Senin, 30 Agustus 2010

Bisyarah Nabiwa

Ada Bisyarah Nabi, Kamu atau Tidak Sama Sekali . . .

Bisyarah Nabi
Bagaimana andai kata kita mendapatkan uang Rp 2 Milyar dalam waktu sekejap. Dan kabar itu datang. Dan kita juga mengetahui bahwa uang itu berasal dari hal yang halal tentunya. Maka, sesuatu ini pun akan kita kejar. Setelah mendapatkan uang sejumlah Rp 2 Milyar itu maka kegembiraanlah yang akan dirasakan. Bukan saja oleh kita pribadi tapi juga oleh orang-orang disekeliling kita.

Hal yang sama juga dirasakan oleh sepasang suami-istri yang telah berumah tangga lebih dalam 5 tahun. Namun, Allah tidak kunjung memberikan anak kepada mereka. Suatu ketika sang istri mengalami ciri-ciri orang yang sedang dalam keadaan mengandung, dan saat diperiksakan ke dokter benarlah, bahwa sang istri sedang dalam keadaan hamil. Maka, kabar gembira itu pun akan di sambut dengan baik, bergegas menyiapkan berbagai keperluan sang istri dan buah hati.

Begitulah bisyarah. Merupakan kabar gembira. Bisyarah nabi artinya adalah kabar gembira dari Allah SWT melalui lisan nabi. Dan inilah, yang membuat para sahabat bersemangat berjuang menegakan agama islam. Bisyarah itu merupakan hal bersifat pasti dan akan terwujud. Permasalahannya, perwujudan itu tidak pernah kita tahu kapan kan datang menjelang. Sama seperti bisyarah akan datangnya uang Rp 2 M dan juga bayi di dalam kandungan.


Suatu ketika, saat sedang dilaksanakan pelatihan, seorang trainer bertanya kepada para pesertanya. Dengan tegas ia lontarkan kalimat, “ Siapa yang mau mewujudkan bisyarah-bisyarah nabi ini?”. Ada yang ragu, ada yang malu-malu dan bahkan ada yang enggan mengangkat tangannya menggapai bisyarah ini. Dan segelintir orang saja yang mengangkat tangannya, tanda keberanian mereka mengejar janji tersebut. Sang trainer kemudian maju ke depan dan menendang podium yang ada. Ia mengatakan, “ Oooo… begini rupanya ummat terbaik tersebut?”


Ya, banyak sekali seribu alasan yang seakan-akan orang tidak berani mengambil langkah ekstrem dan tegas, dan memilih cara-cara batil dan enggan berjuang meneggakkan agama Islam ini. Padahal, Muhammad al-fatih yang senantiasa diberikan wejangan oleh Aaq Syamsuddin tentang bisyarah penaklukan konstantinopel tidak berdiam diri. Bisyarah itu pun dikejar olehnya, dan ia meyakini bisyarah itu terwujud dengan cara-cara ekstrem dan sesuai dengan aturan Islam. Bisyarah Rasul itu merupakan sebuah keyakinan kita bahwa kemenangan kaum muslimin akan senantiasa terwujud dengan menyelesaikan dan mewujudkan mimpi-mimpi bisyarah kenabian tersebut.


“Akan ada masa kenabian pada kalian selama yg Allah kehendaki Allah mengangkat atau menghilangkan kalau Allah menghendaki. Lalu akan ada masa Khilafah di atas manhaj nubuwwah selama Allah kehendaki kemudian Allah mengangkat jika Allah menghendaki. Lalu ada masa kerajaan yg sangat kuat selama yg Allah kehendaki kemudian Allah mengangkat bila Allah menghendaki. Lalu akan ada masa kerajaan selama yg Allah kehendaki kemudian Allah mengangkat bila Allah menghendaki. Lalu akan ada lagi masa kekhilafahan di atas manhaj nubuwwah.“ Kemudian beliau diam.” (HR. Ahmad)

Hadits di atas merupakan bisyarah dari Allah SWT melalui Rasul-Nya, yang menjelaskan bahwa suatu ketika Khilafah itu akan kembali. Kembalinya kekhilafahan ini, akan sama dengan keberadaan khilafah yang ada pada zaman para sahabat.

Kembalinya Khilafah ini, merupakan janji dan kabar gembira yang pasti (qoth’i) yang sewaktu-waktu akan terwujud dan tegak dan tertunaikan. Permasalahannya adalah, apakah kita memilih diam dan mengangguk-angguk tanpa melakukan tindakan yang nyata? Padahal kondisi saat ini, harusnya memacu kita lebih cepat lagi untuk menggapai Bisyarah ini.

