekat dengan Al Qur'an di tengah-tengah lingkungan sekular nan jahat saat ini.

Akhirnya detik ini kita (sebagai seorang muslim) harus benar-benar bisa berjuang dengan kekuatan yang dua kali lipat untuk bisa mengkondisikan (secara pribadi) agar diri kita bisa mendengarkan Al Qur'an, menghafal Al Qur'an dan (secara umum) tentu mengajak saudara muslim lainnya untuk memahami dan menerapkan Al Qur'an dalam kehidupan di bawah naungan sistem Islam (Khilafah).

Mungkin awalnya ada perasaan 'Ahh...gak mungkin kita bisa hafal Al Qur'an'.

Bisa jadi itu memang tidak mungkin, karena sejatinya ketidakmungkinan tersebut lantaran berasal dari tutur kata kita sendiri yang pesimis dan tidak ada kemauan untuk menghafal Al Qur'an.

Maka coba sekarang dibalik 180 derajat, bahwa dengan OPTIMIS dan ADA KEMAUAN serta YAKIN akan dibantu ALLAH niscayakita bisa menjadi penghafal Al Qur'an.

Dan hal ini bukan perkara yang mustahil. Ingin bukti? terbukti detik ini Anda sudah HAFAL 'pembuka Al Qur'an' yakni Surat Al Fatihah, artinya kunci pembukanya sudah hafal tinggal diteruskan menghafal pada surat-surat yang lainnya.

dan "True" menghafal itu butuh sistem, maka jika perlu minta tolonglah kepada teman untuk mengkondisika kita, menyimak, muraja'ah agar kita bisa menjagai Al Qur'an

Pun tulisanlah pada kertas, bila perlu ditempel di tempat-tempat yang sering Anda lihat. Tulislah tanggal dan tuliskan Azzam anda untuk menjadi penghafal Al Qur'an, serta meminta doa kepada orangtua dan orang-orang agar Anda bisa menjadi penghafal Al Qur'an.

Berikut ini ada firman Allah Ta'ala dan beberapa hadits yang semoga bisa membangkitkan semangat kita dan termotivasi untuk menjadi penjaga Islam yang terpercaya, sehingga dalam beraktivitasnya seorang muslim adalah atas dorongan keimanan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW bukan yang lainnya

Bismillah...

“Sebaik- baik kalian adalah orang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya”

(HR: Bukhori)

***

“Dan tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah Allah Ta`ala dengan membaca kitabullah dan mengkajinya di antara mereka, melainkan turun ketenangan atas mereka dan mereka di liputi rahmat serta dikelilingi malaikat dan Allah menyebut mereka di antara para malaikat di sisi-Nya”,

(HR: Muslim)

***

Barang siapa yang disibukkan oleh Al-quran dan berdzikir kepadaKu dari pada meminta kepadaKu, maka Aku berikan kepadanya dengan pemberian yang lebih baik dari pada yang di berikan kepada orang orang yang meminta, dan keutamaan kalam Allah SWT atas perkataan yang lain adalah seperti keutamaan Allah Ta`ala atas makhluknya,

(HR: Tirmidzi)

***

Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Quran adalah seperti buah Utrujjah yang baunya harum dan rasanya enak, dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Quran seperti buah kurma yang tidak berbau sedang rasanya enak dan manis, dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur`an adalah seperti raihanah yang baunya harum sedang rasanya pahit, dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Quran adalah seperti hanzhalah yang tiada berbau sedang rasanya pahit,

(HR : Bukhori dan Muslim)

***

Sesungguhnya orang yang membaca Al-quran sedangkan ia mahir melakukannya, kelak mendapat tempat dalam surga bersama rasul-rasul yang mulia lagi baik sedangkan orang yang membaca Al-Quran tetapi ia tampak agak berat lidahnya (belum lancar ) ia akan mendapat dua pahala,

(HR : Abu Dawud )

***

Tidak boleh iri hati kecuali kepada dua macam orang yaitu orang laki-laki yang di beri Allah Al-Quran (dengan menghafalnya atau membacanya) dan di amalkannya sepanjang malam dan siang, dan orang lelaki yang di karuniai Allah harta lalu ia menafkakannya sepanjang malam dan siang,

