Jumat, 28 Juni 2013

Sholat di Barak Pengungsian Merapi 2010

Al liwa [bendera] Umat Muslim simbol persatuan umat

Adik-adik belajar sholat di Musala


Jamaah khusyuk menjalankan sholat jumat


Batas shaf sholat jumat

Sujud sholat jumat

Berdiri menjalankan ibadah atas bentuk konsekuensi keimanan

Meminta hanya kepada Allah

Suasana sholat berjamaah malam takbiran

Sujud atas ketundukan kami sebagai hamba-Mu

Sholat jamaah uyamh dilakukan oleh ibu-ibu dan simbah-simbah


sholat jumat

Suasana solat jumat bersama yang diinisiasi oleh Hizbut Tahrir Indonesia

Bertempat di Halaman Stadion Maguwoharjo, barak pengungsian Merapi 2010 

Minggu, 23 Juni 2013

Buah perjuangan

Khilafah Rasyidah yang dinanti segera tegak kembali...
Buah perjuangan tiada henti janji Allah nan pasti...


Tiga Opsi Pengelolaan BBM Dalam Khilafah


Oleh: Hafidz Abdurrahman

Rencana pemerintah SBY menaikkan harga BBM jenis premium dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 dengan argumen untuk menyelamatkan APBN, karena jika tidak dinaikkan, konon APBN akan jebol, sebenarnya mencerminkan dua hal: Pertama, kemalasan berpikir pemerintah untuk mencari solusi yang tepat dan tidak menyengsarakan rakyat. Kedua, ketundukan pada asing, khususnya negara-negara kafir penjajah.

Kemalasan berpikir dan ketundukan pemerintah pada asing ini tampak dari kebijakan pemerintah yang mengandalkan pendapatan negara melalui sektor pajak, yang mencapai lebih dari 80 persen. Pendapatan yang nota bene mengandalkan “santunan” rakyatnya sendiri. Sementara, kekayaan alam yang melimpah, tetap saja dibiarkan dalam cengkraman swasta, baik asing maupun domestik. Bahkan, 90% kekayaan migas telah dikuasai oleh asing. Dari sumber yang terakhir ini, negara hanya mendapatkan “tetesan air liur” saja.

Lagi-lagi, karena kemalasan berpikir dan ketundukan pada asing ini, dengan seenaknya pemerintah mencari tambahan pendapatan dari kenaikan harga BBM. Sekali lagi, rakyat yang harus menanggung beban seumur hidup. Sudah begitu, mereka masih dipalak dengan membayar pajak. Ironisnya, dengan tega pemerintah menipu rakyatnya dengan mengatakan, bahwa subsidi BBM hanya dinikmati orang kaya, atau jika subsidi dipertahankan, maka APBN akan jebol.

Jika saja mereka tidak malas berpikir dan tunduk pada asing, maka mereka bisa menemukan solusi. Karena solusi itu sudah dituangkan Hizbut Tahrir dalam kitab al-Amwal fi Daulati al-Khilafah, karya al-‘Allamah Syaikh ‘Abd al-Qadim Zallum. Solusi yang ditawarkan oleh Hizbut Tahrir kepada umat, dan akan diterapkan oleh negara Khilafah, yang tidak lama lagi akan berdiri dengan izin dan pertolongan Allah.

BBM merupakan harta milik umum. Karena harta milik umum dan pendapatannya menjadi milik seluruh kaum Muslim, dan merupakan barang yang dibutuhkan semua orang, maka setiap individu rakyat memiliki hak untuk memperoleh manfaat dari harta tersebut dan pendapatannya. Dalam hal ini, tidak ada bedanya apakah rakyat tersebut laki-laki, perempuan, anak-anak, dewasa, orang shalih, jahat atau kaya dan miskin. Semuanya mempunyai hak yang sama. Karena ini merupakan harta milik mereka, dan mereka butuhkan.

Hanya saja, harus dicatat, bahwa dalam pemanfaatan harta milik umum tidak semuanya sama. Karena ada yang bisa dimanfaatkan oleh manusia, baik langsung maupun dengan alat tertentu. Namun, ada pula yang tidak bisa dimanfaatkan secara langung.

Jenis pertama, seperti air, padang rumput, api, jalan umum, laut, sungai, danau dan terusan (kanal). Semuanya ini bisa dimanfaatkan secara langsung. Air, padang rumput maupun api bisa dimanfaatkan langsung oleh rakyat, baik untuk kebutuhannya sendiri, atau memanfatkan sumur, mata air dan sungai untuk diambil airnya dan dialirkan untuk hewan serta ternaknya. Para penggembala juga bisa menggembalakan hewan dan ternaknya di padang rumput. Pengumpul kayu juga bisa mengambil kayu di hutan.

Seseorang bisa saja memasang alat (hidran) pengatur air di sungai yang besar untuk menyirami tanaman dan pohon-ponon miliknya. Karena sungai yang besar itu terbuka bagi semua orang, sehingga pemasangan alat-alat di atasnya tidak akan membahayakan siapapun dari kaum Muslim. Tiap orang bisa memanfaatkan jalan umum, laut, sungai dan kanal.

Jenis kedua dari harta milik umum adalah barang yang tidak bisa dimanfaatkan secara langsung, membutuhkan upaya dan biaya untuk mengeluarkannya, seperti minyak, gas dan barang-barang tambang lainnya. Karena itu, negaralah yang mengambil alih tanggung jawab eksploitasinya, mewakili kaum Muslim. Hasilnya disimpan di Baitul Mal kaum Muslim. Khalifahlah yang memiliki wewenang dalam hal pendistribusian hasil dan pendapatannya sesuai dengan ijtihadnya, yang dijamin oleh hukum-hukum syara’. Tujuannya adalah untuk mewujudkan kemaslahatan kaum Muslim.

Distribusi dan pembagian hasil dari barang tambang dan pendapatan milik umum tersebut bisa dilakukan untuk:

Pertama, membiayai kebutuhan yang berhubungan dengan hak milik umum, seperti:

Pos hak milik umum, bangunan, kantor, catatan, sistem pengawasan dan pegawainya.

Para peneliti, penasihat, teknisi, pegawai, orang-orang yang mendedikasikan dirinya untuk melakukan penelitian dan penemuan, eksplorasi minyak bumi, gas, barang tambang dan dana untuk eksplorasinya, untuk produksi dan proses penyelesaiannya hingga membuatnya layak untuk digunakan, juga untuk orang-orang yang memberikan jasanya menemukan sumber dan penyalurannya, untuk pembangkit listrik dan jaringan kawatnya.