Mungkin kalimat yang pas yang harus saya sampaikan kepada para sahabat semua mungkin seperti ini. “Wahai sahabat, Sungguh Allah SWT melalui lisan Rasul-Nya telah berujar bahwa Khilafah itu akan datang kembali. Khilafah itu akan tegak kembali. Dan sungguh, sepertinya kita yang akan mewujudkan hadits ini. Aku merasa bahwa inilah waktunya, bagi kita semua bergerak kawan. Kita sudah seringkali melihat kebiadaban musuh, kedzhaliman penguasa, dan kesengsaraan ummat. Waktu kita terbatas sahabat. Kalau bukan saat ini, mungkin waktu yang akan diperlukan untuk mewujudkan ini akan lebih lama lagi. Mari sahabat, Bukankah ini janji-Nya, bukankah terwujudnya ini menjadi sebuah mukjizat nabi, dan juga menyelamatkan ummat di seluruh dunia. Kawan, kaum muslim di seluruh dunia nasibnya tergantung pada kita.”

Mari kawan, Bisyarah ini harus segera kita wujudkan. Atau kita lebih memilih berdiam saja. Padahal kita semua bakal menerima kematian. Apakah sama orang-orang yang mati yang memperjuangkan tegaknya Khilafah dan Syariat Islam dengan orang yang berdiam diri atau bahkan memperjuangkan kekufuran demokrasi itu. Ingat kawan, dalam kehidupan ini kita hanya bisa memilih satu pilihan. Menjadi Taqwa atau menjadi kufur.

sumber : Zain Rahman El-Palembani
Fokus Institut/ Direktur Syiar-islam.com



Di balik Konspirasi 11 September

Betulkan WTC diledakkan oleh kaum muslimin ? Menyikapi peristiwa peledakan WTC 11 September 2001 kaum muslimin tidak satu pandangan. Sebagian besar menolak dan tidak percaya bahwa peristiwa mulia tersebut dilakukan oleh pahlawan-pahlawan muslim pemberani. Mereka menganggap kejadian tersebut adalah rekayasa dan konspirasi musuh Islam yakni Israel dan juga Amerika sendiri untuk menstigma buruk Islam dan kaum muslimin dan untuk memberikan justifikasi penyerangan mereka ke dunia Islam. Selintas sepertinya alasan ini cukup masuk akal.





apalagi yang menjadi alih-alih penyulutan dan pembelokan berita tentang isu-isu terorisme yang ditujukan mengacu menjurus kepada kaum muslimin.

sejenak kita beranjak, dari beberapa permasalahn negeri ini, misalkan, setiap kali ada berita tentang pembongkaran mengenai kecurangan, keganjalan yang terjadi di negeri ini, yang menjadi penutup citra pemberitaan di media terutama televisi adalah di kompor-komporkan kembali isu mengenai terorisme.

misal, kasus bank century yang sampai saat ini tidak tercium bagaimana finalnya, tapi sudah di alihkan oleh media dengan penutupan citra melalui pembahasan berita yang dialihkan ke terorisme, alih-alih kembali itu hanya untuk menutupi kebobrokan permasalah negeri ini pasti kembali ke isu-isu terorisme yang GONG awalnya memang yang dilakukan konspirasi barat pada peristiwa penabrakan WTC 11 September di Amerika, 11 september itu sungguh sangat luar biasa efeknya, terlebih pada dunia ISLAM. Banyak orang yang belum tau tentang ISLAM yang seharusnya ia mau untuk mencari tau tentang ketidak tahuan itu untuk belajar, mempelajarinya, mengkajinya mengenai ISLAM.





namun, karena terkesan militan dan jargon barat yang mengatakan itu fundamentalis, itu ekstream, itu terorisme, itu Radikal, membuat umat muslim jadi rentan dan enggan untuk mendalami ISLAM lebih mendalam kembali. Padahal jika kita mau buka mata den menengok keadaan saat ini, kaum muslim mengalami kemunduran yang saat luar biasa kemundurannya dalam berfikir dan entah sampai kapan kemunduran itu akan berakhir, hanya Allah yang tahu.

sejak pengomporan barat tentang "TERORISME" padahal "TERORISME menunjuk TERORISME" akhirnya umat muslim banyak yang menerima ISLAM cukup ISLAM yang biasa-biasa saja. ya ISLAM yang biasa-biasa saja, berarti kalau biasa-biasa saja berarti pahalanya biasa-biasa donk.

Ironis...!!!
bagaimana ISLAM akan jaya kembali, jika kita sebagai umat muslim hanya dengan sentilan kecil isu teroris saja jadi takut untuk mendalami ISLAM.
apakah ISLAM mengharapkan seperti itu ??? Tidak !


semoga argumen-argumen yang menjatuhkan kita yang menjegal perjalanan kita untuk mengkaji dan mendalami ISLAM dapat kita tolak dengan tegas dan terus tetap bersemangat untuk mengkaji dan mendalami ISLAM kembali, agar kejayaan ISLAM dapat menjaya kembali,,,
agar kemuliaan ISLAM dapat kembali ke pangkuan umat MUSLIMIN..amin





AYO SEMANGAT untuk berjuang untuk mengembalikan kembali kehidupan ISLAM yang dahulu pernah Rasulullah SAW contohkan, dengan kembali menerapkan aturan-aturan Allah secara menyeluruh dalam naungan sebuah institusi yaitu sebuah Negara Khilafah Rasyidah.amin

Jumat, 27 Agustus 2010

Penghambaanku . . .