(HR : Bukhori dan muslim)

***

Yang paling berhak untuk menjadi imam dari suatu kaum adalah orang yang terpandai membaca kitab Allah di antara mereka, maka jika kemampuannya sama dalam bacaannya maka pilihlah orang yang lebih mengerti mengenai sunnah jika sama maka pilihlah orang yang lebihdulu hijrah maka jika sama pilihlah yang lebih dulu masuk islam,dan dalam riwayat Abu Dawud “Dan jika dalam hijrahnya sama,maka pilihhlah untuk menjadi imam mereka yang paling ta umurnya”

(HR : Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai)


***

Bersungguh-sungguhlah untuk berjanji menjaga Al-Qur`an ini, Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, sungguh Al-Quran lebih cepat terlepas daripada unta dari tali ikatannya

(HR: Muslim)

***

Sesungguhnya Alloh mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al- Qur`an) dan Merendahkan sebagian yang lain dengan kitab ini pula,

(HR : Muslim)

***

Bacalah Al Quran sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang yang suka membacanya,

(HR : Muslim)

***

Dikatakan kepada Shohibul Qur`an Bacalah dan naiklah dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya di dunia dan sesungguhnya kedudukanmu nanti tergantung pada ayat terakhir yang kamu baca.

(HR : Abu dawud, At- Tirmidzi dan An- Nasai)

***

Dan barang siapa membaca Al-quran dan mengamalkan isinya maka Alloh akan memberikan mahkota kepada orang tuanya nanti di hari kiamat, sinarnya lebih cerah dari sinar matahari di dunia, maka bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang mengamalkan ini,

( HR: Abu Dawud)

***

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunianya, sesungguhnya Allah maha pengasih lagi maha mensyukuri

(QS: Al-fatir 29-30)

***

Mau jadi manusia yang paling banyak baca Al Quran?

Jadilah penghafal Al Quran....

Tahukah Anda, untuk menghafal 1 ayat Al Quran, seseorang harus mengulang bacaan hingga puluhan kali.

Dan setelah hafal, ia harus mengulang hafalannya secara berkala seumur hidupnya...

>>>> Maka Jadilah Penjaga Al Qur'an <<<<

:')

(sebuah pesan yang ringan didengar, namun tidak mudah secara amaliahnya, berharap sama Allah 'semoga Allah layakan itu kepada kita semua')

Ayooo TAWAKAL, OPTIMIS, OPTIMAL!

PASTI BISA!!!

Allahu Akbar....

PASTI BISA!!!

Allahu Akbar...

PASTI BISA!!!

Allahu Akbar...

***

Mari sahabat sebarkan informasi ini.

Semoga ilmu di atas bisa menjadi nasehat untuk diri sendiri, bisa menginspirasi kebaikan serta bisa menjadi amal jariyah untuk kita bersama. Aamiin Allahumma Aamiin

Jazakumullahu khairan katsiron



Lebih Baik Taat

Bismillah...

Sistem demokrasi, adalah sistem kufur buatan manusia | Kejamnya sangat dahsyat, karena mengajak menafikan aturan agama mengajak maksiat

Sistem Demokrasi, sebuah sistem hina yang membuat generasi muda saat ini banyak terjebak | potensi strategisnya digadaikan, peranannya lemah karena terbajak

Generasi muda, mereka yang merasakan pendidikan | Merasakan betul betapa penatnya beban akibat ritme paksaan kurikulum pendidikan

Generasi muda, mereka yang tak merasakan pendidikan | Mengejar materi jadikan asasnya manfaat | hidup pun mengalir sebagaimana sistem menjebak pula dalam maksiat

Bagi yang merasakan pendidikan akan ditemui jadwal praktek memadat, tugas rumah menumpuk | Belum dengan materi yang sulit dipahami namun tetap dikebut materi selanjutnya, sungguh sibuk

Sistem pendidikan sekular | kurikulumnya yang memadatkan tugas | Tiada bisa membentuk pribadi nan sholih karena akhirnya terpupuk egois nan individualis