Membeli berbagai peralatan dan membangun industri, pemboran dan penyulingan minyak bumi dan gas, pemisah dan pembersih bijih-bijih barang tambang, pemrosesan barang-barang tambang hingga layak digunakan. Juga digunakan untuk membeli alat dan industri yang biasa dipakai pada industri milik umum, dan proses pemanfaatannya.

Untuk alat-alat yang bisa mengeluarkan air, memompa dan untuk pipa-pipa salurannya.

Pembangkit listrik, gardu, tiang-tiang penyangga dan kawat-kawatnya.

Untuk membeli kereta api dan trem listrik, dan sebagainya.

Seluruh pengeluaran ini berkaitan dengan hak milik umum, termasuk menejemen dan pemanfaatannya. Karena itu biayanya menggunakan pendapatan dari harta milik umum. Ini sama dengan upah untuk para pengelola zakat yang berasal dari harta zakat itu sendiri, sebagaimana firman Allah, “Dan untuk para amilnya.” (TQS. at-Taubah [9]: 60). Allah SWT telah menetapkan bagian mereka dari zakat sesuai dengan jasa mereka dalam melaksanakan tugasnya.

Kedua, dibagikan kepada individu rakyat, yang memang merupakan pemilik harta milik umum beserta pendapatannya. Khalifah tidak terikat oleh aturan tertentu dalam pendistribusian ini. Khalifah berhak membagikan harta milik umum seperti air, listrik, minyak bumi, gas dan segala sesuatu yang diperlukan kepada yang memerlukannya untuk digunakan secara khusus di rumah-rumah mereka dan pasar-pasar mereka, secara gratis.

Namun, bisa saja Khalifah menjual harta milik umum ini kepada rakyat dengan harga yang semurah-murahnya, atau mengikuti harga pasar. Khalifah juga bisa membagikan uang hasil keuntungan harta milik umum ini kepada mereka. Semua kebijakan tadi ditetapkan dan diambil dalam rangka mewujudkan kebaikan dan kemaslahatan bagi seluruh rakyat negara Khilafah.

Dari uraian di atas, maka BBM jelas merupakan harta milik umum, yang tidak bisa dimanfaatkan langsung oleh rakyat, karena harus dieksploitasi dan dieksplorasi hingga bisa dimanfaatkan. Semuanya ini membutuhkan investasi dan biaya yang besar. Karena itu, negaralah yang harus mengambilalih tanggung jawab tersebut. Negara juga tidak boleh memprivatisasi harta milik umum ini kepada siapapun, baik swasta asing maupun domestik.

Hasil dari pengelolaan BBM ini, selain untuk membiayai biaya produksi, termasuk infrastruktur yang dibutuhkan, juga bisa didistribusikan langsung kepada rakyat secara gratis. Ini opsi yang pertama. Opsi kedua, negara Khilafah bisa saja juga menjual BBM ini kepada rakyat dengan harga semurah-murahnya, atau mengikuti harga pasar. Opsi ketiga, negara Khilafah bisa juga membagikan hasil keuntungan harta milik umum ini kepada mereka, tidak dalam bentuk materinya, tetapi dalam bentuk uang.

Semua kebijakan tadi ditetapkan dan diambil dalam rangka mewujudkan kebaikan dan kemaslahatan bagi seluruh rakyat negara Khilafah. Inilah kebijakan yang akan diterapkan oleh Negara Khilafah. Mengenai kalkulasi besaran angkanya, bisa ditelaah lebih jauh dalam buku yang penulis edit, Membangun Indonesia tanpa Pajak dan Utang. Wallahu a’lam.


http://www.facebook.com/photo.php?fbid=375414239225093&set=a.294728650626986.52110.294703110629540&type=1&relevant_count=1

Agar Suami-Istri Giat Berdakwah


Allah Swt. memberikan beban hukum yang sama kepada laki-laki dan perempuan dalam melaksanakan kewajiban berdakwah dan amar makruf nahi munkar (QS at-Taubah [9]: 71). Allah pun memberikan ancaman yang serupa terhadap laki-laki dan perempuan yang meninggalkan amar makruf nahi munkar:

Kalian memerintahkan kemakrufan dan mencegah kemungkaran, kalau tidak, Allah pasti akan menjadikan orang-orang jahat di antara kalian menguasai kalian (HR al-Bazzar dan ath-Thabrani).

Demikian pentingnya kewajiban ini, setiap Muslim dituntut untuk terus berupaya melaksanakannya sekalipun hanya mampu mengutuk kemungkaran di dalam hatinya, dan inilah yang dikatakan sebagai selemah-lemahnya iman (HR Muslim).

Adapun dalam melaksanakan kewajiban berdakwah, kehidupan Rasulullah saw. merupakan satu-satunya teladan yang patut dicontoh dalam menyampaikan Islam, sejak Beliau berada di Makkah hingga hijrah ke Madinah dan membangun sebuah tatanan masyarakat yang didasarkan pada aturan dari Allah Swt. Pada periode Makkah, Rasul dan para Sahabat mengalami tekanan, kesulitan dan penderitaan yang amat berat dari orang kafir Quraisy. Sekalipun demikian, Rasul sanggup menanggung berbagai hambatan yang menghadang dakwah, karena di sisinya ada istri tercinta, Khadijah ra., yang selalu setia dan siap memberikan dorongan dan bantuan, moril maupun materil di jalan dakwah. Demikian pula pada periode Madinah saat Rasul tengah melakukan proses Perjanjian Hudaibiyah; Beliau juga memiliki Ummu Salamah ra. yang sangat bijak ketika memberi masukan kepada Rasul saat kaum Muslim tidak segera mematuhi perintah Beliau untuk bercukur dan menyembelih hewan kurban. Di sinilah arti penting adanya seorang pendamping setia yang sangat memahami tugas berat yang harus dipikul oleh Rasul, juga sangat memahami sifat dan karakter Rasul hingga dapat memberi masukan yang bijak dengan cara tepat.

Sebagai manusia, setiap Muslim pasti pernah mengalami pasang-surut dalam melaksanakan kewajiban ini. Ujian dalam bentuk kesulitan dan kenikmatan hidup datang silih berganti. Tak jarang semua itu membuat kita merasa terhimpit sesak atau bahkan terlena dengan kesibukan dan kemewahan sehingga tanpa disadari mengurangi waktu, bahkan meninggalkan dakwah.

Untuk itulah, orang terdekat, khususnya suami atau istri, harus selalu saling mengingatkan agar keduanya tetap konsisten dan bersemangat dalam melaksanakan kewajiban dakwah ini, apapun kondisinya.

Islam telah menetapkan bahwa suami adalah pemimpin bagi istri di dalam rumah tangga:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ

Laki-laki merupakan pemimpin bagi perempuan karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian lainnya (QS an-Nisa’ [4]: 34).