. . .dibanyak malam aku berdo'a

karna diri ini trus merasa bagai tanah lumpur yang bernoda

tiada bersih hanya penuh cela



. . .dibanyak waktu aku tersadar hanya dosa dan dosa terhampar

meski tetes air mataku mengurai

tak akan dosa mampu terlelai

ya Allah hanya Engakau yang bisa ampuni hamba tunjukan Cahaya

Ya Allah Engkau, satu yang mampu pertolongan-Mu selamatkan aku




tiada daya aku tuk melangkah

bertemu dengan-MU pun aku tak kuasa

tapi kepada siapa lagi ku memohon

selain kepada-MU, kembali aku




. . . dibanyak hari aku mencoba

sebut nama tuk mengingatkan

agar tidak mengulang salah-salah yang sama

salah yang selalu berakhir penyesalan




memang penghambaanku belumlah sempurna

segala nilai ibadah masih terpatri duniawai

segala nilai terbentik pujian

ya Allah tetapkan imanku untuk terus dijalan-MU

Selasa, 24 Agustus 2010

Ramadhan: Saatnya Berubah !!


Alhamdulillah, segala pujian dan rasa syukur kita panjatkan hanya kepada Allah SWT, Rabbul ‘alamin, atas nikmat kesempatan yang dihamparkan kepada kita hingga kita bisa kembali bersua dengan syahrul mubarak (syahrus shiyam). Tidak seorang pun dari kita bisa memastikan apakah masih ada kesempatan untuk bersua dengan syahrul maghfirah di 1432 H tahun depan. Karenanya, layak kiranya kita memaksimalkan bulan Ramadhan tahun ini sebagai medium yang efektif untuk melahirkan perubahan-perubahan penting dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat maupun bernegara.

Sadar atau tidak, dari tahun ke tahun ketika kita berkesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan. Lalu kita menghiasinya dengan antusias dengan berbagai bentuk macam ibadah wajib maupun sunnah. Kita pun meninggalkan semua perkara yang membatalkan puasa; kita tinggalkan segala perkara yang haram hingga yang makruh, bahkan perkara mubah yang tidak ada nilai taqarrub-nya kepada Allah SWT. Singkatnya, Ramadhan kita isi sepenuhnya dengan ragam amal shalih.

Ramadhan di Tengah Keprihatinan
Sayang, dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, ternyata hingga saat ini kita masih menyaksikan potret kehidupan umat Islam-yang hidup di negeri dengan julukan “zamrud katulistiwa”-yang penuh dengan keprihatinan yang luar biasa. Hasil sensus BPS tahun 2010 ini menunjukkan, dari jumlah penduduk Indonesia sekitar 230 juta, yang masuk kategori miskin sekitar 13% lebih atau (sekitar 30 juta lebih) itu pun jika menggunakan standar yang tidak manusiawi, yakni kemiskinan diukur dengan pendapatan perorang 1 dolar AS/hari (sekitar Rp 9 ribu). Kalau menggunakan standar Bank Dunia, yakni 2 dolar AS/hari (sekitar Rp 18 ribu) tentu kita akan menemukan angka lebih dari 100 juta penduduk miskin di Indonesia. Ironisnya, meski penduduknya banyak yang miskin, negeri ini termasuk negeri terkorup. Riset PERC (Political & economic Risk Consultancy) yang berbasis di Hongkong merilis bahwa Indonesia memiliki indek korupsi hampir “sempurna”; 9,07 dari angka maksimal 10. Padahal sumber APBN negeri ini 70%-nya dari pajak rakyat. Artinya, para koruptor di negeri ini banyak mengkorupsi uang rakyat.

Di negeri ini, meski sudah 65 tahun merdeka, faktanya masih ada 183 kabupaten tertinggal yang tersebar di kawasan Indoensia Timur (70%) dan kawasan Barat Indonesia (30%).