Terbayang bukan bagaimana ditengah hiruk pikuknya generasi muda terbeban kurikulum belajar? | Ya, akhirnya mencari hiburan adalah jalan untuk menghilangkan beban pikir

Tak jarang, akhirnya generasi muda ada salah makna atas syukuri hidupnya | mengambil jalan 'mumpung masih muda' maka manfaatkan dengan sebaik mungkin dengan having fun gembira

Seabreg cara mendapatkan hiburan pun mudah diakses | Menonton film dengan dalih hiburan pun mewarnai otak generasi muda tanpa batas

Dari tontonan sinetron, tontonan permainan, game, tontonan konser musik | yang sejatinya semakin menjauhkan ketaatan karena terjebak asyik

Atas nama 'bersenang-senang' untuk hiburan | akibat demokrasi akhirnya banyak aturan dipisahkan dalam kehidupan

Mencari hiburan melepas lelah sesaat dan singkat | Namun, sayangnya banyak tanpa memperhatikan rambu-rambu syariat

Berbicara tentang sinetron generasi muda | kita tentu bisa melihat bahwa sinetron saat ini tidak ada mendidikan mereka menjadi pemimpin muda

Sinetron yang selalu cantik di buat | menyuguhan cerita 'cinta' yang tersurat maupun tersirat | Memancing hasrat cinta semu menuai laknat

Wal hasil ngetrend gaya style anak muda adalah berkiblat dengan sinetron/film yang ditontonnya | Sinetron yang mengumbar cinta, memancing gharizah nau' dan lain sebagainya

Akibat media sekular buah sistem demokrasi bebal | lagi-lagi media kini tak mencerdaskan generasi muda adanya justru memerosotkan moral

Sistem pendidikan tak mengkondisikan generasi muda menjadi baik | Sistem media tak menjadikan generasi muda terdidik

Ditambah himpitan sistem ekonomi liberal | Membuat kedua orangtua keluar rumah mencari sesuap nasi | Padatnya pekerjaan membuat perkembangan anak tak lagi ambil peduli

Sebagian generasi muda akhirnya teraruskan dengan budaya kufur bernama pacaran | Hasil didikan media sinetron yang berperan

Usia SD pun sudah sering berbalas main ejek-ejekan | untuk saling mencocok-cocok antara teman laki-laki dengan teman perempuan yang lain

Terbayang bukan? lantas bagaimana di bangku SMP, SMA bahkan kuliahan | trend budaya pacaran 'nembak' pun sudah benar-benar sama copas seperti di sinetron-sinetron

Yang cowok sudah 'ngala artis 'sok' tampan yang 'menembak' cewek dengan semangat | Yang cewek merasa 'kok kayak di sinetron-sinetron ya' spontanlah alay berbilang "so sweet" | Apaan coba! squint emoticon

Akhirnya generasi muda kini 'benar-benar' terjebak cinta semu | buaian cinta yang tidak serius, cinta gombal, cinta yang mainkan perasaan candu

Wajar bukan kalau dua orang yang terjebak dengan pacaran susah diminta putus | Ya, karena hatinya sudah mudah dimainkan oleh pacarnya yang ngaku tulus

Kata "putusin segera pacarmu" bagi generasi muda yang terjebak pacaran seolah sudah seperti momok | karena mereka tahu pacaran itu dilarang, maksiat dan haram, tapi belum kapok

Kalau pun mau putusin dikit-dikit mikirnya 'kasian dia, nanti hati dia tersakiti' | Ini bisikan setan yang lembut, lebih baik sakit di dunia daripada sakit di akhirat nanti

Apabila engkau belum putus, segeralah bertaubat sebelum ajal menjemput | besuk kamu sendiri pula yang akan menuai balasnya pasca ajal merenggut

Harusnya engkau berterima kasih dan segeralah sadari | ketika masih ada saudaramu yang mengingatkan bahwa pacaran itu haram dan dimurkai

Bagi yang tergerak hati dan pikirannya harusnya bergegas berani memutus pacarnya karena Allah | Kemudian bertaubat nasuha seraya berterima kasih kepada Allah