Di sisi lain, Islam juga menjelaskan bahwa hubungan antara suami dan istri adalah hubungan yang penuh persahabatan:

إِ نَّمَا النِّسَا ءُ شَقَا ِئقُ الِرّجَالِ

Sesungguhnya perempuan (istri) itu adalah sahabat laki-laki (suami) (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Karena itu, pergaulan di antara keduanya adalah pergaulan sebagaimana dua orang yang bersahabat, satu sama lain dapat saling mencurahkan perasaan dan bertukar pikiran demi mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi, dalam keadaan senang maupun sulit.

Biduk rumah tangga harus tetap terjaga pada rel yang semestinya, yaitu mencari keridhaan Allah di dunia dan akhirat. Demikian pula kemitraan antara suami dan istri juga dibangun atas dasar prinsip tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, serta berlomba-lomba dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya serta dalam menjauhi larangan-Nya.

Prinsip ini juga dapat diterapkan dalam rangka menjalankan kewajiban berdakwah. Suami dan istri dapat saling memberi semangat, nasihat, saran, juga koreksi satu sama lain. Namun, perlu diingat, dengan posisi suami sebagai pemimpin, saat istri memberi masukan, tidak mengurangi kewibawaan dan kehormatan suami. Sebaliknya, suami selayaknya juga dapat menjadi teladan dan inspirator bagi istri dalam berdakwah. Agar semangat berdakwah tetap terpelihara dalam suasana rumah tangga yang harmonis, diperlukan sikap dan langkah-langkah berikut ini:

Menyatukan komitmen dalam berumah tangga, yaitu untuk mencapai keluarga sakinah mawaddah wa rahmah dalam naungan Islam. Suami-istri harus memiliki cita-cita untuk menerapkan ideologi Islam. Pendekatan yang makruf dengan disertai dalil yang kuat dapat ditempuh ketika salah satu dari pasangan belum memahami kewajiban ini. Pembinaan selanjutnya dapat diarahkan bersama jamaah laki-laki untuk suami dan jamaah perempuan untuk istri.

Mengenal secara rinci karakter pasangan kita. Hal ini penting untuk mengetahui cara pendekatan yang tepat untuk saling memberi masukan dan mengingatkan. Misalnya, ada tipe suami yang tidak ingin terlalu sering diingatkan dengan kata-kata, bisa dilakukan dengan cara tidak langsung, seperti dengan bercerita seolah yang dimaksud adalah orang lain. Ada pula tipe suami yang suka jika diingatkan secara rinci sehingga istri yang harus rajin memantau, atau sebaliknya suami terhadap istri.

Mengetahui kegiatan harian satu sama lain, beserta target dakwah yang ingin dicapai. Misalnya, jika suami banyak waktu di luar rumah seperti di kantor, di sekolah, di tempat usaha, dll, dapat ditentukan komunitas dan target apa yang hendak menjadi sasaran dakwahnya. Sebaliknya, istri yang memiliki banyak waktu di rumah, juga bisa melakukan hal yang sama. Keduanya bisa saling mendorong dan memberi semangat untuk mencapai target dakwah masing-masing.

Jalin komunikasi yang lancar, melalui telepon atau SMS yang berisi kata-kata, ayat-ayat, atau hadis yang berisi motivasi untuk tetap konsisten dan bersemangat dalam dakwah. Misalnya, Sesungguhnya Allah pasti akan menolong orang-orang yang menolong (agama-Nya) (QS al-Hajj [22]: 40); Sesungguhnya Allah telah membeli jiwa dan harta orang-orang yang beriman, dengan memberikan surga untuk mereka (QS at-Taubah [9]: 111); Apabila Allah memberi hidayah kepada seseorang melalui upayamu, itu lebih baik bagimu daripada apa yang dijangkau matahari sejak terbit hingga terbenam (HR al-Bukhari dan Muslim); dll .

Sempatkan untuk sama-sama mengikuti perkembangan berita lewat televisi, radio atau koran, kemudian bahas dari sudut pandang Islam. Tujuannya untuk mengembangkan cara berpikir Islam dengan proses analisis fakta serta mengaitkannya dengan pemahaman yang telah dimiliki.

Guna memperkuat perasaan Islam (nafsiyah islamiyah), suami-istri dapat melaksanakan shalat berjamaah, shaum sunnah, qiyamul lail dan tadarus al-Quran bersama-sama. Bisa juga dengan mengajak anak-anak ataupun kerabat yang lain, agar suasana ruhiah anggota keluarga tetap terpelihara di dalam rumah.

Sesekali melakukan kajian tentang sirah Rasul atau kisah para Sahabat di antara anggota keluarga, untuk menggugah semangat juang dan kerelaan berkurban di jalan Allah dengan mencontoh teladan dari Rasul dan para Sahabat dalam memperjuangkan agama Allah Swt.

Melakukan shillah ukhuwah terhadap teman-teman seperjuangan yang memiliki komitmen tinggi terhadap dakwah, untuk mendapatkan energi baru dalam berdakwah melalui contoh dari orang lain.

Mengajak seluruh keluarga untuk hadir pada acara-acara tertentu, seperti tablig akbar, aksi bersama (masîrah), agar tersuasana semangat juang yang tinggi dan keyakinan yang kuat akan dekatnya pertolongan Allah Swt. kepada umat Islam.
Membuat perencanaan dakwah bersama untuk mewarnai lingkungan sekitar rumah. Istri terhadap kaum perempuan dan suami terhadap kaum laki-laki. Apalagi jika telah memiliki anak yang sudah beranjak dewasa, juga dapat dilibatkan dalam rencana ini, khususnya terhadap para remajanya.

Semoga setiap keluarga Muslim dapat menjadi tim yang kuat dan harmonis seperti halnya yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. dengan para istrinya.

Wallâhu a’lam bi ash-shawâb. [Reta Fajriah]

Lihatlah!

HARGA BBM AKAN NAIK!!!

Beginikah hasil dari diagung-agungkannya pemilihan umum memilih penguasa? Jika ternyata oh ternyata, justru berujung menyengsarakan diri rakyat!

Wahai rakyat yang sadar, bukalah mata anda dan bukalah telinga anda!
Maka lihatlah...!
Maka lihatlah...!
Maka dengarlah...!
Maka dengarlah...!
Penguasa negeri ini Dzalim
Penguasa negeri ini Khianat

Maka janganlah mau untuk diperalat lagi oleh sistem demokrasi
Sistem sekuler yang senantiasa membungkus racun dengan madu
Mari segera kita tuntaskan menggulung sistem demokrasi pembohong ini
Kita bergerak bersama menggelar sempurna sistem hakiki dari Allah Yang Maha Tahu


http://www.facebook.com/photo.php?fbid=510286832353765&set=a.304743782908072.64126.304591352923315&type=1&relevant_count=1

Mundur, bukan itu jalannya

♥♥♥ SEPERCIK INSPIRASI ♥♥♥
====================
Bismillaah...