Potret ketidakadilan dalam penegakkan hukum juga demikian kasatmata. Hukum begitu rapuh dan “jompo” jika berhadapan dengan pemilik modal, pejabat dan penguasa; tetapi begitu “gagah” saat berhadapan dengan rakyat kecil dan tidak begitu “melek” hukum.
Kasus terorisme juga terus menampilkan sikap arogan aparat dengan menumpahkan darah rakyat begitu saja hanya bersandarkan pada dugaan atau baru diduga teroris. Langkah kontra-terorisme ini tampak sarat dengan pelanggaran HAM dan tercium kuat aroma “pesanan” dari negara penjajah AS dengan proyek “perang melawan terorisme”. Bahkan ada upaya pelembagaan “perang melawan terorisme” ini dengan lahirnya BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) sebagai proyek jangka panjang kontra-terorisme.
Perilaku “tak bernurani” dari para pejabat Pemerintah maupun DPR juga kerap menjadi berita dan fakta yang mengusik rasa keadilan masyarakat. Misal saja, munculnya uang aspirasi, dana plesiran pejabat, uang rumah atau banyak bentuk “saweran’ lainya sudah menjadi budaya politik di negeri Indonesia. Keadaan ini sangat bertolak belakang dengan kesulitan rakyat hari ini akibat kenaikan tarif dasar listrik (TDL), melambungnya harga berbagai kebutuhan pokok, belum lagi jika bulan depan Pemerintah menaikkan lagi harga BBM. Ironisnya, kenaikan harga yang menjadikan daya beli masyarakat turun dan melahirkan efek domino lainnya di anggap wajar oleh penguasa negeri (Presiden SBY).

Belum lagi jika kita berbicara tentang kebobrokan moral generasi kita, dengan munculnya banyak kasus asusila/pornografi-pornoaksi. Semua itu didukung oleh media yang seolah berupaya meracuni generasi Islam sekaligus mengarahkan mereka pada kultur dan budaya Barat yang bobrok, yang tentu saja berseberangan dengan budaya Islam.

Di sisi lain, penguasa negeri ini malah justru merasa bangga karena negeri ini menjadi negara demokrasi terbesar di dunia Islam. Padahal demokrasi-kapitalis yang diterapkan di negeri inilah yang menjadi akar lahirnya peradaban “sampah” di negeri ini.

Takwa: “Buah Manis” Puasa Ramadhan
Dengan melihat semua fakta ini, kita patut bertanya, bukankah negeri ini mayoritas penghuninya adalah Muslim? Bukankah mayoritas para pejabat/penguasa yang bertengger di kursi-kursi empuk mewah itu juga mayoritas Muslim? Bukankah mereka, saat memasuki bulan Ramadhan, berbondong-bondong antusias mengisinya dengan beragam ibadah agar bisa meraih takwa?

Bukankah setiap Muslim tahu bahwa takwa adalah buah manis yang harus diraih dari proses puasa yang dilakukan sebulan penuh selama Ramadhan? Namun, mengapa puasa Ramadhan seolah tidak memberikan pengaruh apa-apa kepada mereka? Mengapa usai Ramadhan mereka tidak terlahir menjadi pribadi yang baru, yakni pribadi yang benar-benar bertakwa sebagai buah dari puasa Ramadhan?
Tentu, dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, setiap Muslim merindukan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya; kehidupan yang dinamis di bawah sebuah sistem yang sahih, yang bisa menenteramkan jiwa, memuaskan akal dan sesuai dengan fitrah manusia; kehidupan yang dipimpin oleh orang-orang salih, berpandangan jauh ke depan dan visi keumatannya lebih menonjol daripada visi dan kepentingan nafsu pribadinya.

Semua itu landasannya adalah takwa. Takwalah yang menjadikan manusia meraih derajat paling mulia di sisi Allah SWT:
إِنَّ أَكرَمَكُم عِندَ اللَّهِ أَتقىٰكُم ۚ إِنَّ اللَّهَ عَليمٌ خَبيرٌ
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang paling bertakwa (QS al-Hujurat [49]: 13).
Takwa pula yang menjadi buah manis dari ibadah puasa selama Ramadhan:
يٰأَيُّهَا الَّذينَ ءامَنوا كُتِبَ عَلَيكُمُ الصِّيامُ كَما كُتِبَ عَلَى الَّذينَ مِن قَبلِكُم لَعَلَّكُم تَتَّقونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana puasa itu diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa (QS al-Baqarah [2]: 183).

Tentu, Allah SWT tidak pernah menyelisihi janji dan firman-Nya. Jika umat ini mengerjakan ibadah puasa dengan benar (sesuai dengan tuntunan al-Quran dan as-Sunnah) dan ikhlas semata-mata mengharap ridla Allah SWT-seraya belajar memahami hakikat berbagai peribadatan untuk menjadikan dan membentuk jiwa seorang Muslim tunduk pada segala aturan (syariah) dan tuntunan yang dibawa Rasulullah saw.-niscaya hikmah takwa itu akan dapat terwujud.

Saatnya Berubah!
Sadarkah kita, bahwa Ramadhan bagi umat Islam itu bukan segalanya? Ramadhan adalah bagian dari bulan saat Allah SWT memerintahkan di dalamnya satu kewajiban, yakni ibadah puasa. Namun, kewajiban sebagai hamba Allah SWT tidak hanya sebatas puasa. Tentu masih banyak kewajiban lain selain puasa. Ya, Islam tidak sebatas puasa; atau sebatas shalat dan ibadah ritual lainnya. Namun, puasa bisa dijadikan titik tolak untuk menuju perubahan kehidupan kaum Muslim yang lebih baik secara keseluruhan.
Sejatinya, bagi setiap Muslim yang bertakwa, Ramadhan tidak akan berlalu begitu saja tanpa meninggalkan jejak ukiran yang terpahat kuat di dalam dirinya, yakni sebuah nilai kesadaran akan pentingnya kembali hidup taat dengan aturan Allah SWT.
Bagi seorang Muslim yang bertakwa, akidah dan syariah Islam adalah kebutuhan dan persoalan antara hidup dan mati. Akidah dan syariah Islam harus menjadi faktor penentu hidup ini berarti atau tidak, mulia atau hina, baik dalam di dunia maupun di akhirat kelak.