Diantara bukti Allah Ta'ala sayang kepadamu adalah Allah kirimkan orang-orang setia | Setia dalam hal menasehatimu agar engkau kembali taat kepada Allah Ta'ala

Sadarilah banyak di luar sana, kaum muslimin tanpa sepengetahuanmu sedang mendoakanmu tanpa putus asa | Agar dirimu bisa memutus pacarmu karena Allah dan menjadi pejuang Islam sesungguhnya

Mungkin engkau jadi terngiang "pacaran itu haram-pacaran itu haram-pacaran itu haram" | Amazingnya, sungguh hanya aturan ini yang sesuai dengan fitrahnya manusia, yakni Islam

Kadang manusia itu yang egois maunya menerjang aturan Allah sesaat | Mengalah untuk mengejar kesenangan semu akibat bisikan setan nan sesat

Akhirnya benar, benak kosa kata 'pacaran itu haram' meniscaya menari-nari diotakmu | Kau tak bisa lepaskan akan kebenaran Islam, engkau pun galau

Mari kita sampaikan bahwa potensi generasi muda saat ini adalah sangat besar dan mumpuni | Namun kini perannya 'dimandulkan' oleh jebakan sistem demokrasi

Saatnya mengembalikan peran generasi muda sebagai penyangga kebangkitan Islam | Sebagai umat terbaik yang berdakwah menyeru kepada kebaikan Islam

Saatnya generasi muda bersatu padu menyenadakan langkah mengganti sistem demokrasi dengan sistem Khilafah | Hanya Khilafah yang akan memuliakan dan mengkondisikan taat menerapkan Islam kaaffah

Pahamilah bahwa hidup yang sebentar ini sejatinya terdedikasikan untuk mencari ridho Allah | Mari ikhlas mencerdaskan diri dengan Islam, menyebarkan dakwah Islam dan mengamalkan aturan Allah

"Lebih baik sendiri dalam taat daripada berdua tapi maksiat"

Salam Tahrir
@ukh_tyan

***

Mari sahabat sebarkan informasi ini.

Semoga ilmu di atas bisa menjadi nasehat untuk diri sendiri, bisa menginspirasi kebaikan serta bisa menjadi amal jariyah untuk kita bersama. Aamiin Allahumma Aamiin

Jazakumullahu khairan katsiron


Negeri Akhirat

Bismillah...

Benarlah firman Allah Ta'ala yang artinya:

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"

[QS. Al An'aam:32]

"Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa."

[QS. Al Qashash: 83]

"Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Quran setelah beberapa waktu lagi"

[QS. Shaad: 88]

"Dan apabila hanya nama Allah saja disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati."

[QS. Az Zumar: 45]

"Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat."

[QS. Asy Syuura: 20]

"Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.

Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur."

[QS. Ali 'Imran: 145]

"Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar."

[QS. An Nisaa':74]

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

[QS. Al Hasyr: 18]

***

HARI INI
Dunia adalah nyata
Akhirat hanya cerita
tapi
SETELAH MATI
Dunia hanya cerita
Akhirat jadi nyata!

Bila masih ada yang terus bermaksiat, Anda mau percaya atau mau tidak percaya, sesungguhnya NERAKA itu pasti ADA!

Bila masih saja enggan untuk memperjuangkan agama Allah, Anda mau percaya atau mau tidak percaya, sesungguhnya Surga itu pasti ADA!

Semoga kita bisa melayakan diri menjadi hamba Allah yang senantiasa mempersiapkan perbekalan diri untuk kehidupan di akhirat nanti.

Berharap kepada Allah Ta'ala semoga kita istiqomah dalam menjagai Islam ini hingga akhir hayat kita, dengan terus memahami akan syariat Islam secara kaffah, dengan terus mendakwahkan aturan Islam nan Kaffah, dengan ikut berjuang mewujudkan tegaknya syariah Islam kaffah dalam naungan Khilafah. Aamiin Allahumma Aamiin

***

Mari sahabat sebarkan opini dakwah ini.