Ada yang menguntai rindu...
Ada yang menyapa mengungkap kata...
Ia lontarkan rasa rindunya tentang hangat berdiskusi bersama
Ia sampaikan pula akan kerinduan masa nikmat dakwah kita..
dan dalam waktu dekat ini, lagi-lagi ia masih mencoba menyapa...

Ku katakan padanya...
Bukankah aku telah menyayangimu dan mengajakmu belajar mengkaji Islam bersama?
Bukankah aku sudah memperhatikanmu dan menjelaskan akan apa pentingnya Iman?
Namun, ntah apa yang khilaf, hingga kau justru milih mundur dari barisan perjuangan Islam.

Pun jua kau memahami itu diarea yang kau kuasai
Ya, "Life is choice"...
Hendak mengkaji Islam atau berhenti itu adalah pilihan
Kau mau istiqomah dakwah atau berhenti itu juga pilihan
Tak ada suruhan dan tak ada paksaan...

Ku hanya bisa mendoa kepada Allah yang Maha Berkuasa
Dzat Yang Maha membolak-balikkan hati manusia
Tak ada yang susah bagi Allah untuk memperbanyak pejuang-pejuang-Nya
Tak ada yang sulit bagi Allah untuk menyegerakan akan janji-janji-Nya

Aku pun coba mengerti posisimu...
Dilain sisi dirimu sudah diberikan pemahaman tentang Islam
Maka pemahaman itulah yang semestinya menggerakkan dirimu untuk menjalankan akan wajibnya belajar dan berdakwah Islam
Untuk itu bergeraklah karena pemahaman bukan atas dasar perasaan

Jika kau merasa ada kendala, maka tanyakanlah padaku
Jika kau mendengarkan suara-suara sumbang, maka sheringkanlah padaku
Jika kau terbayang oleh benak asumsi-asumsi, maka kroscekkanlah padaku
Bukan justru mundur dari barisan perjuangan, itu bukan jalan keluar sayang...

>> Semoga kita bisa istiqomah dan menguatkan di barisan perjuangan dakwah Khilafah.
Tak peduli seberapa harta yang harus kita keluarkan untuk dikeluarkan, tak peduli seberapa banyak orang yang turut andil memperjuangkan, serta tak peduli akan seberapa lama waktu yang digunakan untuk menjemput kemenangan, yang terpenting adalah KEYAKINAN kita akan janji Allah dan bisyarah Rasulullas saw. Allahuakbar!

-------------------------------------------------------------------------------------
Mari Sahabat...Raih Pahala SEBARKAN Informasi ini...
Semoga tercatat sebagai amal sholih bersama. Dan semoga kian banyak yang menginginkan akan diterapkannya kembali Khilafah Islamiyyah yang telah amat sangat kita rindukan.Aamiin
Jazakumullahu khairan khatsiron 


> http://www.facebook.com/photo.php?fbid=511248128924302&set=a.304743782908072.64126.304591352923315&type=1&relevant_count=1

♥♥♥ SEPERCIK INSPIRASI ♥♥♥

Bismillaah...

Semakin nyata kemenangan Islam di depan mata
Ketika semakin banyak yang mencoba menghalangi sebuah dakwah sebagai karya nyata
Dakwah menegakkan Khilafah bukanlah hal yang mudah
Karena perjuangannya bukanlah perjuangan yang murah

Jika kini sebuah cacian, omelan dan sebuah hujatan adalah sebuah tantangan
Melihat tantangan di luar negeri sana lebih dari itu, saudara kita terpenjara, dibunuh, ditembak, dan lain sebagainya, dan hal ini adalah sebuah tantangan

Menjadi pribadi beriman tak akan pernah sepi oleh namanya ujian
Ia akan senantiasa digodai dan digoyang dengan terpaan angin cobaan Namun bukan untuk merobohkan iman
Melainkan menguji dan mendekatkan kita kepada Allah untuk menguatkan ketinggian iman

Saudariku, benar bahwa dakwah Khilafah bukan hal yang mudah
Itu Sulit, namun sulit bukan berarti kita tidak bisa, pasti bisa
Hanya butuh sedikit kesabaran saja
Dan terus menghunjamkan pada diri sebuah keyakinan akan bisyarah buah konsekuensi Islam mabda

Sahabatku, raih tanganku, genggam tangankuaku yakin tidak sendiri, kita bersama-sama, dan Allah membersamai kitaPertolongan itu Allah dekatKemenangan Islam itu mulai terlihat

Semoga kita bisa Istiqomah berjuang, hingga rambut ini memutih beruban
Hingga nyawa ini merenggang pergi dari badan
Hingga tubuh ini syahid berbau harum dijalan-Nya karena merindukan Islam dan melibatkan diri dengan ikut berjuang untuk menegakkan Syariah & Khilafah. Aamiin

-----------------------------------
Tulisan ini ku persembahkan untuk saudarik-saudariku yang mengazzamkan dirinya terbeli dengan Islam yang dengannya menjadikan dakwah sebagai porosnya serta yang kini tengah berbenah dan berlari bersama-sama untuk tegaknya Khilafah.

Dulu Tomboy Kini Berhijab Coy


Bismillaah...

Siapa yang menyangka sosoknya pernah ditakuti pencuri dan preman. Berseragamkan security didikan Resimen Mahasiswa, berhobikan petualang, berburu dan latihan militer lainnya membuatnya berhasil menangkap pencuri di pertokoan besar Jalan Malioboro. Warna-warni kehidupannya inilah ia terjuluki perempuan tomboy.Bahkan istilah “tomboy” pun masih melekat saat ia sudah menikah dan dikaruniai duaanak. Singkat cerita anak pertama perempuannya sudah dewasa, sebut saja Upeh namanya. Mulai SMA Upeh sudah aktif berorganisasi bahkan dinobatkan sebagai ketuaOSIS. Selain itu, Upeh juga aktif mengikuti pengajian Islam mingguan.