Karena itu, seorang Muslim yang bertakwa harus berani mengatakan “tidak” terhadap sekularisme. Ia harus segera membuang demokrasi dan mencampakkan ideologi Kapitalisme dengan semua nilai turunannya. Sebab, semua itu jelas-jelas bertentangan dengan akidah dan syariah Islam. Semua itu wajib dilakukan oleh setiap Muslim yang bertakwa selagi Allah SWT masih memberikan kesempatan dan sebelum datangnya ketentuan-Nya:

حَتّىٰ إِذا جاءَ أَحَدَهُمُ المَوتُ قالَ رَبِّ ارجِعونِ ﴿٩٩﴾ لَعَلّى أَعمَلُ صٰلِحًا فيما تَرَكتُ ۚ كَلّا ۚ إِنَّها كَلِمَةٌ هُوَ قائِلُها ۖ وَمِن وَرائِهِم بَرزَخٌ إِلىٰ يَومِ يُبعَثونَ ﴿١٠٠﴾

Hingga jika datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku bias berbuat amal salih sebagai ganti dari yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang dia ucapkan saja. Di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan (QS al-Mukminun []: 99-100).

Sudah menjadi fakta yang tidak terelakkan, jawaban atas carut-marutnya kehidupan kaum Muslim, khususnya di negeri ini, adalah kembali ke jalan Allah SWT, yaitu dengan menegakkan kembali hukum-hukum-Nya secara kaffah dalam institusi Daulah Khilafah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah. Sebab, tiada kemulian tanpa Islam, tiada Islam tanpa syariah, dan tidak akan pernah ada syariah yang kaffah kecuali dengan menegakkan Daulah Khilafah al-Islamiyah. Allah SWT berfirman:

وَيَومَئِذٍ يَفرَحُ المُؤمِنونَ ﴿٤﴾ بِنَصرِ اللَّهِ ۚ يَنصُرُ مَن يَشاءُ ۖ وَهُوَ العَزيزُ الرَّحيمُ ﴿٥﴾
Pada hari itu bergembiralah orang-orang yang beriman karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki dan Dia Mahaperkasa lagi Penyayang (QS ar-Rum [30]: 4-5).

semoga kita mampu untuk mengadakan suatu perubahan itu, baik untuk perubahan diri sendiri, lingkungan disekitar kita dan negara,amin ya robb

karena berubahan adalah sesuatu aktivitas yang tidak bisa dibiarkan hanya dengan diam, butuh proses untuk suatu perubahan karena berproses bukan berarti diam

*diambil dari Al ISLAM edisi 519

Rabu, 18 Agustus 2010

Buktikan dengan Cinta…


Ungkapkan dengan cinta...jika memang kau mau merelakannya
Buktikan dengan cinta...jika engkau mau diatur oleh aturan-NYA
Lakukan dengan cinta...jika engakau memahami untuk menggapai ridho-NYA
Katakan dengan cinta...jika engkau mampu mensyiarkannya

Jalan ini memang tak semulus yang kita kira
Kita lahir dalam sistem yang sudah terkungkung dengan kebobrokan mutlak
Kitapun besar disitu, hingga tak terasa ternyata yang kita dapatkan adalah hal-hal yang merusak pula
Kitapun buta akan kebenaran gara-gara alang-alang KAPITALISME menghalangi didepan muka kita

Penatnya dunia membuatku merasa biasa saja, muski sebenarnya sangat sesak
Rehatnya raganya ini terasa gerah, hingga tak mempu membisik sejuk dikalbu
Sampaikan sandiwara skenario Barat yang menghujam dalam negeri kita ini
Negeri-negeri muslim yang dijadikan mangsa, dijajah, dan diperalat

Kita telah kehilangan bendungan besar yang sangat berarti dan berguna untuk melangsungkan kehidupan ini
Namun bendungan itu runtuh karena diruntuhkan orang-orang asing yang tidak suka bendungan itu kokoh berdiri menjadi sumber kehidupan dalam memenihi kebutuhan penduduk sekitarnya

Maka, cita-cita orang barat itu berhasil meruntuhkannya, hingga airpun membanjiri kawahan dan kawasan pemukiman disekitarnya
Apa yang harus kita lakukan ?