Semoga ilmu di atas bisa menjadi nasehat untuk diri sendiri, bisa menginspirasi kebaikan serta bisa menjadi amal jariyah untuk kita bersama. Aamiin Allahumma Aamiin

Jazakumullahu khairan katsiron


Apakah kamu mengira akan masuk Surga?

Bismillah…
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar."
[QS. Ali 'Imran: 142]
Wahai diri…
Bila ujian dakwah selalu hadir menghadang
Biarkan raga tubuh ini selalu hadir berjuang
Stay sabar yaa…
Stay strong yaa…
Stay istiqomah jugaa yaa

Menambah Tsaqofah

Bismillah....
Wahai diriku, akhirnya engkau kini mengerti bahwa dunia sosmed telah 'mencelupkan' diri kita untuk bisa menambah tsaqofah serta meningkatkan analisis politik kita, jika kita mampu
1. Memahami fakta
2. Memahami akar masalah
3. Memahami kebutuhan akan solusi kongkrit (jangka pendek) dan solusi mengakar serta tuntas (solusi jangka panjang)
4. Butuhnya keterlibatan dengan terus menerus menyerukan perubahan hakiki dengan solusi Islam Kaffah (Khilafah) kepada umat
Wahai diriku, jika saja engkau masih mudah memasang status tanpa ada arah pencerdasan umat di sana,
bilamana engkau tetap asyik berselancar di dunia maya tanpa ada ilmu yang didapat di sana,
jangan salahkan kalau dirimu sedang membuang-buang waktu nan tiada guna. Wahai diriku, beristighfarlah...
"Astaghfirullah...