Pada saat itu pengajian membahas tentang keterikatan dengan hukum Allah. Guru ngajinya menjelaskan bahwa “Segala apa yang kita lakukan didunia ini kelak akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah”. Kalimat inilah yang sampai saat ini tergiang di telinga Upeh. Gurunya melanjutkan “Wajibnya menutup aurat sebagaimana wajibnya kita sholat”. Upeh tertegun “Lantas, sudah berapa juta pori-pori auratkah yang telahku buka?”. Disodorilah kertas bacaan berisi firman Allah yang memerintahkan wajibnya berhijab. Dilihatnya Surat An-Nur ayat 31, disitu Allah memerintahkan kita untuk berkhimar/berkerudung hingga menutup dada dan Surat Al Ahzab ayat 59 disana Allah mewajibkan kita berjilbab yakni memakai pakaian gamis hingga menutup mata kaki. Upeh baru paham bahwa hijab syar’i itu adalah menutup aurat, berkerudung dan berjilbab. Sungguh baik hati gurunya memberikan kerudung dan jilbab membantu proses berhijab Upeh. Saat keluar rumah terdengarlah suara-suara sumbang, berjilbabnya Upeh dikatakan seperti pakaian ibu-ibu, bahkan penampilannya seperti orang hamil.

Singkat cerita Upeh diterima di Kampus Islam wilayah Yogyakarta. Pilihan jurusannya menuntut ia bisa berbahasa Arab. Upeh pun belajar nyantri di Padepokan Kader Ulama Panatagama. Jaraknya yang terjangkau, setiap malam Jum’at Upeh pulang. Perpulangannya Upeh manfaatkan berbagi cerita dengan sang Ibu, sempat Upeh bacakan An-Nur ayat 31 dan Al Ahzab ayat 59. Sebuah proses penyadaran yang panjang, tergugahlah hati Ibu pada titik sadar berhijab. Takjub hati Upehinilah jawaban dari doanya. Seketika itu, Ibu yang berat badannya kira-kira 70kilo meminta Upeh menjahitkan seluruh baju potongnya untuk disambung menjadi jilbab.Ibu Upeh kini berjualan di Kantin Sekolah Masjid Syuhada, muski harus berangkat membawa banyak barang dagangan dengan motor, namun hal itu tak menyurutkan istiqomah berhijabnya. Melihat parasnya Upeh berbatin “Salut untukmu Bunda, aku mencintaimu karena Allah”. Biarkan ini menjadi kisah “Dulu Tomboy Kini BerhijabCoy”, Coyeha maksudnya :)

Gelap Mendung

Bismillaah...

Gelapnya mendung mencoba menutupi sinar mentari
Siang yang lapang mewarnai awan hitam yang berjalan
Sedikit demi sedikit sinarnya mulai mendebarkan hati
Dan kegelapan itu segera berubah menjadi kegemilangan

Sama dengan kondisi realita umat saat ini
Kala peradaban kelam sistem demokrasi sekuler mengungkung negeri ini
Namun menjadi hal yang pasti, sinar cahaya peradaban gemilang berdiri megah
Menyibak kegelapan sistem menghadirkan kemuliaan, itulah cahaya Khilafah.

#Salam Melukis Cahaya Khilafah 


>> http://www.facebook.com/photo.php?fbid=146290578894148&set=a.145769205612952.1073741828.128677780655428&type=1&relevant_count=1

Tolak Kenaikan BBM!

Akan sampai kapankah rakyat terus diperalat dan dibohongi?
Sistem demokrasi-sekuler negara inlah yang terus berkonstribusi memberi derita kepada rakyat

Sudah berapa juta nada yang dikata akan memberikan sejahtera namun tak ada bukti nyatanya?
Sampai kapan pun, jika negeri ini masih menggunakan sistem demokrasi-sekuler pasti tak akan bisa memberikan kesejahteraan.

Bukankah Islam memiliki pengaturan dalam pengelolaan sumber daya alam
Namun mengapa negeri ini lebih memilih untuk diatur oleh sebuah kebijakan manusia dan intervensi asing
Bukankah aturan Islam akan memuliakan kita
Namun mengapa umat enggan mengambilnya

Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM! Solusikan dengan KHILAFAH!

#Salam Melukis Cahaya Khilafah 

>> http://www.facebook.com/photo.php?fbid=146467632209776&set=a.145769205612952.1073741828.128677780655428&type=1&relevant_count=1

Embun Abu Merapi

Bismillaah...

Satu fenomena terbesar sepanjang hidupku yang masih terngiang hingga detik ini saat pukul 03.00 wib kala itu
Yogyakarta digemparkan dengan letusan Merapi, melihat keluar embun dingin sudah tergantikan dengan abu vulkanik pagi itu

Allahuakbar..tiada daya dan kekuatan selain dari Allah
Kita manusia adalah makhluk yang serba kurang, terbatas dan lemah
Bukan saatnya lagi kita menunggu peringatan menunggu adanya Musibah
Mari bersama segera bertaubat dan menjadi bagian pejuang agama Allah

#Salam Melukis Cahaya Khilafah

like this page : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=146631275526745&set=a.145769205612952.1073741828.128677780655428&type=1&relevant_count=1

Subhanallah (T__T)

Bismillaah....

Kisah selanjutnya dari status fb

Subhanallah...Masyallah...Masyallah

Malam ini kumendapatkan berita gembira. Hal yang kuinginkan, yang dari kemarin ku fikirkan, yang dari kemarin ku ucapkan dan yang dari kemarin ku tuliskan. Tulisannya silahkan bisa dilihat di blog saya (pemikir-ideologis.blogspot.com). Tulisan tentang apakah?

Tulisan tentang keinginan bisa memiliki kamera DSLR. Awalnya sempat pesimis bisa mendapatkannya tipe kamera demikian. Bayangkan saja, rata-rata harganya bekisar 3-4-5 jutaan. Lima jutaan itu pun sudah harga yang WOUW bagiku. Ya terang sajakah, aku sendiri belum bisa menghasilkan gaji segitu selama satu bulan..hehe. Boro-boro sebulan, 1 tahun aja belum tentu aku bisa mengumpulkan uang segitu.

Sore ini, ya tepatnya setelah waktu Isya', adikku yang tak kulihat dari ba'da magrib tadi ternyata ia baru pulang dari JEC melihat pameran komputer. Deru motor red-er pun terdengar naik teras halaman, dan masuk pintu parkir dimasukkan kedalam.

Saat dia memarkirkan motor sembari ia bertanya kepada Bapak menanyakan keberadaanku. "Pak Mbak dimana?". Bapak menjawab "Itu sedang belajar di kamar tamu".
Rasa heranku muncul "tumben saja dia menanyakan aku".
Aku yang berada di ruang tamu pun mendengar celoteh dia menanyakan diriku...hehe gak usah Ge-er yoo...

Seusai memarkir motor, ia menghampiriku dan menyodorkan seabreg brosur hasil berburunya di pameran komputer. Awalnya ia menghampiriku dan menanyakan akan kondisi download-an yang tadi siang sempat ku sms ke dia. Adikku bertanya "Bisa jadi download tak?", "Gak bisa dik" jawabku, ku minta padanya untuk bisa menyeting IDM agar bisa untuk mendownload.