Lebih memilih membangun kembali bendungan itu, atau kita sibuk membersihka genangan air yang selalu masuk ke dalam rumah kita
Begitu lah kawan, adakah kita lupa sebagai kaum Muslim.

Yang dulu ISLAM pernah Berjaya dan menaungi 2/3 Dunia membentuk peradaban Besar yang tidak dapat tertandingi, itulah negera ISLAM yang sering disebut Khilafah ISlamiyah. Kita analogikan bahwa Bandungan itu adalah Khilafah yang sejak tanggal 3 Maret 1924 dihancurkan lewat tangan antek-entek penjajah hingga sampai saat ini belum berdiri kembali, segala masalah selalu saja hadir karena bendungan itu runtuh yang ada hanya solusi parsial

Dan justru Bukan sibuk membersihkan rumah kita masing-masing (nasionalisme /yang lebih memilih memikirkan diri sendiri) tapi ayo bangkitkah bangun kembali bendungan itu, agar tak kerja berulang-ulang kali membersihkan rumah karena sumber permasalahan dapat diatasi

IT’s time to struggle to build again bendungan yang hancur selama ini. Ya bendungan itu adalah KHILAFAH…

Buktikan dengan Cinta.

Selasa, 17 Agustus 2010

Mampukah kita melunakkan hati kita ?


Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati (QS Ali Imran: 185)

“kematian pasti menghampiri tiap diri manusia tanpa dapat dihindari. Sudah menjadi sunnatullah bahwa kehidupan ini pasti akan berakhir dengan kematian”

Celakalah bagi mereka yang santai, yang tidak mempersiapkan bekal untuk menghadapinya. Sebaliknya bahagialah mereka yang selalu ingat mati hingga mencari bekal yang banyak untuk menyambutnya

Sekilas memang pesan tersebut sangat populer dan klasik kita dengar, sering disampaikan namun anggapan itu akan segera runtuh jika kita mampu mengindra keadaan dunia ini yang semakin sempit, hina, kotor untuk dihuni ini.

Inti dari agama adalah meninggalkan dunia, maka kita diajak untuk memasuki inti kesadaran beragama tersebut. Hanya kaum kafir munafik sajalah yang masih banyak berharap terhadap dunia.

Allah SWT sangat mencela orang yang tergila-gila pada dunia, sampai-sampai Rasulullah SAW mengumpamakan dunia sebagai tempat makan atau minuman yang telah dikeluarkan manusia menjadi kotoran. Begitu hinanya dunia ini, namun kenapa kita masih saja terus berlomba-lomba mendapatkan bagian darinya.

Bingkai keinginan Menambatkan hati ke Syurga, bermimpi berkawan dengan kawan-kawan para penghuni Syurga, kita mampu mengajak hati kita untuk dilunakkan, mampu meninggalkan praktek-praktek perbuatan yang tidak disukai Allah SWT, karena sekecil apapun apa yang kita lakukan didunia ini kelak pasti akan mendapatkan balasan.

Sungguh, kebanyakkan manusia, terutama yang hidup saat ini, telah mengalami krisis ruhani dan sering menghindari segala sesuatu yang berkenaan dengan urusan akherat.
Mereka hanya memperhatikan urusan bagaimana cara mencari sesuap nasi untuk dapat hidup, menggemukan tubuh, mengejar materi demi melayani tubuhnya, serta berusaha semata-mata hanya untuk urusan materi belaka. Di era Kapitalisme nan jaya ini banyak umat dibelokkan dengan rayuan materi,materi dan materi
Pegawai hanya bekerja dan menanti akhir bulan untuk mendapatkan kenaikan gaji dan pangkat.

Pedagang berbuat curang, menipu, menimbun, dan mengumpulkan harta tanpa mengindahkan kadar halal-haram, kemudian menumpuk-numpuk keuntungan dalam berkas-berkas uang dan mengembangkannya dengan sistem bunga yang mengandung riba.

Buruh senantiasa menghabiskan hari-harinya untuk bekerja keras dan sibuk untuk mendapatkan bagian upahnya, tidak ada masalah lain yang diperhatikan.

Produsen hanya berupaya memproduksi karya-karya dan barang dagangannya untuk ditawarkan kepada konsumen.

Para petani sibuk pulang dan pergi sepanjang tahun untuk mengelola tanah dan ladangnya

Demikian juga, kita dapat melihat para mahasiswa-mahasiswi belajar dan bekerja, menulis makalah dan tugas akhir agar mereka dapat memperoleh ijazah dan sertifikat-sertifikat yang akan menempatkan mereka sebagai pegawai, serta mengantarkan mereka meraih posisi jabatan yang tinggi

Demikianlah, setiap orang yang pergi dan berangkat hanya memikirkan makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan perkawinan. Mereka tidak bersegera untuk membersihkan jiwa dan meluruskan akhlak-akhlaknya yang butuh kepedulian. Mereka adalah hamba tubuhnya, hamba perut dan kelaminnya. Karena itulah, hati mereka keras seperti batu. Mereka beragama hanya untuk main-main dan bersendau gurau. Kenikmatan dunia ini telah menyesatkan mereka, sehingga peringatan tidak bermanfaat sedikitpun bagi mereka terhadap keadaan mereka.