Tanda-tanda Takwa

Bismillah...
================
Tanda-tanda Takwa
================
Puasa Ramadhan memang telah kita lewati. Idul Fitri pun telah kita lalui.
Namun, tentu tetap penting merenungi:
Sukseskah puasa Ramadhan kita tempo hari?
Berhasilkah kita mewujudkan takwa sebagai ‘buah’ dari puasa Ramadhan yang telah kita jalani?
Pantaskah kita kemarin merayakan ‘Hari Kemenangan’, yakni Idul Fitri?
Menangkah kita dalam melawan hawa nafsu dan godaan setan selama Ramadhan, juga selepas Idul Fitri?
Jika jawabannya ‘ya’, tentu itu yang kita harapkan. Namun, jika jawabannya ‘tidak’, tentu puasa Ramadhan kita yang lalu sia-sia belaka.
Kita pun sesungguhnya tak layak merayakan ‘Hari Kemenangan’, Idul Fitri. Sebabnya, sebagaimana dinyatakan oleh sebagian ulama, “Laysa al-‘id li man labisa al-jadid walakin al-‘id li man takwahu yazid (Idul Fitri bukanlah milik orang yang mengenakan segala sesuatu yang serba baru. Namun, Idul Fitri adalah milik orang yang ketakwaannya bertambah).”
Pertanyaannya: Apakah ketakwaan kita bertambah selepas puasa Ramadhan dan Idul Fitri? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita tentu mesti mengetahui hakikat takwa sekaligus tanda-tanda (ciri-ciri)-nya.
Siapa orang bertakwa?
Imam ath-Thabari, saat menafsirkan QS al-Baqarah ayat 2, mengutip sejumlah pernyataan tentang hakikat orang-orang bertakwa. Al-Hasan, misalnya, menyatakan, “Orang-orang bertakwa adalah mereka yang takut terhadap perkara apa saja yang Allah haramkan atas mereka dan melaksanakan apa saja kewajiban yang Allah titahkan atas mereka.”
Ibn Abbas berkata, “Orang-orang bertakwa adalah orang-orang yang khawatir terhadap azab Allah ‘Azza wa Jala jika meninggalkan petunjuk-Nya yang telah mereka ketahui dan berharap pada rahmat-Nya dengan membenarkan apa saja yang datang kepada dirinya (berupa Alquran, pen.).”
Ibn Mas’ud menuturkan dari sekelompok sahabat Nabi SAW, bahwa orang-orang yang bertakwa dalah orang-orang Mukmin.
Abu Bakr ‘Ayyas berkata, “Orang-orang bertakwa dalah mereka yang menjauhi dosa-dosa besar.” Demikian pula disepakati oleh Al-A’masyi.
Qatadah berkata, “Orang-orang bertakwa adalah mereka yang disifati dengan sifat—sebagaimana dalam ayat berikutnya, pen.—yaitu: orang yang mengimani perkara gaib, menegakkan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang telah Allah limpahkan kepada mereka.”
Ibn Abbas juga menyatakan bahwa orang-orang bertakwa adalah mereka yang takut menyekutukan Allah SWT dan mengamalkan apa saja yang telah Allah SWT wajibkan atas mereka (Lihat: Ath-Thabari, Jami’ al-Bayan li Ta’wil al-Qur’an, I/232-233).
Al-Quran pun banyak mengungkap ciri orang-orang yang bertakwa, di antaranya sebagaimana dinyatakan dalam QS al-Baqarah ayat 3-5.
Demikian juga dalam al-Hadits. Begitu pun yang dinyatakan oleh para Sahabat dan banyak ulama dari generasi salafush-shalih.
Di antaranya adalah yang dinyatakan oleh al-Hasan. Al-Hasan berkata, “Orang bertakwa memiliki sejumlah tanda yang dapat diketahui, yakni: jujur/benar dalam berbicara; senantiasa menunaikan amanah; selalu memenuhi janji; rendah hati dan tidak sombong; senantiasa memelihara silaturahmi; selalu menyayangi orang-orang lemah/miskin; memelihara diri dari kaum wanita; berakhlak baik; memiliki ilmu yang luas; senantiasa bertaqarrub kepada Allah.” (Ibn Abi ad-Dunya, Al-Hilm, I/32)
Terkait jujur dalam bicara, senantiasa menunaikan amanah dan selalu memenuhi janji, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ada empat perkara yang siapa saja termasuk di dalamnya maka dia benar-benar orang munafik, meski ia shalat atau puasa dan mengklaim dirinya Muslim. Jika ia memiliki satu saja dari empat perkara tersebut maka ia memiliki salah satu tanda kemunafikan hingga ia meninggalkannya: Jika ia berbicara, ia berdusta; jika berjanji, ia ingkari; jika diberi amanah, ia khianati; jika ia membuat kesepakatan, ia langgar sendiri.” (Al-Ghazali, Al-Ihya’, III/272).
Terkait takwa pula, Wahab bin Kisan bertutur bahwa Zubair ibn al-Awwam pernah menulis surat yang berisi nasihat untuk dirinya. Di dalam surat itu dinyatakan, “Amma ba’du. Sesungguhnya orang bertakwa itu memiliki sejumlah tanda yang diketahui oleh orang lain maupun dirinya sendiri, yakni: sabar dalam menanggung derita, ridha terhadap qadha’, mensyukuri nikmat dan merendahkan diri (tunduk) di hadapan hukum-hukum Alquran.” (Ibn al-Jauzi, Shifat ash-Shafwah, I/170; Abu Nu’aim al-Asbahani, Hilyah Awliya’, I/177).
Muhammad bin Husain berkata bahwa Abu al-Husain juga pernah menyatakan, “Seorang Mukmin (yang bertakwa) itu memiliki empat tanda: kata-katanya adalah zikir; diamnya adalah tafakur; pandangannya adalah ibrah; dan ilmunya adalah kebaikan.” (Abu Nu’aim al-Asbahani, Hilyah Awliya’, IV/354).
Semoga kita benar-benar menjadi orang bertakwa, lengkap dengan segala antribut dan tanda-tanda (ciri-ciri)-nya. Wa ma tawfiqi illa bilLah. [] abi
*Sumber: hizbut-tahrir.or.id
***
Mari sahabat, dukung dan sebarkan opini dakwah dari page ini dengan cara me-like, berkomentar dan bagikan kepada yang lainnya.
Silakan ajak gabung sahabat muslimah lainnya ke page ini. Semoga bisa menjadi amal sholih untuk kita bersama. Aamiin Allahumma Aamiin
Jazakumullahu khairan katsiron