Download kali ini adalah download video untuk agenda besuk, aku butuh video Muktamar Khilafah di Jakarta kemarin. Di bukalah lepy ini dan ia mencari aplikasi IDM. Setelah ia lihat, ternyata tak bisa juga mendownload dan harus masuk ke Mozzila. Dibenahilah IDM tadi dan ternyata bisa untuk mendownload. Alhamdulillaah...

Aku menyambung "Tapi sudah didownloadkan temanku dik, yang dia jaga di warnet". Yasudah download yang harusnya berdurasi 2 jam tidak jadi kami download.

Ia menanyakan padaku, "Mbak ingin kamera ya?"

"Iya dik" jawabku singkat dengan nada mupeng 

"Memang mau kamera yang seperti apa?"

"Maunya yang DSLR dik"
jujur saja aku rada gaptek dengan pertanyaan ingin tipe atau klarifikasi yang seri berapa.
Pertanyaanya yang seperti apa pun tak bisa ku jawab dengan jelas karena tahuku cuma DSLR mega pixelnya banyak dan ya hanya itu saja.

Ia menunjukan brosur-brosur kamera tadi, "ini mbak 16 megapixel, ini 12 megapixel" tegasnya.
ku tengoklah harga-harganya, dan Wouw memang benar harganya bekisar lebih dari 3 jutaan.
Dia pun bersela menceritakan kamera yang seri D7100 yang temannya di Papua sudah punya. Cuma kata dia, di Indonesia belum ada mbak" katanya itu keluaran baru.

Di bukalah brosur satu persatu, yang ternyata juga mengiklankan kamera SDLR 16 megapixel D7000, dan tahukan berapa harganya? Ya, tentunya lebih dari lima juta jelasnya..hehe

Adikku pun menantangku "Mbak mau kah ku belikan yang mahal tapi syaratnya mbak bisa rawat".
"Glek!"
Ooh..kata-kata ini, benar-benar menantang, bagiku pernyataan diatas membuatku maju mundur untuk menerima tantangannya, bagaimana tidak. Pengalaman lalu-lalu setiap kali aku diamanahi barang selalu saja ada kekurangan dalam menjagainya. Ntah mengendarai Red-er yang lupa diservislah, mengendari motor yang berbulan-bulan tidak dicucilah, tas yang baru dibelikan cepet jebollah, sepatu baru beli yang cepet teposlah, dan akhir-akhir ini hp hitam yang dihibahkan kepadaku, yang bisa buat kamera kapasitas 5 megapixel pun mokad alias mati tergeletak diatas kasur depan ruang tivi hingga saat ini.

Ibu menyambung dari meja makan..."Mbakmu itu kurang bisa jaga"

"Hikz...Iya sih, ku akui aku memang belum bisa 100% menjagai dengan baik, namun aku akan berusaha untuk bisa menjagai amanah itu"...ini azzamku dalam batin

Adikku menyambung "Sambil melihatkan brosur-brosur, ini kameranya bisa buat moto jauh, kalau di zoom juga tidak membuat pecah gambarnya. Kalau yang ini, ia sambil nunjukkan merk dan gambar kamera dari brosur, kalau di zoom pecah gambarnya. Nah kalau distadion jarak jauh, buat foto model, ini bagus, sambil menunjukan gambar yang tipenya D7000 tadi.

"Mbak kalau mau, ku belikan yang 12 juta, tapi harus ada hasilnya"

"Ngek! What HASIL??"
Ada tanya dalam batinku, "Hasil gimana ya maksudnya, apa yang dimaksud hasil adalah memotret untuk menghasilkan uang?" ini hanya dalam batinku. (yah sekarang ditulis, jadi bisa kebaca deh) 

Ku jelaskan pada adikku, dik memotert itu untuk dakwah, mbak akan gunakan untuk momotret acara-acara, aksi dsb. Acara yang difoto kalau di upload bisa dishare bahkan beritanya bisa sampai ke luar negeri, dan itu semata-mata untuk berdakwah dik.

Adikku menjelaskan tentang kelebihan kamera 12 juta tadi, menjelaskan tentang lensanya, mahalnya harga kain pengelapnya, dan juga tasnya, pesannya juga jangan dicampur-campur bawanya, ada tas khusus, jelasnya. Singkat cerita adikku pun kembali ke kamarku yang menjadi tempat hunian dia sementara.

Subhanallah (T__T) --> ini yang kutulis di status fb tadi.

Ada rasa haru, ada rasa yang tak bisa diungkap dengan kata-kata
Muski baru wacana, semoga dengan rasa yang tertuang dalam tulisan ini, Bismillah semoga bisa mewujudkan menjadi muslimah fotografer. Harapan besar tentu hanya kepada Allah saja yang memberikan rizki tiada tara dan tiada terduga "Jika sudah riskinya, maka tak akan kemana".

Maka diakhir tulisan ini, ku bisik pada dunia, "Sssttt....aku akan siap menggoncangmu dengan gambar-gambar yang melukis cahaya Khilafah Jilid dua, insyallah". Yang baca turut takbir Yuk! Allahuakbar! \(^o^)

Semoga menginspirasi 

BANGUN TIDUR

Dan barang siapa bangun pada pagi hari tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia bukanlah termasuk golongan mereka (kaum muslimin)” (HR. Ath-Thabari).

>> Bangun tidur, setelah memikirkan umat yang dipikirkan adalah "Pengen punya Kamera DSLR" 

TIPS FOTOGRAFER #3

Alhamdulillah dapat Ilmu yang berbau-bau fotografer 

Kamera mahal > hasil bagus itu wajar dan menurut sebagian orang itu gak ada tantangannya.
Kalau kameranya biasa-biasa saja > misal kamera saku tapi gambarnya ok itu baru jempol. d(^__^)b

Berkaryalah dengan keyakinan, pengalaman, ilmu dan keahlian. Apapun yang ada di tangan insyaallah kan menghasilkan yang terbagus.

#Salam Melukis Cahaya Khilafah 

Alhamdulillah (T__T)

Bismillaah…

Dibalik : Alhamdulillah T__T

Terlafadz dalam ada dalam relung hati, tersusuli dengan haru sujud syukur mewarnai
Megah biru awan masih membayang diujung hari, ku lihati dedaunan masih menghijau berdiri

Sore ini suasana hawa membuatku merasakan panas dingin. Sepulang dari agenda pertemuan dengan muslimah aktivis kampus ku sempat diri mampir membeli cimol dan cireng. Sembari menikmati perjalanan pulang yang kira-kira butuh ditempuh dalam waktu 20 menit. Ku ramaikan perjalanan pulang sore ini dengan bernyanyi lagu “Khilafah Yang di Nanti”..hehe…biar pun suara fals, dan lagunya bernada melow tapi liriknya sangat wouw lhow…

Sesampainya di depan rumah, ku lihati ada motor parkir di depan halaman. Si Ijho motor yang kukendarai pun masuk ke kandang rumah dan kustandarkan parkir di dekat dapur. Bungkus kresek hitam yang berisi cimol dan cireng dengan gegas ku raih dan ku bawa menuju kamar adikku.