Kita telah melihat banyak ulama, tokoh besar, ahli pidato, pemberi nasehat, kawan yang sering mengingatkan, pengajian yang bertebaran dimana-mana gratisss tanpa membayar sepeserpun, seminar-seminar memperbaiki diri dan Negara ini ---setelah lama waktu dan usaha yang lama--- hanya menemukan telinga-telinga yang tuli, mata-mata yang buta, dan hati yang tertutup, kecuali yang memperoleh rahmat dari ALLAH SWT, kendati demikian jumlah mereka hanya sedikit.

Demi Allah, sesungguhnya dunia ini adalah sebuah tipuan, hendakya kita berhati-hati terhadap tipuan itu, tipuan gemerlap duia, harta benda yang palsu, kehidupan yang menipu terlebih lagi sistem tipu daya yang memperalat diri kita, sungguh kematian itu lebih dekat pada kita daripada tali sandal.

“Sesungguhnya akhirat itulah yang sebenar-benarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” [QS. Al Ankabut: 64]

“kalau sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku termasuk orang-orang yang berbuat baik” [QS Al Zumar: 58]

Kita diajak bukan berarti meninggalkan kegiatan duniawi, namun lebih ditekankan untuk meringankan beban dunia

Orang yang merugi besar adalah mereka yang mempunyai waktu luang, tubuh yang kuat, masih muda, dan belum pikun tetapi tidak digunakan untuk perbuatan yang bermanfaat baginya diakherat, bahkan menyia-yiakan waktunya untuk perkara yang hina, menghilangkan hidupnya yang berharga untuk hal-hal yang sia-sia
Dan kehinaan yang paling rendah adalah waktu luang yang tidak kamu manfaatkan untuk menhadap kepada Allah.

Wahai manusia, kehidupanmu merupakan nikmat dari Allah yang disiapkan untuk dirimu, sebagaimana firman Allah SWT : “Dan Dia telah menundukan (pula) bagimu matahari dan bulan yang trus menerus beredar (dalam orbitnya), dan telah pula menundukkan bagimu malam dan siang” [QS. Ibrahim;33]

Wahai orang-orang muslim, berhati-hatilah dari kelalaian dan kehanyutan menuruti hawa nafsu hingga melupakan kematian. Bersama mari kita sadarkan diri kita dan segera mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah mati. Sungguh, semua tidak akan membuatmu manfaat kecuali iman, takwa amal sholeh memperjuangkan kembali tegaknya hukum Allah di dunia ini, yang kelak kamu persembahkan untuk kehidupan akheratmu.

Semoga Allah senantiasa memberikan pertolongan kepada kita, memberikan petunjuk serta membimbing kita ke jalan yang benar, dan segera menurunkan nasrullah-NYA yaitu sistem ISLAM dalam naungan Khilafah Islamiyah

Aku hanya seorang perempuan yang berusaha memperbaiki diri sendiri sembari mengajak orang lain untuk memperbaiki diri

Ya Allah Istiqomahkan kami dijalanMU ya Robb, semoga orang yang membaca artikel ini mampu melunakkan hatinya untuk ikut berjuang menegakkan agama-MU dimuka bumi ini. amin ya Robbal’alamin

Terus bergerak karena berproses bukan berarti diam.

Jumat, 06 Agustus 2010

MARHABAN YAA.. RAMADHAAN


MARHABAN YAA.. RAMADHAAN, MOHON MA'AF LAHIR BATIN

MARHABAN YAA.. RAMADHAAN, MOHON MA'AF LAHIR BATIN


Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Wahai sahabat-sahabatku yang dirahmati Allah Subhaanahu Wa Ta'ala. Bulan Ramadhan nan suci sudah di ambang pintu. Izinkan saya dan keluarga, dengan segala kerendahan hati, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada sahabat dan handai taulan, jika selama ini selama kita saling mengenal dan bersilaturrahmi baik secara fisik maupun melalui dunia maya ini, mungkin diriku telah melakukan hal-hal yang kurang berkenan di hati. Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta'ala mengampuni dosa-dosa kita dan berkah Ramadhan 1431 H kali ini memberikan hikmah serta makna mendalam bagi kita untuk menjalani hidup dan kehidupan.

Marhaban Yaa Ramadhan…Selamat Menjalankan Ibadah Puasa.

MARHABAN YAA SYAHRAR-RAMADHAN , MARHABAN SYAHRAL'IBADAH
MARHABAN YAA SYAHRAR-RAMADHAN , MARHABAN SYAHRA-SYA'AADAH.

Selamat datang wahai bulan Ramadhan,selamat datang bulan Ibadah
Selamat datang wahai Ramadhan,selamat datang bulan kebahagiaan.