Keep Istiqomah

Mari sahabat, awali hari ini dengan ucap basmallah kembali memikirkan urusan umat
Dakwah adalah kewajiban, maka harus terus diemban dan terus bersemangat
Semoga dengan amanah-amanah yang lain tetap membuat semangat dakwah kita terus bergeliat
Ingatlah bahwa hidup kita terdedikasi untuk menggapai keridhoan Allah dengan amal sholih nan giat
InsyaAllah jika kita mau menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong pula segara urusan kita tanpa terlambat
Allah telah karuniakan kesehatan kepada kita, maka syukuri dengan terlibat agenda dakwah jangan terlewat
Jangan putus asa, terus melangkahlah karena kemenangan Islam datangnya semakin dekat
Takbiiirr!!!!
Allahu Akbar..!!!

Sekolah, OKE! NGAJI, YES!

Pagi hari, awali dengan basmallah, meluruskan niat, semoga hari ini berkah kiki emoticon Aamiin
Sobat hari ini berangkat sekolah lagi, berharap kepada Allah agar Allah mudahkan urusan hari ini smile emoticon Aamiin
Sobat jangan jadikan amanah sekolah jadi melalaikan amanah-amanah kita yang lain yaak kiki emoticon
Sekolah adalah amanah, begitu juga dengan dakwah merupakan amanah yang wajib kita jalankan smile emoticon
So, apapun yang engkau merasa 'sibuk' di sana ingatilah dakwah itu wajib dan dakwah itu poros kehidupan, sehingga tidak bisa ditinggalkan, sesibuk-sibuknya kita tidak bisa ditinggalkan
Mungkin ada yang beralasan nggak mau dakwah karena tugas sekolah seabreg banyaknya, atau sudah kepadatan ekstrakurikuler yang menyita banyak waktu. Tapi ingat sobat, di akhirat besuk manusia tidak bisa beralasan lhoo....
"Atas alasan apa engkau tidak mengemban amanah dakwah di dunia?"
Okeeey..yuk ahh, sekolah mah dibikin enjoy luruskan niat karena Allah, berasyiiiik-asyiklah dalam mencarilah ilmu karena Allah, dan serunya menjadikan dakwah sebagai poros kehidupan
Sekolah, OKE!
NGAJI, YES!
DAKWAH, yaa OKE and YES! grin emoticon grin emoticon grin emoticon
Kamu Siap menjemput amanah hari ini Sobat???? smile emoticon So, pasti! glasses emoticon like emoticon glasses emoticon like emoticon

Jangan Ngaku Merdeka

Jangan ngaku merdeka jika sumber daya alam saja masih gampang dirampok asing bahkan asing yang mengelolanya
Jangan ngaku merdeka jika pola dandanan saja ngikuti cara fashion ala barat adanya
Jangan ngaku merdeka jika ide-ide barat seperti nasionalisme, demokrasi, liberalisme, sekulerisme masih saja menjangkiti pola pikir manusia
Plisss....! Jangan ngaku merdeka...
Semestinya merdeka itu ketika kita
'merdeka' bisa menghamba kepada Allah dengan sebaik-baiknya penghambaan tanpa ada yang menghalangi satu halangan pun. itu!

Nasehat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Yuk Semangatkan hari ini karena Allah kiki emoticon
Nasehat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata:
“Sesungguhnya ketika Allah menurunkan kitab-Nya dan menjadikan Rasul-Nya sebagai penyampai risalah (Al-Kitab) dan Al-Hikmah (As-Sunnah), serta menjadikan generasi awal agama ini berkomunikasi dengan Bahasa Arab,
maka tidak ada jalan lain dalam memahami dan mengetahui ajaran Islam kecuali dengan Bahasa Arab.
Oleh karena itu memahami Bahasa Arab merupakan bagian dari agama.
Keterbiasaan berkomunikasi dengan Bahasa Arab mempermudah kaum muslimin memahami agama Allah dan menegakkan syi’ar-syi’ar agama ini,
serta memudahkan dalam mencontoh generasi awal dari kaum Muhajirin dan Anshar dalam keseluruhan perkara mereka.”
(Iqtidho Shirotil Mustaqim).