“Dik mau cimol?” sapa dan tawarku padanya


Kudapati di kamar ada Bunda, dan kedua teman adikku bertamu. Seusai menyodorkan makanan cireng dan cimol padanya. Aku teringat dengan nasi udak dari acara pertemuan tadi, aku mengeluarkan nasi uduk dari tasku. Aku pun ingat jika adikku adalah orang yang suka dengan nasi kucing semacam nasi uduk ini. Teringat saja jika ia pulang ke Jogja tak melewatkan bernostalgia mengunjungi "Cafe Tiga Ceret" alias Angkringan.

Tak fokus ku melihat ada benda yang tergeletak diatas kasur tempat ia duduk. Adikku pun membalas sapaanku “Iya mbak, aku mau cimolnya, itukan makanan jaman dulu, hehe” ia jawab sambil tertawa kecil. Sambungnya ”Ini mbak aku sudah beli kameranya”, sembari mengangkat benda yang berada diatas kasur tadi.
Otomatis bola mataku pun melebar dan memandanginya, ini kan kamera yang menjadi obrolan kami berdua kemarin, batinku.

“Subhanallah..Allahuakbar…Alhamdulillah…”


Pelan, sku pun memegangnya, menghayati dan merasakan akan beratnya yang sesuai dengan prediksi obrolan hari lalu. Beratnya hampir satu kiloan, bodynya berwarna hitam, lensanya tajam moncong dua puluhan centi kedepan. Ku coba memutar sembari memegang dan melihat kameranya, inikan kamera DSLR seri D7100 yang dikata keluaran baru di Indonesia. Aku pun mulai mendekatkan badan kamera ke mataku, kuletakkan tangan kiriku memagang leher lensanya, ku mainkan pengaturan zoom. Kutajamkan bidikan satu mata untuk mengeker membidik kearah satu objek didepanku.


Benda yang tertempel di kamar menjadi sasaran objek jepretanku. Ya disana ada Bendera/Al Liwa tertempel diatas kertas kerangka kitab. Al Liwa adalah benderanya Negara Islam [Khilafah] yang menjadi simpol tinggalan Rasulullah saw untuk mempersatukan umat muslim dunia. Waw…Luar biasa hasil jepretannya, dan tak bisa dipungkiri bagus adanya. Wajar saja, memang bukan kamera yang biasa-biasa. Apa yang bisa menebakkah berapa harganya? Ku tak mengerti berapa harga pastinya, kudapati kabarnya seharga dengan membeli satu motor bebek merk ternama.

Ku masih ingin mencoba memotret lagi, mulaiku kalungkan kamera DSLR D7100 itu di leher. Aku pun terbayang dengan komentar Ummi Nunung kemarin, beliau sempat berkomentar ada keinginan bisa melihatku berkalungkan DSLR di acara-acara. Selain itu aku pun juga sudah terbayangkan kamar ku ini seperti ruang konferensi dan memotret di acara-acara dakwah serta aksi-aksi turun ke jalan.


Memotret dalam rangka muhasabah terhadap para penguasa dzalim dengan kamera ini. Ku coba memotret lagi, ku arahkan pada objek-objek disekitar kamar, ku coba membidik poster yang tertuliskan “Khilafah solusi Dunia dan Indonesia”. Wah, hasilnya memang lagi-lagi bagus.

Beralih memotet poster yang tertempel jauh dari posisi ku duduk bertuliskan “Hidup sejahtera dibawah naungan Khilafah” terlihat jelas dan bagus. Ku coba otak-atik fiturnya dan berbagai modus pengaturan lainnya dan Subhanallah memang hasil gambarnya bagus.

Adikku mencoba membangunkanku dan mengarahkan obrolan dengan kekata “Ini kamera mau ku bawa ke sana Mbak”.
“Deeegh! rasanya waktu terhenti sejenak, dan ternyata ini kamera bukan untuk diriku”…

*Tyan…tahan....jangan nangis Tyan..T__T, eh jangan nangis!* hehe kayak sinetron aja.

Dibawa kesana maksudnya adalah kamera itu akan dibawa ke tempat dimana kerja adik. Ya, di pulau pojok timur yang berada disebrang sana. Aku pun berbatin “Ya Allah, jika memang rizki pasti tak akan kemana” aku pun tetap mencoba menguatkan diriku meski ada rasa mupeng.com dengan masih memandangi kameranya. Keinginan memiliki kamera DSLR itupun seketika menciut, ternyata adik membeli kamera untuk keperluan dirinya sendiri bukan membelikan untukku. "Jederrrrr…..(GR banget siiih) dan goncangan jiwa itu kurasa..(terlalu mendramatiisir), dan aku pun mencoba untuk tetap meneguhkan hati dan jiwa. Kembalikan saja pada akarnya, tegar diriku.


Mari belajar menawakalkan keinginan hanya kepada Allah, dan rasa ini sungguh dapat dirasa.

Aku tak bisa memaksakan kehendak untuk bisa memiliki DSLR D7100 itu
Aku pun juga tak kuasa menuntut pada adikku memberikan amanah DSLR D7100 itu padaku
Cukuplah rasa ini menjadi “gemblengan” untuk diriku, akan makna sebuah keteguhan mencapai keinginan dengan ketawakalan.

Adikku pun memberikan masukan “Mbak kalau mau beli kamera nabung dulu aja, nanti kalau uangnya terkumpul kutambahi 500.000, ibu 500.000 bapak 500.000…hehe” sambil senyum ia menyarankan padaku.

Ku balas dengan senyum namun dalam hati sedang bercamuk. Aku pun mencoba menyadari, aku tahu harga kamera DSLR itu mahal, namun dari peristiwa ini aku membangun kembali keinginanku dan terus berazzam suatu saat nanti bisa memiliki kamera DSLR sendiri. Yang ku yakini bahwa “Rizki itu tak akan kemana”, semoga diri ini bisa bersabar, itu saja. 