MARHABAN YAA ZAAHIRAL AN , FIIL MAJAALIIBIZZIYADAH
LIL'AKHILLA QURRAH A'YAAN , 'ANTA YAA SYAHRAL IFAADAH.

Selamat datang wahai yang tiba dengan cahaya dalam kejelasan bertambahnya anugerah, Bagi para kekasih Allah ,engkau adalah kesayangan mereka wahai bulan yang penuh dengan keberuntungan.

FIIKAYUJLAR-RAIINUURAAN , HIINA TUJLAL ISTIJAADAH
MARHABAN DZAA KHAYRA ITYAAN , SYAHRANA SYAHRA-SYIYAADAH.

Padamu tersingkir segala kehinaan dan dosa,saat terbentangnya kesempatan menyungkur sujud, Selamat datang sebaik-baik yang menghampiri usia kami ,Bulan kita ini adalah Baginda bagi bulan lainnya.

ANTA SAYYID KULLAL AHYAAN , WALYAATIIMAH FIIL QULLADAH
MARHABAN YAA SYAHRAL IHSAAN , WASHAFAA WAL ISTIFAADAH.

Engkaulah pemimpin bagi setiap saat, dan kepala mutiara bagi kalung kehidupan,Selamat datang bulan kemulyaan,kesuciaan,dan terbukanya kesempatan mengambil manfaat.

MARHABAN MIN GHAIRI HUSBAAN , HAYSYULAA NUHSHII IDAADAH
KULLU MASJID FIIKA QAD DZAAN , RABBUHU BIINUURRI DZAAN.

Selamat datang kuucapkan tanpa terhitung, hingga tak terhingga banyaknya, Segenap Masjid terindahkan dengan kedatanganmu, Tuhan segenap Masjid menambahkan cahaya pada Masjid-masjid dengan kedatanganmu.

ANTA BAHJAHU KULLI MAN KAAN , HAAJA MIN TAQWAAHU DZAADAH
KULLA MUSLIM FIIK NASYTHAAN , FIITTAWAJJUH LILIBAADAH.

Engkau cahaya kemegahan bagi segalanya , beruntunglah barangsiapa yang takwanya bertambah, Setiap muslim giat dihari-harimu dalam semangat beribadah.

WA'ANIL AASYAAMI KASLAAN , WALAHUTHTHAA 'AAT 'AADAH
FIITARAA WIIHIN WAQUR 'AAN , QAD JAFAA NAWMAL QUAADAH.

Dan mereka malas berbuat dosa, dan bagi mereka ketaatan kepada Allah menjadi kebiasaan, dalam shalat terawih dan Al Qur'an, telah sirna kantuk orang yang malas shalat malam.

MARHABAN YAA ALIYYASSAN , MAAN QADAA WASHFU WIDAADAH
WASHALATUL WAHIDIL MAAN , MANHABAAN-NI'MAH IBAADAH.

Selamat datang pemilik derajat yang mulya, yang tiada henti2-hentinya gambaran keindahan dan kerinduaan atasnya, Dan shalawat dari Yang Maha Tunggal dalam segala Anugerah,Yang memberi kenikmatan dalam beribadah.

TATAGHASYSYAH FAKHRA ADNAAN , WAKADZAAL AALAL IJAADAH
WASHSHAHABAH HUM WAL IKHWAN ,NI'MAASHHAABUSYSYAHAADAH.

Selalu terlimpahkan pada sang kebanggaan keturunan adnan,dan pula
segenap keluarga yang mulya, serta sahabat dan merekalah para saudara, semulya-mulya para syuhada.

MAA 'ADHAA'A BAANNURI RAMADHAN , WANJALAA RAYNUL BALAADAH.

Seterang benderang cahaya Ramadhan, Maka sirnalah kesempitan hati orang-orang yang dalam kebodohan.

Allahuma Amiin Yaa Mujib Yaa Dzal Jalaali Wal Ikroom..


Doa Malaikat Jibril : Ya Allah, tolong Abaikan Puasa Umat Muhammad SAW, jika sebelum memasuki Bulan Ramadhan, mereka tidak melakukan hal-hal sebagai berikut :
- Tidak memohon maaf sebelumnya kepada orang tuanya (jika masih ada)
- Tidak bermaafan lebih dahulu antara suami istri
- Tidak bermaafan dahulu dengan orang-orang di sekitarnya.
Maka Rasulullah mengatakan “Amin Amin Amin”. Oleh karena itu saya mohon maaf bila ada kesalahan selama ini, baik yang disengaja ataupun yang tidak di sengaja.
Semoga Ramadhan tahun ini bisa lebih baik daripada Ramadhan tahun lalu, Ramadhan menjadi ajang berproses untuk menempa diri menjadi insan yang memiliki kepribadian (Syakhshiyah) Islam dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Selamat berproses, karena berproses bukan berarti diam . . .

Wasalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.