Selancar di Dunia Maya

Sobat grin emoticon
Ngomong-ngomong tentang selancar di dunia maya nih, hehe..kalau di darat yaa patroli di dunia maya grin emoticon
Bila mana secara pribadi diri kita ngelike status orang lain (katakanlah status akun lawan jenis) dan hal tersebut berpotensi membuat lawan jenis tersebut (misal jadi ke GR-an, atau memancing perasaan yang tidak semestinya) lebih baik kitanya gak usah ngelike, iya khan kitanya cukup lewat saja baca statusnya, ambil ilmunya, dan mendoakan orang tersebut agar Allah balas dengan sebaik-baik balasan atas ilmu yang dibagikan via sosmed smile emoticon
Pun bila ditemukan, misal dalam akun kita ada akun pertemanan yang berlawan jenis jika tidak ada keperluan sama sekali, yaa lebih baik gak ada interaksi dan gak usah di respon komunikasinya, atau di delete jika memang perlu untuk sekedar menjaga hati dan menjaga pikiran, achie grin emoticon
Dan khusnudzan saja, kitanya juga tetap harus bisa mengendalikan diri kita Sob, tidak perlu mudah terpancing gharizah nau' dan gharizah baqo' dalam menyikapi demikian hehe grin emoticon
dan kita doakan dalam diam-diam smile emoticon maksudnya kita doakan dari jauh semoga lawan jenis tersebut (yang masih belum bisa menjaga interaksi di dunia maya dan di dunia nyata) mau ngaji Islam dan bisa jadi orang sholih. Aamiin smile emoticon

Tundukan Dengan Keimanan

Kalo lagi kangen kota kelahiran... kiki emoticon
yaa upload poto tentang kota kelahiran.. grin emoticon
Kalo lagi kangen Keluarga... kiki emoticon
ya uploadnya poto keluarga.. grin emoticon
Kalo lagi kangen Kamu.... kiki emoticon
ya uploadnya poto Meong... pacman emoticon hihihi
Sobat, sungguh Allah karuniakan gharizah nau' pada setiap orang, rasa sayang dan cinta kepada sesuatu merupakan bentuk penampakan gharizah nau' tersebut, dan naluti ini tidak bisa dinafikan/dihilangkan pada kehidupan kita.
Gharizah (naluri) ini biasanya muncul dari rangsangan dari luar, makanya hati-hati Sobat jika naluri ini terkadang menari-nari minta dipenuhi begitu saja,
Jika sobat memahami Islam, insyaAllah naluri tersebut bisa ditundukan dengan keimanan sehingga pemenuhannya tidak salah jalan tanpa melanggar hukum Allah
Namun sebaliknya jika sobat tidak memahami bagaimana cara pemenuhan gharizah dengan aturan Islam bisa jadi malah terjebak kepada kemaksiyatan dan kerugian, na'udzubillah...
So, belum terlambat sobat kalau diri kamu mau bertekad menjadi orang baik dengan rajin ngaji dan dakwah smile emoticon
Yuuuk ngaji smile emoticon
yuuuk Dakwah 

Agustus tiba

Bismillah...
Ketika kita sudah berada di jalur menuju Allah, maka berlarilah.
Jika itu sulit bagimu, maka berlari kecillah.
Jika kamu lelah, berjalanlah.
Dan jika itupun tak bisa, merangkaklah.
Namun jangan pernah berbalik arah ataupun berhenti.
[Imam syafi'i]
***
Ukh-Ty pahamilah bahwa tujuan hidup di dunia adalah untuk ibadah
ingatlah pula bahwa dunia tempatnya berlelah-lelah menuju Jannah
Agustus tiba,
Sadari setiap sadarnya kita, bahwa Allah adalah Maha Pengatur
Selalu ada hubungan dengan Allah dalam setiap nafas syukur
Semoga semakin bisa kuat dalam meriayah umat meski kini kekuatannya sedang tertidur
Menjadi niscaya bila umat bangkit dengan dakwah pasti akan memimpin peradaban mulia nan makmur
Keep Istiqomah! :')