Masih dalam posisi kamera ku bawa dan memotret di dalam kamar. Kamera yang berbobot hampir satu kilo ini rasanya memang aku belum pantas teramanahi menjagainya. Adikku pun menyampaikan juga bahwa disana kameranya akan digunakan mefoto pemandangan. Aku hanya bisa coba memahaminya, iya memang iya butuh kamera itu. Posisiku yang masih berada di kamar, dan masih dengan mencoba-coba kamera itu. Jeda itu, Ku mengehela nafas dan melepas pegangan bawah gagang lensanya, ku lepas pelan kalung kameranya dan menyerahkan kepadanya.

Adikku pun menerima kamera itu dan dia menutup lensanya menghentikan sejenak uji coba memotretnya.

Alhamdulillah…(T_T)


Hari ini Allah mengabulkan note keinginanku di blog yang judulnya “Memotret untuk berdakwah” (http://pemikir-ideologis.blogspot.com/2013/05/memotret-untuk-berdakwah.html). Diakhir tulisan itu, ada keoptimisan diriku untuk memiliki kamera DSLR, yang apabila bukan aku yang memilikinya, minimal adik saya. Jika bukan adik saya, ya paling gak suami saya. Kalau bukan suami saya, ya minimal anak atau cicit saya…hehe

Masih dalam cerita bertahap melalui terjalnya ujian mengimpikan dan mewujudkan keinginan memiliki DSLR. Bismillaah..jika sudah rizki tak akan kemana, ya pastinya Allah akan memudahkan hamba-hamba-Nya dalam rangka hajat membumikan syariah-Nya. Maka dari itu, sesungguhnya bertawakal itu tidaklah mudah, selalu dan selalu harus ada tawakal dalam segala segi aktivitas kita. Rasanya benar, bertawakal itu memang membuat tegang dan deg-degan namun nikmat rasanya.

Hari ini, terima kasih my lovely brother telah melatih diri ini menempa sebuah keimanan untuk terus bermimpi dan bertawakal kepada Allah. Ketawakalan semacam ini pun juga sejalan dengan ketawakallan akan rahasia jodoh yang sejatinya kita tak akan pernah tahu akan kapan datangnya dan siapa orangnya. Tapi yang jelas harus bisa tawakal dengan dipersiapkan dan mengupayakan menjemput jodoh tersebut.

Huuhhf..edisi menghela nafas, aku pun masih terbayang bisa mengabadikan moment-moment acara dakwah dan aksi dengan kamera DSLR sendiri. Jikalau memang belum teramanahi maka ku tak akan menuntut itu pada manusia, mari belajarlah untuk ikhlas. Allah pasti akan memberikan apa yang kita butuhkan, insyallah

Baiklah keinginan memiliki kamera DSLR itu masih akan terus digelorakan sampai benar-benar bisa memikinya “sah” milik sendiri dan atas izin Allah mengamanahkannya. Tentunya gelora ini juga tak boleh kalah dengan penggeloraan diri untuk terus mengazzamkan diri Istiqomah menjadi bagian pengemban dakwah syariah dalam naungan khilafah.

Muski kadang ada badai yang terus menggoncangi
Muski akan selalu ada angin kencang yang merintangi
Azzam itu semoga bisa kan terus ada dan terjagai
Menjemput bisyarah kemenangan Islam yang telah dijanji. Aamiin

Sahabatku, terima kasih atas doanya yang telah berhasil tembus mendoakan adik saya memiliki kamera DSLR. Dan sahabatku saya masih mau didoakan untuk bisa memiliki kamera DSLR, mari memotret untuk berdakwah. Insyallah Allahuakbar! \(^o^)

#Salam Melukis Cahaya #Khilafah

Tips Fotografer #2

TIPS MUSLIMAH FOTOGRAFER
===================
Apa yang seharusnya anda lakukan, jika anda memiliki kamera DSLR baru, ini tipsnya :
1. Setiap hari dibawa.
2. Baca buku panduan manual kameranya.
3. Kenali fitur-fiturnya.

Sama seperti umat Islam dan Al Qur'an...manual books itu sangat berharga! Islam pun juga harus kita bawa kemana-mana 

#Salam Melukis Cahaya Khilafah 

TIPS FOTOGRAFER #1

TIPS MUSLIMAH FOTOGRAFER
===================
Kurang tajamnya dalam mengambil foto/gambar itu ada dua kemungkinan:
1. Kualitas kameranya yang memang kurang baik
2. Kemampuan si fotografer, karena pas ngambil foto tangannya goyang, eh jadinya nge-blur..deh

Keberuntungan dalam hidup itu memang ada.
Sama dalam hasil memotret, kadang bisa beruntung mendapatkan view yang bagus

Tapi...jangan menyalahkan keberuntungan yah. Kita sudah dikasih akal sama Allah kan supaya dipakai untuk berusaha semaksimal mungkin, iya kan 

#Salam Melukis Cahaya Khilafah 

Rakyat Sengsara

Kurang derita apa lagi rakyat saat ini?
BBM akan naik lagi, bukankah sudah terbukti BBM dulu juga sudah naik namun tidak memberikan KESEJAHTERAAN pada rakyat

Harus kita tahu, kemiskinan dan keterpurukan saat ini dan adanya kenaikan BBM disebabkan karena diterapkannya sistem demokrasi-sekuler yang mengadopsi sistem ekonomi Neo Liberal yang sarat akan kepentingan kapitalis

Umat Muslim, Mari Tolak Kenaikan BBM!
Mari, Solusikan tuntas dengan penerapan syariah Islam secara Kaffah dalam bingkai Khilafah.

Hanya dengan Khilafah yang memberikan pengaturan ideal yang memuliakan manusia dan memberikan kesejateraan.

Janji Palsu

#TolakKenaikanBBM

Hal yang senantiasa didengungkan oleh para wakil rakyat sana, mereka "ngotot" akan menaikan BBM

Sungguh...besar bohongnya karena esensi menyejahteraakn rakyat bukan disolusikan dengan menaikan BBM

Karena sesungguhnya kesejahteraan itu hanya akan terwujud jika BBM dan SDA lainnya dikelola dengan mekanisme aturan sistem Islam

Maka, sampai kapan pun "janji-janji wakil rakyat yang mengataka akan menyejahterakan rakyat hanyalah utopis belaka"

Harusnya kita sebagai rakyat segera melek dan sadar, jika detik ini orang yang mengeklaim "wakil rakyat" tak pernah mewakili aspirasi suara rakyat, hanya mengiyakan kepentingan segelintir orang dan intervensi asing saja, terus apakah kita akan tetap mempertahankan mekanisme sistem demokrasi seperti saat ini?
Tentu Tidak, segera beralih kepada Islam!

Hanya dengan mekanisme pengelolaan sistem Islam, kita mulia dunia dan akherat. Insyallah

#DemokrasiMati
#KhilafahSolusi

#Salam Melukis Cahaya #Khilafah